RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Mangkir 3 Kali Panggilan Jaksa, 2 Tersangka Dugaan Korupsi TKD Bulusari Dijemput Paksa

Yudono dan Bambang saat proses penahanan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Yudono, mantan Kepala Desa dan Bambang Nuryanto mantan Ketua BPD Bulusari, Kecamatan Gempol dijemput paksa oleh tim penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan, Kamis pagi (17/10) sekira pukul 05. 00 WIB.
    Penjemputan paksa ini dilakukan setelah keduanya selalu menghindar dari panggilan yang sudah 3 kali dilayangkan.
    Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra kepada wartawan menyampaikan, Yudono dan Bambang Nuryanto sejak ditetapkan tersangka tidak kooperatif saat dipanggil. Mereka kompak tidak datang dengan alasan sakit bahkan tanpa alasan untuk panggilan ke Dua dan Ke Tiga.
     Sementara itu, saat proses penangkapan atau penjemputan paksa, tim dari seksi Pidana Khusus tidak mengalami kesulitan. Sebab saat dilakukan jemput paksa, Yudono masih dalam kondisi tertidur di ruang tamu rumahnya.

    Demikian juga dengan Bambang, mereka sama-sama sedang menikmati mimpi, tanpa sadar jika dirimya sudah ditunggu oleh tim dari Kejari Kabupaten Pasuruan.
     Pagi itu, ke Duanya lalu digelandang menuju kantor Kejari Kabupaten Pasuruan di Raci.
     Setelah berada di kantor Kejari, ke Duanya menunggu proses penahanan. Selama proses menunggu itu, ke Duanya didatangi pengacaranya lalu melakukan upaya agar kliennya tidak ditahan.
    Namun karena sikap Yudono dan Bambang tidak kooperarif, jaksa dengan kewenangan subyektifnya dikhawatirkan tersangka melarikan diri, maka keduanya dilalukan penahanan.
    Proses penahanan ini dilakukan jaksa sekira pukul 15. 15 WIB. Keduanya ditahan selama kurun waktu 20 hari ke depan.
     Kasi Pidsus Denny Saputra menegaskan, untuk penahanan yang dilakukan sudah sesuai prosedur hukum.
     Sementara itu, pengacara Yudono, Nur Qosim mengaku akan melakukan upaya hukum berupa praperadilan, serta upaya penangguhan penahanan karena kliennya sedang sakit dan masih dalam upaya menggugat secara perdata atas tanah yang dianggap milik desa.
     "Kami akan upaya hukum praperadilan. Sebab tanah yang dianggap sebagai tanah kas desa (TKD) itu sebenarnya tanah milik pribadi. Saat ini masih proses gugatan perdata. Untuk upaya penangguhan penahanan juga akan kami lalukan karena klien kami sedang sakit, "ujar Nur Qosim.
     Untuk diketahui, ditahannya Yudono dan Bambang ini karena keduanya diduga telah melakukan korupsi uang negara melalui giat penambangan tanah kas desa (TKD).
    Hasil dari penambangan itu tidak dimasukkan kas desa, akan tetapi digunakan untuk kepentingan sendiri.
    Hasil lidik hingga penyidikan di tingkat Kejari Kabupaten Pasuruan, sebagaimana dikatakan Kasi Pidsus,  jumlah uang negara yang dinikmati oleh kedua tersangka mencapai Rp. 3 milyar. (Lis)

Kasus Dugaan DokterTerlantarkan Pasien Di RSUD Bangil, Kata Wadir, M. Jundi, Dokter Yang Bersangkutan Mengundurkan Diri

Manajemen RSUD Bangil saat hadiri panggilan dewan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Kasus dugaan penerlantaran pasien Leo Kimia bermana Eko BS (38) warga Desa Lumbang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan oleh dokter RSUD Bangil yang berakibat pada kematian si pasien berbuntut pada pemanggilan manajemen RSUD Bangil oleh Komisi 4 DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin (14/10).
     Dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Andre Wahyudi yang dihadiri para pimpinan Komisi 4 dan keluarga pasien, diantaranya Joko Cahyono dan istri korban iin, serta salah satu saudaranya, Komisi 4 lalu mempertemukan mereka dengan manajemen yang dihadiri Plt Direktur, Agung Basuki Wadir, M. Jundi, serta dua staf perempuan.
    Dalam pertemuan itu, tak tampak sosok dokter Vidya Eka Damayanti yang terlibat langsung dalam persoalan ini serta yang dianggap bertanggungjawab kaitannya Poli Penyakit Dalam dimana sang pasien dirawat.
    Dalam pembukaan narasi pembicaraan, Agung Basuki sang Plt Ditektur yang diberi kesempatan berbicara lebih awal oleh pimpinan rapat, Andre Wahyudi langsung menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh anak buahnya.
     Menurut Agung, memang tidak pantas dan melanggar etika ketika ada dokter yang bersikap kasar, baik kepada pasien maupun keluarga pasien.
     "Untuk itu saya selaku pimpinan di RSUD Bangil meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini, "kata Agung.
     Setelahnya, pembicaraan disampaikan oleh Wakil Direktur Pelayanan, M. Jundi.
     Di hadapan para wakil rakyat dan keluarga korban, M. Jundi menyampaikan bahwa untuk dokter Vidya sedianya ingin diajak untuk menghadiri panggilan DPRD ini. Namun menurutnya, dokter Vidya secara lisan sudah menyampaikan risent (pengunduran diri, red).
     "Maunya tadi itu dokter Vidya kami ajak untuk ikut datang ke DPRD ini, akan tetapi saya dapat penyampaian secara lisan bahwa yang bersangkutan risent, "kata M. Jundi.
     Lepas dari itu, dalam pertemuan yang digelar di salah satu ruang rapat kantor DPRD Kabupaten Pasuruan itu, istri korban sempat menceritakan kasus sebenarnya soal penanganan atas suaminya yang dirawat selama 5 hari sejak Kamis, 03 Oktober hingga Senin, 07 Oktober 2019.
    Dalam ceritanya, ia menyampaikan bahwa sejak masuk perawatan di RSUD Bangil, dokter yang bertanggungjawab yakni dokter Vidya tidak berada di tempat, ia baru muncul pada tanggal 07 Oktober dimana sorenya suaminya meninggal dunia.
     "Jadi selama dirawat di RSUD Bangil,  suami saya belum pernah mendapat kunjungan dari dokter Vidya. Yang ada hanyalah para perawat. Ketika memberikan obat juga hanya via WA antara dokter Vidya dan perawat. Dia sama sekali tidak melihat kondisi suami saya, "ungkap iin, istri korban.
     Catatan berikutnya, setelah datang pada 07 Oktober, yang kemudian dokter Vidya ditemui oleh Joko Cahyono salah satu keluarga korban, terjadilah adu mulut karena menurut Joko, dokter Vidya menyampaikan informasi salah dan marah-marah, yang berlanjut pada saling bentak dengan lontaran kalimat bahwa dokter Vidya istri tentara yang menurut M. Jundi itu adalah reflek karena Joko gebrak meja, nuding dan bilang jancok serta bilang ia anggota dewan.
    Namun Joko yang secara gentel hadir dalam pertemuan dengan Komisi 4 DPRD itu menegaskan, sikap kerasnya juga reflek karena dokter Vidya saat ditanya kondisi pasien justru marah-marah.
     Dalam hal ini, Joko juga menyatakan sumpah bahwa ia tidak pernah memyampaikan dirimya anggota dewan.
     "Sumpah demi Allah, demi Rosulnya, saya tidak pernah mengatakan itu kepada dokter Vidya, justru ia yang marah-marah dan bilang ia istri tentara, "ucap Joko Cahyono. (Lis)

Berobat Ke RSUD Bangil, Bukan Sembuh, Pasien Malah Tewas, Diduga Ada Kelalaian Dokter

Lebel: RSUD Bangil
Pasien, Eko BS saat masih menjalani perawatan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Eko BS (38) warga Desa Lumbang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan tewas saat di rawat inap di RSUD Bangil, Senin sore (07/10) sekira pukul 17.00 WIB.
     Tewasnya pasien yang selama 3 hari rawat inap ini diduga akibat ada kelalaian dokter yang tidak mengunjungi pasien (visit) berkala demi melaksanakan kegiatan lain.
     Catatan dugaan kelalaian ini disampaikan oleh Joko Cahyono selaku keluarga pasien. Joko yang seorang anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dengan jabatan ketua Komisi 2 serta ketua Fraksi Nasdem ini mengaku sempat menjenguk pasien di ruang HCU Lantai III sekira pukul 13. 00 WIB sebelum pasien meninggal dunia.
     Saat menjenguk, Joko mengaku menerima curhatan dari keluarga lain yang menjaga.
     Menurut keluarga sebagaimana disampaikan Joko, pada hari sebelum pasien meninggal dunia, pasien tidak diperiksa secara berkala (divisit) oleh dokter yang bertanggungjawab, yakni dr Widya Eka Damayanti.
    Saat dicari data perkembangan, ternyata ada penurunan sel darah putih setelah Tiga hari dirawat. Sebelum masuk perawatan, jumlah sel darah putih 161, anehnya, setelah dirawat selama 3 hari justru turun menjadi 116.
     Melihat fakta itu, Joko lalu mengkonfirmasi perkembangan pasien ke dr Widya. Namun bukan keterangan baik dan valid yang didapatkan, dokter yang bertanggungjawab terhadap pasien Eko BS justru marah-marah dan berkata kasar.
     “Saat itu saya mengingatkan bahwa tindakan dokter tidak melakukan visit itu salah. Namun bukannya ia meminta maaf, saya justru dibentak dan mengaku tidak takut dengan LSM. Saya jelaskan bahwa saya bukanlah LSM yang mungkin dianggap menakut-nakuti paramedis. Saya bilang bahwa saya adalah keluarga pasien yang ingin mengetahui perkembangan kesehatannya. Eh dia malah makin marah, "kenang Joko.
     Menurut Joko, dr Widya malah nantang dan mengatakan tidak peduli dengan LSM.
    “Saya tidak peduli kamu LSM, suami saya tentara,” ujar Joko menirukan ucapan dr Widya.
     Setelah mendapat perlakuan buruk dokter di RSUD Bangil,Joko lalu menyampaikan hal ini ke Plt Direktur, dr Agung Basuki yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan.
     Menurut Joko, direktur sudah merespon dan berjanji akan menindaklanjuti.
    dr. Agung saat ditanya wartawan berjanji akan melakukan evaluasi terhadap dokter yang arogan.
     Namun ada hal lain yang menjadi dampak dari sikap tidak profesional dan menyalahi prosedur yang dilakukan dr. Widya. Pasien Eko BS hari itu meninggal dunia.
     Kematian yang diduga akibat keteledoran paramedis RSUD Bangil ini mengetuk Ketua Yayasan Lembaga Hukum Perlindungan Konsumen dan Pelaku Usaha (YLHPK-PU) Edi Santoso. Kepada Pojok Kiri, ia mengaku akan menginvestigasi. (Lis)

15 Oktober 2019, Sidang Perdana Tersangka Korupsi Dispora, Lilik #Calon Tersangka Baru Tinggal Menghitung Hari

Lilik Wijayanti

Pasuruan, Pojok Kiri
     Tak lama lagi, tepatnya tanggal 15 Oktober 2019, sidang perdana tersangka kasus dugaan korupsi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan, Lilik Wijayanti digelar. Hal ini sebagaimana disampaikan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra kepada Pojok Kiri, Rabu (02/10).
     Atas penetapan jadwal sidang tersebut, maka tak lama lagi dapat dipastikan akan ada penetapan tersangka baru untuk sama-sama menikmati bui bersama Lilik. Hal ini sebagaimana yang disampaikan jaksa beberapa waktu sebelumnya, bahwa penetapan tersangka baru menunggu ocehan terdakwa dan para saksi dalam sidang.
     Lilik sendiri saat dijebloskan ke dalam penjara begitu keras berteriak bahwa dalam hal pemotongan uang kegiatan, ia disuruh oleh atasannya yakni Kadispora, Munib. Nilainya 10 perses dari nilai anggaran masing-masing kegiatan.
     Catatan lain terkait teknis pelaksanaan kegiatan sebagaimana dikatakan Lujeng Sudarta, Direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (Pusaka), tidak bisa sebuah kegiatan di pemerintahan dilakukan sendiri, yang artinya pelaksanaan legiatan melibatkan sejumlah unsur, mulai PPKom, PPTK, Bendahara, termasuk para rekanan.
    Catatan ini tak bisa dipungkiri dan tak bisa diabaikan. Artinya dalam hal dugaan korupsi Dispora sebagaimana dikatakan Lujeng, wajib bagi jaksa untuk menyerat beberapa tersangka lain termasuk Munib mantan Kadispora.
      Lepas dari itu, janji jaksa terkait penetapan tersangka baru setelah mendengar keterangan saksi dan ocehan Lilik dalam sidang sudah ditunggu-tunggu oleh banyak kalangan. Lantas siapa tersangka baru yang akan segera menyusul Lilik ke dalam bui? (Lis)

Perampok Gegerkan Perum Pesona Candi, Pasuruan

Pelaku

Pasuruan, Pojok Kiri
     Perum Pesona Candi 7 Blok CD, Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Kamis (26/09) heboh. Pasalnya, ada seorang pria bernama Erwin Cahyono Putro (27), yang disebut sebagai warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan tertangkap saat hendak merampok di Kantor Permodalan Nasional Madani (PNM).
     Kapolsek Bugul Kidul, AKP Paulus Sujatmiko menceritakan, saat itu pelaku datang ke kantor Permodalan Nasional Madani dengan berdalih menjadi petugas PDAM pada salah satu karyawan bernama Tari Diah Ambarwati (23). Setelah itu, pelaku meminta secarik kertas untuk menulis meteran.
Warga saat menghajar

     Tanpa disadari saat karyawan Kantor Permodalan Nasional Madani mau mengambil kertas, pelaku langsung mendekap dan mengalungkan celurit ke tubuh karyawan tersebut.
     Namun aksi jahat pelaku gagal. Sebab si karyawan melawan dengan menyikut kepala korban. Korban yang kaget lalu melepaskan dekapannya, lalu si karyawan keluar ruangan sambil minta tolong dengan berteriak.
     Dari teriakan itulah, warga berhamburan keluar. Mereka lalu mengejar si pelaku, yang akhirnya berhasil menangkap.
     Marah dengan ulah penjahat itu, warga lalu menghajarnya secara beramai-ramai.
     Sebelum nyawanya melayang, ptugas Polsek Bugul Kidul datang di lokasi. Pelaku lalu diamankan lalu dijebloskan ke sel. (isb)

Ditahan Jaksa, Lilik, Mantan Kabid Olahraga Dispora Sebut Dirinya Disuruh Munib, Ada Nilai 10 Persen Yang Harus Disetor Dalam Tiap Kegiatan

Lilik saat digelandang menuju mobil tahanan



Pasuruan, Pojok Kiri
     Lilik Wijayanti, Mantan Kabid Olahraga di Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan yang kini berdinas di Bakesbangpol akhirnya dijebloskan ke dalam penjara oleh penyidik Kejari Kabupaten Pasuruan, Kamis (19/09) sekira pukul 17.00 WIB.
     Penahanan Lilik ini dilakukan bertepatan proses pelimpahan (Tahap 2) dari Penyidik Ke bagian penuntutan.
     Saat digelandang menuju kendaraan tahanan, Lilik yang  mengenakan pakaian hitam bercadar didampingi pengacara, Elisa. Lilik yang tampak begitu shok berteriak lantang kepada para wartawan yang menunggu, bahwa dirinya disuruh Munib mantan Kadisnya.
     "Saya hanya disuruh Munib, dia itu bajingan, setiap kegiatan saya diminta 10 persen disetor langsung ke bendahara dipotong melalui PPTK, "teriak Lilik.
     Untuk penahanan ini menurut Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra, pihaknya akan melakukan penahanan selama 20 hari hingga proses pelimpahan ke pengadilan Tipikor.
     Sementara itu, pengacara Lilik, Elisa mengatakan, pihakmya akan mengupayakan penangguhan penahanan atas kliennya. (Lis)
KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas