RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Dinas Perikanan Hadir Di Pasar Murah, Jual Berbagai Macam Produk Olahan Ikan Dengan Harga Murah!

Kadis Perikanan, Slamet Noerhandoyo Saat cek produk yang dijual



Pasuruan, Pojok Kiri
     Bertempat di Lapangan Desa Jeruk Purut, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Selasa pagi (14/05) hingga Rabu (15/05) Pemkab Pasuruan mengawali giat pasar murah dengan tema 'Pasar Murah Ramadhan 2019'.
     Selanjutnya pasar murah akan berpindah, dengan jadwal, pada 16 Mei di pasar murah berada di Lapangan Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, 21 Mei di Lapangan Desa Gerbo, Purwodadi, 22 Mei Lapangan Desa Sambisirah, Wonorejo, dan pada 23 Mei di Lapangan Desa Kemantrenrejo, Kecamatan Rejoso.
     Selama giat pasar murah Ramadhan 2019 ini, salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang turut andil menjual barang makanan pokok adalah Dinas Perikanan.
     Dinas yang dipimpin Slamet Noerhandoyo ini menggelontor berbagai jenis produk olahan ikan dan dijual dengan harga lebih murah dibanding harga pasaran.
     Produk olahan ikan yang dijual oleh Dinas Perikanan didatangkan dari UKM yang dibinanya, meliputi bakso ikan, sosis ikan, abon ikan, dendeng ikan, kornet ikan dan banyak ragam lainnya.
    Kadis Perikanan, Slamet Noerhandoyo didampingi Sekretaris Tri Irawati dan Kepala Bidang Usaha Perikanan, Soegeng Soebijanto beserta sejumlah staf bersama-sama meramaikan stand di pasar murah itu hingga ikut melayani para pembeli.
     Terpantau di lapangan, sejak pasar murah dibuka oleh Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, stand Dinas Perikanan menjadi salah satu stand favorit yang diserbu pembeli.
     Salah satu pembeli asal Gempol bernama Lalilatus Sa'diyah saat ditanya Pojok Kiri mengaku membeli karena harganya murah dan produknya bagus.
    "Murah harganya, untuk kornet ikan kalau di toko harganya Rp. 13 hingga 14 ribu. Ini saya hanya beli dengan harga Rp. 11 ribu. Kan lumayan, "ucapnya.
     Slamet Noerhandoyo menandaskan, dijualnya produk olahan ikan dengan harga murah itu sesuai dengan tujuan kegiatan, yakni untuk mengurangi beban masyarakat, khususnya pada bulan Ramadhan yang harga-harga cenderung naik. (Lis)

Jangan Lihat Tretes Dari Prostitusinya, Disini Ajang Kuliner Yang Lengkap

Nikmatnya jagung bakar di Tretes

Pasuruan, Pojok Kiri
     Kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan bisa dikatakan sebagai kawasan yang sudah terkenal di seluruh Nusantara bahkan dunia. Lokasinya yang berada di atas pegunungan dengan udara yang sejuk menjadikan Tretes banyak dikunjungi wisatawan.
    Namun banyak yang memandang kawasan Tretes merupakan kawasan dengan beribu kupu-kupu malam sehingga menjadi terkenal dan fenomenal. Padahal jika otak positif yang digunakan untuk memandang serta melihat sudut-sudut Tretes, bukan dunia prostitusi itu yang mendominasi. Di kawasan ini adalah ajangnya kuliner.
      Anggapan Tretes sebagai wisata pemuas nafsu adalah salah kaprah. Soal dunia di atas kasur itu, hampir semua kota ada. Dan semuanya tentu saja ilegal alias keberadaannya dilarang. Demikian juga dengan Tretes, pemerintah Kabupaten Pasuruan tidak pernah melegalkan, bahkan melarang dan sering melakukan penangkapan terhadap para prostitusi liar yang ada di Tretes. Artinya, secara legal tidak ada yang namanya wisata pemuas nafsu di Tretes.
     Sementara soal kuliner, di Tretes sangat lengkap. Di kawasan ini bisa dikatakan sebagai sorganya kuliner. Bergai farian makanan ada di sini, seperti wedhang Ronde, jagung bakar, sate Kelinci, bakso, rawon, gule dan berbagai jenis makanan lain ada, termasuk jika ada yang ingin mengadakan acara bakar-bakar kambing dengan keluarga, di sini kambing guling juga sedia. Tinggal pesan langsung antar.
      Untuk menikmati kuliner di Tretes datanglah pada malam hari. Di kawasan ini, lapak-lapak para pedagang kaki lima baru digelar sekitar jam empat sore dan mulai ramai setelah maghrib menjelang.
      Di Tretes  juga tersedia banyak warung kopi lesehan di tepi-tepi jalan. Bagi yang suka nongkrong sambil menikmati kopi bareng teman atau keluarga, Tretes adalah tempat yang sangat nyaman.
      Suasana malam diTretes akan sangat berbeda dibanding kawasan lain. Udaranya yang dingin dengan hawa romantis terasa menggoda untuk mengunyah jagung bakar yang penjualnya banyak memenuhi jalan-jalan kawasan Tretes.
      Penasaran? Datang saja ke Tretes. Nikmati kulinernya, abaikan pandangan buruknya. (Sulis)

Festival Mangga Klonal 21 Kabupaten Pasuruan, Bupati Ajak Pengunjung Berwisata Mangga

Story, Bupati dan wakil Bupati bersama warga yang menikmati festival mangga

Pasuruan, Pojok Kiri
    Sabtu (27/10) dan Minggu (28/10) Pemkab Pasuruan menggelar acara Festival mangga klonal 21 atau yang dikenal dengan mangga alpukat. Kegiatan selama Dua hari ini dilaksanakan di kawasan kebun mangga Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang.
     Festival yang diikuti oleh puluhan pedagang mangga ini pada hari pembukaan, Sabtu (27/10) dihadiri oleh Wakil Bupati Pasuruan, KH Mujib Imron atau yang karib disapa Gus Mujib. Dalam kesempatan itu, ia sekaligus membuka acara festival.
     Dalam sambutannya, Gus Mujib mengingatkan petani mangga alpukat atau mangga klonal 21 untuk terus kompak sesama petani, baik itu menjaga kwalitas mangganya termasuk dalam hal harganya.
    Untuk mangga klonal 21 di tingkat pedagang saat ini harganya cukup stabil yakni Rp.25 ribu perkilo gram. Harga ini kata Gus Mujib agar tidak ada yang bermain dengan menurunkan dengan tujuan merusak harga.

     "Dalam hal ini semua pihak terkait, mulai desa, OPD terkait harus selalu mengawasi, siapa yang mau merusak harga kasih tegoran, kasih sangsi jika perlu. Mangga Pasuruan ini sudah punya nama kuat, jadi jangan karena demi untung besar lalu merusaknya, "ujar Gus Mujib.
     Sementara itu, pada hari ke Dua, Minggu (28/10), giliran Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf hadir dalam festival yang memanjakan petani dan pedagang mangga itu. Ia didampingi para kepala OPD selain memantau jalannya festival, juga melakukan langkah promo wisata petik mangga.

    "Untuk mangga Pasuruan ini namanya sudah tak diragukan lagi, sangat ngetop. Pembeli juga sudah datang dari berbagai daerah termasuk luar negeri. Selanjutnya kita juga kuatkan dari sisi wisatanya yang berkaitan dengan mangga, yakni wisata petik mangga. Jadi pengunjung yang datang ke Oro-Oro Ombo termasuk desa lain di Kecamatan Rembang nanti tak hanya datang untuk membeli mangga dari pedagang, juga langsung datang ke kebun mangga petani untuk menikmati wisata petik mangga. Keren kan? Datang ke Kabupaten Pasuruan tidak menikmati petik mangga rugi gaess, "ucap Irsyad Yusuf sambil tertawa.
     Sementara itu, acara festival mangga di Oro-Oro Ombo tersebut, selain menjual mangga utuh, warga sekitar juga menjual kreasi makanan dari bahan dasar mangga, seperti bakpo mangga, jenang mangga dan lain sebagainya. (Lis)

Mengulang Sukses, Mangga Alpukat Pasuruan Kembali Diundang Ikut Pameran Di Mangga Dua Square Jakarta

Kenangan, saat Bupati Irsyad Yusuf mempratekkan cara membuka mangga alpukat di Mangga Dua Square 2017 lalu

Pasuruan, Pojok Kiri
     Nopember 2017 lalu, petani mangga Pasuruan dengan mangga andalannya clonal 21 atau yang populer dengan sebutan mangga alpukat meraup sukses dan untung besar karena mampu menjual mangga dalam jumlah puluhan ton di acara pameran tunggal yang digelar oleh pihak manajemen sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di Jl. Gunung Sahari Raya No. 1, Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara bernama Mangga Dua Square.
     Banyaknya pengunjung yang datang dan menyerbu pameran tunggal mangga Pasuruan saat itu rupanya membuat pihak manajemen Mangga Dua Square terpikat untuk kembali mengundang petani mangga Pasuruan datang dan berjualan di pusat perbelanjaan yang diresmikan tahun 2005 itu.
    Ikhwan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan membeberkan diundangnya lagi petani mangga Pasuruan untuk difasilitasi dalam ajang pameran tunggal oleh manejemen Mangga Dua Square.
    Kepada Pojok Kiri, Senin (22/10), Ikhwan menuturkan, bahwa pihak Mangga Dua Square di tahun 2018 ini telah menyiapkan sebuah acara pameran tunggal untuk petani mangga Pasuruan. Kegiatan pameran ini akan dilaksanakan selama 7 hari terhitung sejak tanggal 11 hingga 18 Nopember 2018.
    Namun lanjut Ikhwan, untuk pameran tahun ini ada perbedaan. Jika tahun 2017 lalu pameran hanya fokus pada produk mangga clonal 21, tahun ini semua produk unggulan yang dimiliki Kabupaten Pasuruan, seperti kopi Kapiten, serta produk unggulan lain ikut dipamerkan.
     "Tentunya kita patut bangga karena pihak manajemen Mangga Dua Square begitu percaya dan berharap Kabupaten Pasuruan mau mewarnai gelliat bisnis di pusat perbelanjaan yang sangat bergengsi itu. Harapannya tentu semoga para petani bisa meraup untung dari pameran yang digelar nanti, "ucap Ikhwan. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas