RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Asper Mencla Mencle, Pernah Bilang Tak Ada Rumdin Perhutani Disewakan Untuk Vila, Kini Mengakui Sudah Ada Ijin Resmi     

Salah satu kegiatan cewek cowok di vila Perhutani


Pasuruan, Pojok Kiri
     Soal Rumah Dinas (Rumdin) Perhutani yang ada di Jalan Wilis, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan berubah jadi vila dan karaoke serta disewakan untuk umum dan bebas, Nur Khasan, Asper Asisten Perhutani (Asper) wilayah Lawang Barat yang membawahi wilayah Prigen yang sebelumnya mengelak kalau tidak ada rumah dinas disewakan menjadi villa karaokean, kini mengakui, bahkan menyebut sudah ada ijinnya.
     "Betul disewakan, dan ada surat ijinnya, "ucapnya saat ditemui Pojok Kiri di tempat kerjanya, Senin (16/09).
Rumdin Perhutani yang jadi vila dan giat mesum di dalamnya

     Namun Pojok Kiri yang meminta ditunjukkan surat ijin untuk peralihan fungsi itu, sang Asper berdalih suratnya ada di kantor Malang.
     Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Rumdin Perhutani yang ada di Prigen berubah fungsi jadi vila mesum dan tempat karaoke. Pojok Kiri yang menelusuri kegiatan itu mendapatkan fakta, di Vila Perhutani itu disewakan secara bebas untuk laki-laki dan perempuan yang ingin melampiaskan nafsunya.
    Di tempat itu juga ada sarana karaoke. Bagi yang doyan mabok, di Rumdin Perhutani yang sudah jadi vila itu juga bebas. (isb)

Danau Ranu Grati Layak Dikunjungi, Sayang Tak Ada Yang Bisa Dinikmati Selain Melihat Air

Pengunjung saat memancing di Danau Ranu, Grati

Pasuruan, Pojok Kiri
     Danau Ranu Grati merupakan salah satu destinasi wisata sangat potensial di Kabupaten Pasuruan. Di tempat ini dominasi wisata air mulai berperahu, memancing dan hal lain yang berhubungan dengan air menjadi andalan untuk memasarkan Danau Ranu Grati sebagai tempat wisata yang layak untuk dikunjungi.
     Kawasan wisata Kabupaten Pasuruan wilayah Timur ini dari sisi akses jalan sangatlah mudah untuk dijangkau. Posisinya ada di selatan Jalan Raya Surabaya-Probolinggo, dari jalan raya tidak sampai 2 kilometer dengan kondisi jalan yang mulus. Setelah melewati rel kereta api, sampailah di Gapura Ranu Grati.
    Kini dengan adanya jalan tol Pasuruan-Probolinggo yang salah satu gerbang keluar masuknya ada di Kawasan Grati semakin memudahkan wisatawan untuk mendatangi lokasi Danau Ranu Grati. Arahnya, setelah keluar tol, tinggal belok kanan melewati jalan mulus tidak sampai 1 km sudah sampai.
     Dari sisi fasilitas, mulai sarana parkir, toilet, tempat duduk, termasuk tiket masukmya yang murah hanya Rp. 2. 500, kawasan wisata ini sudah memadai dan memang layak untuk dikunjungi. Hanya ketika sudah masuk ke dalam lokasi danau, pengunjung akan mendapat suguhan yang mengecewakan, karena yang dinikmati tak lebih hanya air tanpa ada daya tarik lain.
     Pojok Kiri yang mendatangi Danau Ranu Grati, Jum'at (21/06) sekira pukul 14. 00 WIB hanya melihat air danau yang hening serta beberapa wisatawan yang sedang memancing. Selebihnya tampak perahu-perahu yeng tertambat tanpa ada aktivitas wisatawan yang bermain perahu sama sekali.
     Perut yang mulai lapar, sangat normal jika langkah kaki membantu mencari tempat makan untuk disinggahi.
     Pojok Kiri tidak menemukan tempat makan di kawasan dalam danau itu, yang ada hanya orang jualan minuman dan makanan kecil dengan menggunakan rombong dan meja dipajang seadanya.
     Dalam hati Pojok Kiri muncul gumaman, andai ada wisata kuliner apung yang menyuguhkan makanan khas Danau Ranu seperti olahan ikan Lempuk dan ikan lain yang hidup di Ranu.
    Sayang potensi wisata kuliner yang saat ini sangat menjamur tidak terpikirkan oleh warga termasuk pemeritah.
     Memang di luar pintu masuk tampak ada lokasi kuliner. Tetapi tempat kuliner ini hanya tersisa tulisannya saja, sedang yang berjualan sudah tidak ada. Yang terlihat hanya satu pedagang makanan kecil saja.
     Catatan pentingnya, jika kuliner di luar lokasi danau masih aktif-pun, pembeli pasti malas untuk membeli di luar. Apalagi tempatnya biasa saja. Jika tersedia di dalam dengan konsep kuliner apung, pasti berbeda.
     Mulyono, salah satu pengunjung asal Singosari, Malang yang sore itu datang untuk memancing ternyata seirama dengan Pojok Kiri. Pria yang mengaku berprofesi sebagai guru ini dapat membayangkan serunya makan di tengah danau dengan sarana kuliner apung.
    "Tidak ada daya tarik apapun selain memancing. Kalau hanya datang melihat air saja jenuh, bosan. Andai ada kuliner apung, pasti seru, "ungkap Mulyono. (Lis)

Kunjungi Ramadhan Fair 2019 Di Gor Untung Sutapati, Kota Pasuruan, Saksikan Juga Lomba Albanjari Patrol Dan Talk Show Bertemakan Islami

Benner Ramadhan Fair 2019



Pasuruan, Pojok Kiri
     Menjelang hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, Pemkot Pasuruan menggelar acara Ramadhan Fair 2019. Kegiatan ini dilaksanakan di Gor Untung Surapati selama 6 hari, mulai Jum'at (24/05), hingga Rabu (29/05).
     Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo melalui Kadisperindag, Mualif Arif kepada Pojok Kiri, Kamis (23/05) mengatakan, Ramadhan Fair ini diadakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat mulai bahan pokok, kue-kue lebaran serta barang-barang kebutuhan lain yang tentunya agar masyarakat bisa mencari dan membeli dengan mudah di satu tempat dengan harga yang sangat terjangkau.
Plt Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo

    Mualif menambahkan, dengan hadirnya Ramadhan Fair ini, diharapkan juga menjadi sarana bagi para pedagang lokal untuk bisa menjual barang-barangnya tanpa harus bingung mencari pembeli.
    "Kehadiran Ramadhan Fair pastinya menjadi daya tarik warga untuk datang. Jadi pas bagi para pedagang yang ingin mendapatkan pembeli ikut di dalamnya, "ujar Mualif.
     Selain itu lanjut Mualif, Ramadhan Fair ini diharapkan juga menjadi sarana hiburan rakyat serta pendidikan. Sebab selain kegiatan bisnis, juga ada gelaran lomba Albanjari Patrol, serta Talk Show bertemakan Islami, yang temanya meliputi fasion Islami, manfaat puasa bagi kesehatan, make up untuk lebaran, dan cara mudah ke tanah suci.
     "Bagi warga Kota Pasuruan, manfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin. Ayo ramai-ramai datang untuk berbelanja dan menghibur diri, "seloroh Mualif.
    Sementara itu, salah satu warga Trajeng, Kota Pasuruan, Yusuf mengaku menyambut gembira adanya acara Ramadhan Fair ini. Ia pastikan akan datang bersama keluarganya untuk berbelanja.
    "Pasti datang donk, acara seperti ini kan tidak setiap hari ada. Jadi rugi jika dilewatkan, "ujarnya. (Lis)

Jalan Rusak Parah, Warga Tutur Colek Pemkab Pasuruan

Kondisi jalan yang rusak parah

Pasuruan, Pojok Kiri
     Jalan Kabupaten Pasuruan di Kecamatan Tutur yang menghubungkan Desa Gendro dengan Desa Blarang dan Kayukebek sudah lama mengalami kerusakan. Kondisi ini membuat warga sangat tidak nyaman saat melakukan aktivitas sehari-hari.
     Pojok Kiri yang mendatangi lokasi jalan tersebut didampingi Kapolsek Nongkojajar, AKP Sukiyanto, Kamis (23/05) melihat fakta kerusakan jalan itu. Jika di ukur, panjang kerusakan mencapai 500 meter.
     Sukarlan, warga setempat yang menunjukkan lokasi jalan tersebut berharap pihak Pemkab Pasuruan segera melakukan perbaikan. Sebab menurutnya, selama ini warga juga taat ketika ditarik membayar pajak.
    "Kalau pajak tidak pernah telat, tapi jalan masyarakat dibiarkan rusak, ya kan tidak benar, "ucap Suparlan dengan nada lugu.
     Sukiyanto, sang Kapolsek Nongkojajar menambahkan, jalan yang rusak tersebut sangat licin dan membahayakan. "Apalagi pas hujan, "ungkapnya.
     Untuk memberikan tanda sekaligus bentuk protes, di jalan rusak itu warga menanam pisang pohon yang juga ditempeli tulisan 'PAJEK TELAT DIDENDO, DALAN AJUR DIJARNO'.
     Lepas dari itu, Pemkab Pasuruan melalui Dinas Binamarga pernah menyampaikan ke Pojok Kiri, bahwa tahun ini akan ada dana hibah Rp 31 Milyar yang digunakan untuk memperbaiki jalan wisata arah bromo beserta sirip-siripnya. Apakah di jalan rusak kawasan Tutur ini termasuk? (Lis)

Pemuda Pelopor Binaan Dispora Kabupaten Pasuruan Ciptakan Kreasi Bonggol Pisang Dijadikan Makanan

Tim Deputi Kepemudaan, Kemenpora saat datang langsung ke Puspo didampingi tim dari Dispora Kabupaten Pasuruan



Pasuruan, Pojok Kiri
     Dalam rangka mendukung dan melaksanakan kegiatan Pemuda Pelopor Pembangunan Desa (P3D), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan terus melakukan pendekatan kepada para pemuda desa untuk diajak membangun desanya melalui kepeloporan mereka.
    Ada Dua point yang ditekankan dalam pendekatan kepada para pemuda ini, yang pertama yakni penekanan untuk mewujudkan pemuda anti narokoba atau yang disingkat Pusaka, yang kedua P3D itu sendiri.
     Terkait P3D ini, Dispora Kabupaten Pasuruan memiliki banyak program kegiatan yang sudah dilakukan maupun yang belum dilakukan, diantaranya Jambore pemuda pelopor, Bimtek tas rajut, dan sejumlah kegiatan lain.
    Sementara itu, dari sekian banyak kegiatan yang sudah maupun yang belum dilaksanakan oleh Dispora, ada catatan menarik yang didapat Pojok Kiri, yakni adanya pemuda pelopor wilayah Puspo yang mampu mengharumkan desanya, termasuk mengharumkan nama Kabupaten Pasuruan.
Kadispora, Abdul Munif

     Adalah pemuda asal Desa Kebontengah, Desa Puspo, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan bernama M. Fawaid Atoillah (18) dan M. Andy Prasandy (18) yang merupakan anggota dari Komunitas Kebontengah (Kompak), mereka dengan komunitasnya mampu membuat inovasi bermanfaat dengan menciptakan menu makanan baru menggunakan bahan baku Bonggol pohon pisang yang selama ini dianggap sebagai limbah organik.
    Menu makanan cukup sensasional yang diciptakan oleh pemuda Puspo dari bonggol pisang ini teridir 3 macam, yakni keripik bonggol pisang, kerupuk, serta tepung bahan baku makanan balita dan kue brownis.
    Adanya kreasi pemuda pelopor yang merupakan binaan dari Dispora ini mampu memikat hati Pemprov Jatim, sehingga menu makanan dengan bahan dasar bonggol pisang ini didapuk sebagai juara dalam lomba Program Inovasi Kreativitas Pemuda Teknologi Tepat Guna Tingkat Pemprov Jatim pada 2018 lalu.
    Kini para pemuda Puspo yang tergabung dalam Kompak mendapatkan kehormatan dari Pemprov Jatim untuk ikut berlaga dalam ajang Program Inovasi Kreativitas Pemuda Teknologi Tepat Guna Tingkat Nasional mewakili Jawa Timur pada tahun 2019.
     Adanya kreasi dari para pemuda pelopor ini membuat tim dari Kemenpora tertarik untuk melihat langsung proses produksinya.
     Pada Kamis (16/05) lalu, Deputi Kepemudaan, Kemenpora datang langsung ke Puspo didampingi tim dari Dispora Kabupaten Pasuruan sekaligus memberikan motivasi.
     Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pasuruan, Abdul Munif kepada Pojok Kiri, Senin (20/05 mengatakan, P3D ini merupakan program unggulan Bupati dan Wabub Pasuruan dengan target pemuda selalu taratah dalam giat positif, mandiri, serta mampu merikrut tenaga kerja di wilayahnya.
   "Program ini adalah program berkesinambungan yang juga didukung OPD terkait.Tentunya Dispora tidak akan mampu berjalan maksimal jika tidak didukung dari para OPD lain. Jadi semua OPD saling sinergi, "ujarnya. (Lis)

Selamat Datang Kawasan Wisata Karaoke Remang-Remang Ruko Meiko Nogosari, Pandaan, Kabupaten Pasuruan


Warung remang-remang di Meiko

Pasuruan, Pojok Kiri
     Kabupaten Pasuruan yang dikenal dengan sebutan daerah Santri ternyata sangatlah unik. Bayangkan saja, selain memang ribuan pesantren ada di wilayah yang menggunakan jargon Maslahat ini, di sisi lain dunia prostitusi dan bisnis tempat karaoke yang juga menyediakan purel alias pemandu lagu juga banyak.
     Kawasan Tretes, Prigen adalah yang paling terkenal. Disini tempatnya wanita-wanita berbedak tebal menyuguhkan dirinya untuk dinikmati laki-laki. Syaratnya harus bayar. Kalo mau gratis kucing saja lo bedakin lalu ajak kencan.
     Kawasan lain yang kini sangat marak prostitusi dan purel adalah Pandaan. Di kawasan ini ada sejumlah tempat wisata karaoke yang terang-terangan buka meski pemerintah melarang. Untuk dunia prostitusinya, kawasan ini lebih menggunakan sarana online bagi germo untuk transaksinya.
     Untuk tempat karaoke terkenal di Pandaan, sebut saja Srikandi, Tamandayu, MOM yang ada di depan rumah makan Cianjur, juga resto bintang di bypass.
     Tiga tempat karaoke ini adalah yang sudah lama dan tidak asing. Sementara tempat-tempat lain masih banyak bahkan sebagian mulai buka dan laris karena ada cewek-cewek sebagai daya tariknya.
     Yang paling baru adalah kawasan Ruko Meiko yang ada di Dusun Klangkung, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan. Di kawasan ini buka warung-warung karaoke yang di dalamnya menyediakan cewek-cewek sebagai teman bernyanyi. Para cewek itu bisa juga dipeluk mesra. Mantab...
     Setiap hari warung-warung yang isinya jualan kopi dan lagu di kawasan Meiko ini selalu buka. Di tempat ini, pengunjung tinggal pilih mana yang ia mau. Tinggal datang saja dan lihat purel mana yang ingin diajak nyanyi. Yang pasti macam-macam bodinya. Ada yang gemuk ada yang kurus. Pilih sesuai selera. Bahkan usianya muda-muda, mulai usia 16 tahun juga ada.
     Kabarnya lokasi ini sempat dilarang oleh Satpol PP?
     Urusan larang melarang itu tentu urusan berbeda. Yang pasti bisnis karaoke warung remang-remang tetap jalan, dan menjadikan Ruko Meiko, Nogosari sebagai kawasan wisata baru dunia gemerlap malam yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Diperbagus apa diberangus. (Lis)
KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas