RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Sosialisasi Ops. Patuh Semeru 2019, Tim Dikyasa Satlantas Polres Pasuruan Datangi Dispenduk Capil

Tim Dikyasa Satlantas Polres Pasuruan bersama staf Dispenduk Capil



Pasuruan, Pojok Kiri
     Upaya Satlantas Polres Pasuruan untuk mensosialisasikan adanya Operasi Patuh Semeru 2019 terus dilakukan. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat tahu program Polri tersebut dan dijadikan sarana belajar untuk taat aturan saat berkendara di jalan raya.
     Salah satu wujud sosialisasi itu, pagi ini sejak pukul 08.00 WIB, tim Dikyasa Satlantas Polres Pasuruan yang dikomando sang Kanit, Ipda Heri Nugroho didampingi anggota, Aiptu Sugianto, Aipda Harid kurniawan, dan Bripka Jamal mendatangi Kantor Dispenduk Capil Kabupaten Pasuruan guna menyampaikan pesan kepada tim Dispenduk Capil serta masyarakat yang sedang mengurus surat menyurat akan adanya operasi ini.
    Kepada Pojok Kiri, Ipda Heri Nugroho  mengatakan, dipilihnya Dispenduk Capil sebagai salah satu tujuan sosialisasi karena di kantor ini masyarakat banyak berdatangan untuk mengurus surat-surat kependudukan. Sehingga menurut dia, sangat pas jika sosialisasi dilakukan di tempat ini.
     "Sasaran kami adalah para warga yang datang mengurus surat kependudukan, termasuk menitipkan pesan kepada petugas Dispenduk Capil untuk meneruskan pesan kepada warga lain yang sewaktu-waktu datang akan adanya Operasi Patuh Semeru ini. Cara yang kami lakukan adalah persuasif, saling komunikasi baik, dengan harapan masyarakat terus patuh terhadap hukum, patuh terhadap aturan berlalu lintas, "ujarnya.
    Untuk diketahui, Operasi Patuh Semeru 2019 saat ini telah berjalan sejak 29 Agustus kemarin. Operasi ini berlangsung hingga 11 September 2019.
    Sementara sasaran penindakan dalam operasi ini ada 8, yakni pengendara tidak menggunakan helm, menggunakan hand phone saat berkendara, melawan ararah, melebihi batas kecepatan, tidak menggunakan sabuk keselamatan, berkendara belum cukup umur, berkendara dalam pengaruh alkohol, serta penggunaan lampu strobo dan rotator pada kendaraan umum. (Lis)

Anggota Polisi Nguling Digerebek Di Rumah Bidan Sanganom Jam 01. 30 WIB, Diduga Mesum

D saat ditangkap warga

Pasuruan, Pojok Kiri
     Seorang anggota polisi Polsek Nguling bernama D yang berpangkat brigadir digerebek warga saat sedang berduaan dengan bidan desa di Desa Sanganom, Kecamatan Nguling bernama Gl. Diduga mereka sedang berbuat mesum. Informasi yang beredar, bidan itu baru diangkat jadi PNS. Informasi didapat Pojok Kiri, Gl ini berstatus janda.
    Penggerebekan itu terjadi pada Senin dini hari (26/08) sekira pukul 01.30 WIB.
     Foto dan video penggerebekan anggota polisi ini bahkankan sudah beredar di dunia maya. Dalam foto dan video itu, D tampak hanya mengenakan atasan kaos dan jaket, serta bawah hanya menggunakan celana dalam saja.
    Dalam foto, ia dipegangi empat warga. Sedang dalam video disebut yang menangkap pertama adalah Kades Sanganom.
Cuplikan video saat D dikarak warga

     Di video yang beredar, D yang merupakan anggota Polsek Nguling diarak warga keliling kampung. Warga beramai-ramai mengarak sambil bawa motor.
    Di salah satu video juga tampak Gl yang berada di kamar sambil membelakangi kamera, sedang David sudah ditangani banyak warga.
     Kasubbag Humas Polresta Pasuruan, AKP Endy Purwanto saat dikonfirmasi wartawan membenarkan penggerebekan terhadap anggota Polsek Nguling yang asyik sedang memadu cinta itu. Saat ini menurutnya, anggota polisi bernama D tersebut sudah diamankan di Polsek Nguling,  dan langsung ditangani oleh anggota Propam Polresta Pasuruan. (isb)

Beri Penyuluhan Program Keselamatan Berkendaraan Dan Pastikan Kondisi Pelajar Asal Papua, Satlantas Polres Pasuruan Datangi Slapur Advent

Saat tim satlantas bersama pelajar Slapur Advent

Pasuruan, Pojok Kiri
     Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Pasuruan dipimpin Kasat Lantas, AKP Bayu Halim Nugroho, S.H.,S.I.K, didampingi Kanit Dikyasa, Ipda heri Nugroho SH, Sabtu (24/08) mendatangi Sekolah Lanjutan Atas Puwodadi (Slapur) Advent.
     Kedatangan polisi sabuk putih ini dalam rangka memberikan penyuluhan tentang program keselamatan berkendaraan, sekaligus ingin
memastikan keadaan pelajar yang berasal dari Papua yang banyak di Slapur.
     Kasat lantas dalam sambutannya menyampaikan, agar pihak sekolah tidak ragu-ragu menghubungi pihaknya apabila membutuhkan bantuan
     "Kami siap 24 jam, "Ucapnya.
     Sementara itu, para pelajar Slapur asal Papua yang cukup banyak menyampaikan fakta keadaan mereka yang baik-baik saja meski baru-baru ini ada gejolak di luar.
     Dengan kondisi yang aman dan damai di Kabupaten Pasuruan ini, mereka meminta kepada seluruh keluarganya untuk tidak khawatir, karena tidak ada sedikitpun gangguan dalam proses belajar yang mereka jalani.
     Di hadapan para tim Satlantas, mereka juga menyatakan sikap akan kecintaan mereka terhadap NKRI dengan dibarengi aksi mencium sang bendera sang saka merah putih. (Lis)

Polsek Nongkojajar Beri Layanan SKCK Gratis Untuk Yang Lahir 1 Juli Dan Nama Ada Kata Juli

Layanan SKCK gratis ala Polsek Nongkojajar

Pasuruan, Pojok Kiri
     Tak mau kalah dengan Satlantas Polres Pasuruan yang memberikan SIM gratis kepada pemohon yang lahir pada 1 Juli, Polsek Nongkojajar yang dipimpin Kapolsek AKP Sukiyanto juga punya gebrakan layanan gratisan kepada masyarakat dalam rangka menyemarakkan HUT Bhayangkara ke 73.
     Namun berbeda dengan Satlantas yang memberikan SIM gratis, untuk Polsek Nongkojajar yang diberikan gratis adalah Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
     Kepada Pojok Kiri, Selasa (02/07), Kapolsek Nongkojajar, AKP Sukiyanto menuturkan, pelayanan pembuatan SKCK gratis ini diberi nama pelayanan 'SIJI' ae yang merupakan kependekan dari SKCK gratis bulan Juli.
     Pelayanan SKCK gratis ini menurut AKP Sukiyanto dimulai tanggal 27 Juni hingga 5 Juli 2019.
      Layanan pembuatan SKCK gratis ini papar dia, diberikan kepada Dua kategori khusus. Pertama kepada pemohon yang lahir pada tanggal 1 Juli, ke Dua pemohon yang namanya ada kata "Juli".
     Sejauh ini lanjut AKP Sukiyanto, hingga Selasa, 02 Juli 2019, Pihaknya telah menerbitkan SKCK "SIJI" ae sebanyak 2 pemohon. Pertama kepada Darsini warga Dusun Garutan, RT 02, RW 12, Desa Ngembal, Kecamatan, Tutur yang lahir pada 1 Juli 1997.
     Yang Kedua tambah AKP Sukiyanto, SKCK gratis diberikan kepada Muhammad Jajuli, warga Dusun Cemoro, RT 003, RW 001, Desa Blarang, Kecamatan Tutur.
     "Ia kita beri karena nama belakangnya ada kata Juli, "tukasnya. (Lis)

Satlantas Polres Pasuruan Bagi-Bagi SIM Gratis

Tim Satlantas saat memberikan layanan SIM Gratis

Pasuruan, Pojok Kiri
    Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke 73 tepat 1 Juli 2019, Satlantas Polres Pasuruan menghadirkan layanan istimewa berupa "GREBEK SIM". Layanan ini diperuntukkan bagi warga yang melakukan permohonan SIM baru dan perpanjangan.
    Menariknya, pada layanan ini, Satlantas Polres Pasuruan memberikan perlakuan istimewa bagi pemohon SIM yang lahirnya tepat 1 Juli. Mereka langsung diberikan SIM secara gratis.
     Tak hanya itu, program Grebek SIM ini juga dilakukan dengan cara jemput bola. Teknisnya, petugas Satlantas mendatangi warga yang lahirnya tepat 1 Juli untuk dibuatkan SIM.
     Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Eko Iskandar melalui Kanit Regitent, Iptu Meyta mengatakan, program grebek SIM ini bertujuan untuk memempermudah para pemohon baru maupun yang memperpanjang SIM. 
     "Layanan ini sebagai bentuk kepedulian Satlantas Polres Pasuruan kepada masyarakat. Mereka yang lahir 1 Juli langsung kita jemput, lalu kita buatkan SIM gratis, "ujar Meyta. (isb)

Karyawan Pabrik JAI Gempol Ditemukan Tak Bernyawa Di Kamar Kos

Jasad korban saat dievakuasi petugas

Pasuruan, Pojok Kiri
     Tempot kos yang ada di Dusun Wonoayu, Desa Gempol, Kecamatan Gempol geger. Pasalnya, seorang anak kos berjenis kelamin perempuan bernama Reni (22) warga Dusun Bendoasri Rt 02 Rw 01, Desa Bendoasri, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk ditemukan sudah tak bernyawa ketika kamar kosnya dibuka pada Rabu (19/06) sekitar pukul 07.45 WIB.
     Kematian perempuan muda yang setiap hari bekerja di pabrik JAI Gempol ini diketahui pertama kali oleh teman kerja korban bernama Lailatul Fitriyah (21) warga Kelurahan Wonorejo Rt 22 Rw 07, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo.
    Saat itu ia hendak membangunkan korban untuk diingatkan jika korban kena shift pagi.
     "Saat itu saya ketuk pintu kamarnya tidak menjawab. Setelah itu saya beritahu pemilik kos. Kami lalu bersama-sama mengetuk, tetapi tetap tidak ada jawaban, "kenang Lailatul Fitriyah.
     Curiga ada hal buruk terjadi, pemilik kos langsung menghubungi ketua RW setempat. Setelah dilakukan kesepakatan, akhirnya pintu kamar di buka dengan paksa. Saat itu mereka melihat korban berada di atas tempat tidur dalam keadaan sudah tak bernyawa.
     Adanya kejadian itu sontak membuat warga setempat geger. Mereka lalu berbondong-bondong mendatangi tempat kos tersebut.
     Kanitreskrim Polsek Gempol Iptu Agus Purnomo mengatakan, atas kematian penghuni kos ini, dugaan sementara korban meninggal dikarenakan sakit, karena di dalam tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan.
     "Dugaan sementara karena sakit. Sebab dari keterangan temannya, beberapa hari sebelum meninggal, korban jarang makan, "kata Iptu Agus Purnomo. (isb)

Pasca Lebaran, Ribuan Pemohon SIM Serbu Satpas Polres Pasuruan

Satpas SIM Polres Pasuruan yang diserbu pemohon

Pasuruan, Pojok Kiri
     Pasca lebaran Idul Fitri 1440 H, Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Polres Pasuruan diserbu ribuan pemohon.
     Informasi yang diperoleh Pojok Kiri, sejak dibuka pada tanggal 10 hingga 18 Juni 2019, jumlah pemohon mencapai 1300.
     Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Eko Iskandar kepada Pojok Kiri, Rabu (19/06) membenarkan adanya peningkatan pemohon SIM di Satpas Polres Pasuruan. Disebut, jumlahnya mencapai tiga kali lipat dari biasanya.
     "Banyak pemudik dari luar Kabupaten Pasuruan pas melintas lalu mampir untuk memperpanjang SIM, dan kami langsung membuatkan. Kami juga prioritaskan yang masa berlaku SIM-nya habis saat libur kemarin, "ucap Kasat Lantas.
     Sementara itu, untuk material SIM, AKP Eko Iskandar meyakinkan saat ini tidak akan kekurangan. Sebab menurut dia, Satpas Polres Pasuruan telah menyiapkannya dengan jumlah lebih banyak dari hari biasa.
     "Untuk matetial SIM, kami dari Satpas Polres Pasuruan sudah menyiapkan jumlah yang sangat banyak. Hal ini untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi kekurangan, "ujarnya. (isb)

Ikuti Himbauan Kapolres, Polsek Nongkojajar Sudah Open Penitipan Kendaraan Gratis

Sejumlah motor yang sudah dititipkan di Polsek Nongkojajar

Pasuruan, Pojok Kiri
     Polres Pasuruan yang membuka halamannya untuk dijadikan penitipan kendaraan bermotor baik roda 2 maupun roda 4 diikuti oleh Polsek jajaran.
     Salah satu Polsek yang sudah dipercaya warga untuk menitipkan kendaraannya adalah Polsek Nongkojajar.
     Kepada Pojok Kiri, Sabtu (01/06), Kapolsek Nongkojajar, AKP Sukiyanto mengatakan, saat ini sudah ada 13 kendaraan roda dua berupa motor milik warga yang dititipkan karena ditinggal mudik.
     "Sesuai himbauan Kapolres, kepada Polsek jajaran untuk membuka diri membantu warga dengan mempersilahkan bagi yang ingin menitipkan kendaraannya. Kami sejak tanggal 30 Mei sudah open, sekarang sudah ada 13 motor yang dititipkan. Jangka penitipan ini kami beri waktu hingga 16 Juni, "kata AKP Sukiyanto.
     Sementara untuk syarat bagi warga yang mau nitip kendaraan menurut AKP Sukiyanto hanya cukup menunjukkan STNK dari kendaraan tersebut.
     Selain motor, AKP Sukiyanto juga mempersilahkan warga yang ingin menitipkan kendaraan roda 4. Semuanya lanjut AKP Sukiyanto, akan diberlakukan sama, yakni dijaga dengan aman serta gratis.
    "Saat ini masih motor yang dititipkan, jika ada yang mau titip mobil kami persilahkan. Intinya kami membantu mengamankan kendaraan yang ditinggal saat mudik, "ucap AKP Sukiyanto. (Lis)

Bingung Naruh Kendaraan Saat Ditinggal Mudik, Taruh Di Polres Pasuruan, Gratis Dan Aman!!!

Halaman Mapolres Paruruan



Pasuruan, Pojok Kiri
    Mau mudik keluar kota bersama keluarga, tetapi membawa kendaraan pribadi takut beresiko di jalan. Tentunya naik kendaraan umum menjadi pilihan terbaik.
     Akan tetapi untuk membiarkan kendaraan di rumah juga was-was. Takut sewaktu-waktu ada orang jahat yang mencuri kendaraan kesayangan kita. Solusinya adalah dengan menitipkan kendaraan, entah itu di penitipan umum atau sanak saudara.
     Apakah masih was-was karena faktor keamanannya? Ada solusi keren yang ditawarkan Polres Pasuruan.
    Kepada wartawan, Jum'at (31/05), Kapolres Pasuruan, AKBP Rizal Martomo menyampaikan, halaman Mapolres Pasuruan yang cukup luas siap menampung kendaraan para pemudik yang ingin dititipkan baik roda 4 maupun roda 2. Jaminan yang diberikan tentu saja rasa aman, serta tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis.
     “Silahkan bagi pemudik yang mau titip kendaraannya, halaman Mapolres kami buka dan kami berikan jaminan keamanan, tentunya geratis, silahkan warga yang bingung mencari tempat penitipan yang aman, taruh saja kendaraannya di Mapolres Pasuruan, "ujar Kapolres.
      Untuk layanan ini lanjut Kapolres, dibuka mulai H-7 hingga H+7 lebaran. (Lis)

Kapolres Pasuruan Janji Amankan Momen Perayaan Idul Fitri

Kapolres Pasuruan, AKBP Rizal Martomo

Pasuruan, Pojok Kiri
     Polres Pasuruan yang dipimpin Kalpolres AKBP Rizal Martomo berjanji akan melakukan pengamanan maksimal pada momen Idul Fitri kali ini.
     Menurut Kapolres, pihaknya sudah siap dari sisi antisipasi kejahatan serta kemacetan arus lalu lintas saat perayaan berlangsung.
     "Kami punya empat pos pam dan 11 pos pelayanan. Intinya, kami akan selalu siaga menjaga agar kamtibmas di Pasuruan tetap aman, damai dan kondusif, "ucap Kapolres di sela giat pemusnahan barang bukti hasil kejahatan Selasa (28/05).
     Dikatakan Kapolres, melalui giat Operasi Pekat Semeru 2019 yang dilaksanakan pada 15 - 26 Mei 2019 lalu, pihaknya telah melakukan pemanasan dengan melakukan tindakan tegas kepada para pelaku tindak kejahatan.
     Sementara itu, hasil dari Operasi Pekat yang dilakukan, Polres Pasuruan berhasil mengungkap 3.061 kasus pidana, diantaranya kasus peredaran sabu, curas, curat, prostitusi, hingga premanisme.
     Barang bukti hasil kejahatan Selasa (28/05) pagi dimusnahkan. Diantaranya juga ada sekitar 2.000 minuman beralkohol. (Lis)

Berani Berbuat Kriminal Jelang Lebaran!!! Polisi Terapkan Tembak Ditempat

Tim dari Polres Pasuruan saat lakukan sidak keamanan

Pasuruan, Pojok Kiri
    Bagi para penjahat, jangan coba-coba memanfaatkan suasana jelang lebaran untuk beraksi dengan melakukan tindakan kriminal. Sebab jika itu dilakukan, pihak kepolisian akan  memberikan tindakan tegas dengan menembak di tempat. Hal ini sebagaimana diperintahkan Kapolres Pasuruan, AKBP Rizal Martomo kepada anggotanya saat melakukan cek pengamanan di sejumlah toko kawasan Pandaan, Selasa (21/05).
     Memang, mendekati Hari Raya Idul Fitri kali ini, Polres Pasuruan melakukan langkah dengan meningkatkan pola pengamanan di sejumlah lokasi keramaian, seperti toko emas, fasilitas umum maupun lokasi rawan aksi kriminalitas lainnya.
     Selasa (21/05) tim dari Polres Pasuruan melakukan sidak sejumlah toko di kawasan Pandaan untuk memastikan keamanan toko dan para pembelinya. Kegiatan tersebut menurut Kapolres dilakukan lantaran saat ini terdapat peningkatan transaksi jual beli, sehingga berpotensi dijadikan target tindak kejahatan.
     Kapolres menambahkan, hingga lebaran nanti, pihaknya telah menempatkan petugas di beberapa tempat keramaian untuk membantu menjaga keamanan masyarakat saat bertransaksi.
     "Pelaku kriminal akhir-akhir ini semakin nekat. Mereka tak segan mencelakai korbannya jika melawan, bahkan senjata yang dibawa bukan sekelas senjata tajam, tapi mereka menggunakan bondet (bom rakitan, red). Untuk itu, saya telah perintahkan kepada anggota agar melakukan tindakan tembak di tempat terhadap siapapun yang melakukan tindakan kriminal, "tukas Kapolres.
     Aksi tembak di tempat ini lanjut Kapolres, tentunya dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketetapan dalam penanganan tindak kejahatan.
      "Kalau jelas-jelas itu perampok, pasti kita sikat! "ujarnya
      Sementara itu terang Kapolres, untuk sementata ini beberapa lokasi di Kabupaten Pasuruan yang menjadi atensi pengamanan, meliputi Pandaan, Bangil dan Sukorejo.
     "Secara berkelanjutan, lokasi yang lain juga akan kita lakukan operasi khusus. Namun saat ini di wilayah itu sudah kita tempatkan petugas. "tandas Kapolres. (Lis)


Berani Ganggu Jalannya Rekapitulasi Pemilu 2019, Satreskrim Polres Pasuruan Kota Ancam Sikat !!! Tak Peduli Siapapun

Tim Resmob Polres Pasuruan Kota

Pasuruan, Pojok Kiri
     Masa pencoblosan dalam Pemilu 2019 baik Pemilu Presiden dan Legislatif sudah usai. Saat ini proses rekapitulasi suara sedang dilaksanakan oleh KPU. Pada situasi saat ini yang sedikit panas karena ada klim kemenangan oleh salah satu Capres, sedikit banyak sudah berpengaruh ke tingkat daerah. Salah satunya di Pasuruan.
     Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama jalannya rekapitulasi, Polres Pasuruan Kota melalui Satreskrim telah menerjunkan tim reserse mobile (Resmob) demi memberikan rasa aman di masyarakat.
     Satuan elit dibawa naungan Satreskrim yang diberi nama Tim Resmob Suropati ini menurut Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso kepada Pojok Kiri, Minggu (21/04) akan terus berkeliling ke 11 PPK di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.
     Kasat Reskrim menegaskan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas kepada siapapun yang berani mengacau jalannya rekapitulasi.
     "Untuk mengamankan jalannya rekapitulasi, kami akan terus bergerak mulai dari TPS , mengamankan rapat pleno di PPK sampai tuntas di KPU. Siapapun yang berani mengacau jalannya rekapitulasi, melakukan segala bentuk ancaman, kami akan sikat. Tindakan tegas akan kami lakukan, tak peduli siapapun itu, "ujar Kasat Reskrim. (Lis)

Tumpukan Berkas 'Mengerikan' Di Samsat Bangil Tak Ada Solusi, Adpel Pasrah Menunggu Ada Gedung Baru

Berkas yang numpuk di lantai 2 kantor.Samsat Bangil; inzet: Sama'i

Pasuruan, Pojok Kiri
      Tumpukan berkas di Samsat Bangil sungguh mengerikan karena saking banyaknya. Bayangkan saja, gudang penyimpanan yang di miliki kantor Samsat Bangil di lantai 2 hampir tak ada cela lagi untuk menaruh berkas baru kecuali ditaruh seadanya. Untuk menaruh rak baru sudah tidak bisa, hingga terpaksa tangga naikpun dijadikan sasaran menaruh berkas yang membludak.
      Dikatakan oleh Adpel Samsat Bangil, Sama'i, pada Kamis (04/04) lalu, tidak seluruh berkas yang ada itu milik Samsat Bangil, tetapi sebagian milik Samsat Pasuruan.

     "Sejak ada pemekaran wilayah hukum, hingga sekarang berkas belum diambil, "ujarnya saat itu.
      Lantas apa solusinya? Sejauh ini menurut Sama'i yang dikonfirmasi Pojok Kiri melalui phonselnya, Kamis (11/04), dari pihak Samsat Pasuruan belum ada respon mengambil.
     "Masih sebatas pembicaraan KRI dengan KRI, berkas belum diambil, "ucap Sama'i.

      Sampai kapan? Sama'i sendiri mengaku belum tahu. Hanya saja solusi akhirnya menurutnya adalah menunggu pembangunan gedung baru.
      "Bagaimana lagi, solusinya ya menunggu pembangunan gedung baru, "ungkap Sama'i dengan nada pasrah. (lis)

Soal Cerita Buruk Bayar Parkir Berlangganan Di Samsat Bangil Tak Dikasih Stiker *Kata Adpel Sama'i, i Ada Atau Tidak Ada Stiker Tetap Ditarik Uang Parkir Berlangganan*

Adpel Samsat Bangil, Sama'i

Pasuruan, Pojok Kiri
     Masih ingat keluhan dan kecaman dari para pembayar pajak kendaraan bermotor di Samsat Bangil yang mendapat tambahan wajib membayar uang parkir berlangganan tapi tidak dikasih stiker.
     Kasus ini pernah dikeluhkan wajib pajak bernama Mokhammad Salman Rifqy warga Kersikan, Bangil. Ia pada Jum'at, 29 Maret 2019 melaksanakan kewajiban sebagai warga negara yang baik datang ke Samsat Bangil untuk membayar pajak tahunan motor vario miliknya yang bernopol N 4570 TCC.
     Menurut Salman, di notice pajak yang ia terima, tercatat angka yang harus dibayar sebesar Rp. 307 ribu. Namun oleh petugas Samsat Bangil, ia ditarik Rp. 328 ribu.
     Saat ia tanyakan ke petugas Samsat soal kelebihan uang pembayaran yang mencapai Rp 21 ribu itu, dalih petugas, uang itu untuk membayar parkir berlangganan.
     Salman jadi bingung, sebab meski sudah membayar sejumlah uang yang katanya sebagai biaya parkir berlangganan, ternyata ia tidak diberi stiker bukti sudah bayar parkir oleh petugas.
     Kasus ini akhirnya memunculkan tanda tanya dan kecaman. Salah satunya dari Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Pasuruan, Dr Kasiman. Langkah Samsat menarik uang parkir berlangganan tanpa memberikan stiker adalah ngawur.
     Lalu bagaimana menurut Adpel Samsat Bangil, Sama'i?
     Pada 4 April lalu, Pojok Kiri yang menemui Sama'i di ruangannya mendapat jawaban yang mengarah bahwa itu salah Dinas Perhubungan (Dishub).
     "Jangan salahkan Samsat, salahkan Dishubnya, untuk penyediaan stiker parkir itu tanggungjawab Dishub, bukan kami, "ujar Sama'i.
     Lalu kenapa petugas Samsat tetap menarik sejumlah uang jika stiker tidak tersedia? Kata Sama'i, petugas acauannya adalah aplikasi.
     "Di sistemnya itu sudah ada aplikasi pembayaran yang melekat, kalau kita tidak narik, secara aplikasi kita yang akan kebebanan bayar ke pemerintah. Jadi ya tidak peduli, ada stiker atau tidak, uang parkir berlangganan tetap harus kita tarik, "ucapnya. (Lis)

Penyimpanan Berkas Di Samsat Bangil Sangat Mengerikan!!! Sebagian Milik Samsat Pasuruan

Berkas yang terpaksa ditaruh di tangga saking penuhnya

Pasuruan, Pojok Kiri
     Banyaknya berkas kendaraan bermotor di kantor Samsat sejauh ini selalu menjadi persoalan bagaimana menyimpannya. Sebab jumlah berkas yang tidak sedikit, membutuhkan tempat atau ruangan besar agar penyimpanan berkas bisa tertata rapi, sehingga mudah mencari jika pas dibutuhkan.
      Terkait persoalan penyimpanan berkas ini, ada pemandangan miris yang terlihat di Samsat Bangil. Di tempat ini berkasnya sudah over load, alias tempat penyimpanannya sudah tidak mencukupi. Di tempat penyimpanannya yang ada di lantai 2 sudah tidak ada cela lagi untuk bisa ditempati berkas baru. Padahal setiap hari berkas selalu saja datang dan harus disimpan.
     Hukum pokok ditaruh akhirnya terjadi. Ibarat pepatah, tiada rotan akarpun jadi.     Berkas yang sudah tidak muat ditaruh di dalam gudang karena sudah tidak cukup ruang akhirnya ditaruh seadanya. Salah satunya adalah tangga lantai yang harusnya bersih, kini menjadi rak baru sebagai tempat berkas.
      Pojok Kiri yang sempat mengintip kondisi gudang penyimpanan berkas lantai 2 Samsat Bangil, Kamis (04/04) mendapati fakta, gudang itu sudah tidak layak untuk ditambah berkas baru. Selain sudah sangat penuh, tentu ngeri jika sampai kekuatan lantai tidak mampu menyangga dan ambruk. Lantas apa solusinya?

     Adpel Samsat Bangil, Sama'i mengatakan, sejauh ini pihaknya masih belum menemukan solusi cepat untuk mengatasi kekurangan ruang berkas ini. Sebab seluruh ruang yang ada saat ini dalam kondisi terpakai.
     "Pastinya harus menambah ruang baru, tapi itu kebijakan Badan Pendapatan Provinsi Jatim, kalau kami hanya sebatas mengusulkan, "kata Sama'i.
     Namun menurut Sama'i, untuk berkas yang ada di Samsat Bangil ini sebagian merupakan berkas yang harusnya menjadi tanggungjawab Samsat Pasuruan. Sebab sejak adanya pemekaran wilayah hukum Polres Pasuruan Kota, hingga saat ini berkasnya masih dibiarkan menumpuk di Samsat Bangil.
     Di kesempatan sama, Kanit Reg Ident (KRI) Satlantas Polres Pasuruan, Iptu Meita Anissa Saputra membenarkan hal itu, menurutnya, hingga kini pihaknya masih sulit koordinasi terkait pemindahan berkas yang menjadi tanggungjawab Samsat Pasuruan itu.
     "Memang harusnya dipindah ke Samsat Pasuruan, kami masih kesulitan koordinasi terkait hal ini, "ujarnya. (Lis)

Tim Penilai Internal Mabes Polri Datangi Polres Pasuruan Kota

Saat tim Mabes Polri diterima di Mapolres Pasuruan Kota

Pasuruan, Pojok Kiri
     Kamis (28/3), Tim Penilai Internal (TPI) Mabes Polri datang ke Polres Pasuruan Kota.
     Kedatangan mereka untuk melakukan pengecekan terkait persiapan pembangunan dan pelayanan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) masyarakat.
     Didampingi Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Agus Sudaryatno S.IK, tim yang dipimpin Kabag Anev Rorenmin Itwasum Polri, Kombes Pol Drs Yoyok Sri Nurcahyo M.Si ini melakukan pengecekan terhadap sejumlah tempat dan ruang pelayanan yang ada di Mako Polres Pasuruan Kota, termasuk pelayanan di KB Samsat serta Satpas Satlantas Polres Pasuruan Kota.
     Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Agus Sudaryatno mengatakan, melalui layanan ZI menuju WBK dan WBBM di tubuh Polri ini, intinya secara totalitas ingin melakukan perubahan yang lebih baik dan optimal, baik perubahan dalam manajemen, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, serta penguatan kwalitas terhadap pelayanan publik.
     "Tujuan perubahan ini tentunya agar institusi Polri menjadi institusi yang lebih nyaman, baik dan mudah bagi masyarakat, khususnya di bidang pelayanan dan penanganan, "ujarnya. (Lis)
KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas