RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Asper Mencla Mencle, Pernah Bilang Tak Ada Rumdin Perhutani Disewakan Untuk Vila, Kini Mengakui Sudah Ada Ijin Resmi     

Salah satu kegiatan cewek cowok di vila Perhutani


Pasuruan, Pojok Kiri
     Soal Rumah Dinas (Rumdin) Perhutani yang ada di Jalan Wilis, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan berubah jadi vila dan karaoke serta disewakan untuk umum dan bebas, Nur Khasan, Asper Asisten Perhutani (Asper) wilayah Lawang Barat yang membawahi wilayah Prigen yang sebelumnya mengelak kalau tidak ada rumah dinas disewakan menjadi villa karaokean, kini mengakui, bahkan menyebut sudah ada ijinnya.
     "Betul disewakan, dan ada surat ijinnya, "ucapnya saat ditemui Pojok Kiri di tempat kerjanya, Senin (16/09).
Rumdin Perhutani yang jadi vila dan giat mesum di dalamnya

     Namun Pojok Kiri yang meminta ditunjukkan surat ijin untuk peralihan fungsi itu, sang Asper berdalih suratnya ada di kantor Malang.
     Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Rumdin Perhutani yang ada di Prigen berubah fungsi jadi vila mesum dan tempat karaoke. Pojok Kiri yang menelusuri kegiatan itu mendapatkan fakta, di Vila Perhutani itu disewakan secara bebas untuk laki-laki dan perempuan yang ingin melampiaskan nafsunya.
    Di tempat itu juga ada sarana karaoke. Bagi yang doyan mabok, di Rumdin Perhutani yang sudah jadi vila itu juga bebas. (isb)

Soal Rumdin Perhutani Di Pecalukan , Prigen Dijadikan Vila Mesum Dan Tempat Karaoke, Mantri Hutan Sebut Sudah Ada Ijin KRPH Malang

Rumdin Perhutani yang kini berubah fungsi menjadi vila dan tempat karaoke

Pasuruan, Pojok Kiri
     Terkait Rumah Dinas (Rumdin) Perusahaan Hutan Negara Indonesia (Perhutani) yang berada di Jalan Wilis, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan berubah menjadi vila bebas alias vila yang digunakan untuk mesum serta sebagai tempat karaoke, sejumlah pegawai Perhutani yang memiliki jabatan lumayan tinggi di Wilayah Resort Pemangku Hutan (RPH) Regional Malang yang meliputi Mantri Hutan wilayah Prigen, Humas Perhutani Regional Malang, bahkan sampai Asisten Perhutani (Asper) saling lempar tanggungjawab saat ditanya Pojok Kiri.
    Dwi, Mantri Hutan wilayah Prigen saat dikonfirmasi Pojok Kiri di kantor Unit Pelaksana Pengembangan Perlebahan ( UP3) Perum Perhutani Unit II Jawa Timur (Jatim) yang ada di kawasan Pedukuhan Pesanggrahan, Kecamatan Prigen, Kamis (12/09), ia mengatakan kalau villa itu sudah mendapat ijin dari Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Malang.
Salah satu aktivitas berkaraoke dan bermesum ria di Vila Perhutani

     Namun soal ijin yang dimaksud, Dwi tidak mampu menunjukkan fisik ijinnya ketika diminta oleh Pojok Kiri. Dwi malah meminta Pojok Kiri untuk menghubungi bagian Humas kantor di Malang.
     Selanjutnya Pojok Kiri menghubungi Humas KRPH Regional Malang yang bernama Dedi melalui nomor phonsel 0812-3302-7xxx. Lucunya, Dedi mengaku tidak mempunyai hak untuk menjawab dan dialihkan kepada Asper wilayah Lawang Barat yakni di Kabupaten Pasuruan.
     Sementara sang Asper, Nur saat dicari di kantornya tidak berada di tempat. Ia yang kemudian dihubungi di nomor ponselnya 0813-3348-8377 mengatakan kalau di Prigen tidak ada rumah dinas Asper.
     Rumah dinas Perhutani yang konon berubah fungsi menjadi vila dengan sebutan Vila UP3 ini memang bukan rahasia baru. Selama ini Vila yang kini disewakan secara bebas bahkan dilengkapi sarana karaoke termasuk menjadi sorga orang-orang untuk berbuat mesum ini sudah dipublikasikan dengan sengaja masuk dalam sebutan penginapan.
     Entah ada ijinnya atau tidak, yang pasti Pojok Kiri telah mendapati fakta, vila itu bisa disewa secara bebas baik untuk istirahat biasa maupun untuk berpesta dan bermesum ria. (isb)

Edaan....!!! Rumah Dinas Perhutani Dijadikan Tempat Karaoke Dan Vila

Rumdin milik Perhutani yang dufungsikan jadi vila dan tempat karaoke

Pasuruan, Pojok Kiri
     Rumah dinas (Rumdin) milik Perusahaan Hutan Negara Indonesia (Perhutani) seharusnya memiliki fungsi sebagai tempat menginap atau tinggal para pegawainya. Namun tidak dengan Rumdin milik Perhutani yang ada di Jalan Wilis, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan ini. Rumah rumah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia ini bukannya ditempati pegawainya, malah disewakan sebagau vila mesum dan tempat karaoke.
     Fakta Rumdin itu dijadikan vila untuk disewakan secara umum didapati saat Pojok Kiri ketika mendatanginya pada Rabu malam (11/09). Salah satu warga sekaligus penjaga vila bernama Sahid mengatakan, rumah itu merupakan Rumdin Asisten Perhutani (Asper) perhutani, "Betul mas, rumah itu sebenarnya milik pak Asper, "ucapnya.
     Menurut Sahid, Rumdin itu sudah lama difungsikan menjadi vila.
     "Sudah lama tidak ditempati, dan di fungsikan menjadi vila, "Tukasnya.
     Hingga berita ini turun, Pojok Kiri belum mendapatkan konfirmasi dari pihak Perhutani. (isb)

Beredar Kabar Ada Purel Tretes Hamil. Apes, Kades Lecari Yang Diminta Tanggungjawab

Anggel

Pasuruan, Pojok Kiri
     Seorang perempuan yang sebagaimana informasi bekerja sebagai purel Tretes bernama Angel (19) asal Blitar teriak dirinya hamil. Lucunya, seorang Kades bernama Busro yang menjabat di Desa Lecari, Sukorejo dianggap sebagai pria yang bertanggungjawab karena pernah menidurinya.
    Kabar purel hamil dan minta tangungjawab Kades Lecari ini sudah menyebar se kampung, juga kampung tetangga. Tak hanya itu, para staf kecamatan juga mendengar termasuk camatnya sendiri.
     Pojok Kiri yang berusaha mengkonfirmasi Busro, Selasa (10/09), hingga berita ini turun belum berhasil. Ia yang dihubungi Pojok Kiri melalui nomor ponselnya 08125286XXX sekira pukul 11.00 WIB menjawab bahwa dirinya sedang berada di Malang.
Kades Lecari, Busro

    Terpisah, Camat Sukorejo, Diano saat dikonfirmasi Pojok Kiri di hari yang sama membenarkan adanya kasus purel hamil dan meminta tanggungjawab Kades Lecari ini. Bahkan menurut Diano, Ia bersama Kapolsek Sukorejo sudah mengkinfirmasi si Kades.
     "Memang betul ada kabar tersebut, kami juga sudah memanggil yang bersangkutan Senin (09/09) kemarin. Intinya kami berikan pembinaan tentang perbuatannya yang akhirnya berbuntut panjang. Dalam hal ini pak Kades mengakui pernah meniduri si Anggel sekali di sebuah vila kawasan tretes, Anggel itu sendiri menurut pak Kades juga merupakan purel di salah satu villa di Tretes, "terang Camat Diano.
    Kabar terakhir yang didapat Pojok Kiri, si Anggel yang disebut sebagai purel Tretes ini membawa kasus kehamilannya ke Polres Pasuruan. (isb)

Senok Tretes Sarang HIV, 3 Orang Positif Kata Pak Pol PP

Saat operasi di gang Sono

Pasuruan, Pojok Kiri
     Awas!!! Bagi yang pernah coba jajan cewek di Tretes, Prigen, segera periksakan diri, apalagi yang saat 'ngeclup' ga pakai kondom, sangat mengerikan!
     Ini temuan dari Satpol PP Kabupaten Pasuruan. Penegak Perda yang melakukan operasi pada Senin petang (29/04) sekira pukul 18.10 WIB mendapati ada 3 cewek penjaja cinta alias pekerja sex yang positiv mengidap HIV usai dilakukan pemeriksaan kesehatan.
     Petang itu pasukan yang dipimpin Kasi Pebertiban, Ajar Dolar melakukan operasi di sejumlah wisma dengan pola 'jebakan batman'. Mereka melakukan operasi lebih sore, berbeda dari biasanya.
     Para pemuas nafsu yang ada di sejumlah wisma tentu saja tidak menyangka akan ada Satpol PP yang melakukan operasi di petang itu. Mereka yang masih mau berdandan bahkan ada yang masih malas-malasan tertangkap dan tak berkutik.
     Hasil operasi petang itu, Satpol PP Kabupaten Pasuruan mengamankan 9 orang PSK dalam kondisi wajah masih kumus-kumus karena bedaknya belum dicatkan ke wajahnya. Setelah dilakukan tes kesehatan, 3 diantanya diketahui positiv HIV.
     Kepada Pojok Kiri, Salasa (30/04), Ajar Dolar mengatakan, 9 PSK yang ditangkap itu berasal dari sejumlah wisma, meliputi Wisma Jayadi, Wisma Bogang dan Wisma Darmik. Ke Tiga wisma itu berada salah satu gang fenomenal di Prigen, yakni Gang Sono. (Lis)

Kawasan Wisata Panci, Pandaan Akeh Senuke, Satpol PP Ngamuk!

Para Senok di kawasan wisata panci yang ditangkap

Pasuruan, Pojok Kiri
      Memalukan!!! Kawasan yang selama ini masuk peta jujugan wisata dengan jualannya berupa panci sehingga disebut kawasan Wisata Panci ternyata banyak PSK alias Senok.
      Kawasan Wisata Panci yang masuk Dusun Sukorejo, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan ini bersebelahan langsung dengan kawasan wisata Tamandayu. Di lokasi ini banyak wisatawan yang datang untuk membeli panci.
     Banyaknya Senok yang menjajakan tubuhnya di kawasan itu tentu saja sangat memalukan. Sebab wisatawan cukup disuguhi panci, bukan senok.
      Marah!!! Pemkab Pasuruan melalui Satpol PP tidak mau dunia persenukan di wisata panci ini tumbuh subur. Satpol PP lalu bergerak melakukan penggerebekan.
      Kamis (25/04) sekitar pukul 11.30 WIB. Kawasan wisata panci didatangi oleh puluhan anggota Satpol PP. Mereka lalu menggerebek tempat nuk senukan di tempat itu.
      Ajar Dollar, Kabid Operasional mengatakan, dari hasil penggrebekan di kawasan Wisata Panci itu, petugas berhasil mengamankan 5 PSK. (isb/lis)

Selamat Datang Kawasan Wisata Karaoke Remang-Remang Ruko Meiko Nogosari, Pandaan, Kabupaten Pasuruan


Warung remang-remang di Meiko

Pasuruan, Pojok Kiri
     Kabupaten Pasuruan yang dikenal dengan sebutan daerah Santri ternyata sangatlah unik. Bayangkan saja, selain memang ribuan pesantren ada di wilayah yang menggunakan jargon Maslahat ini, di sisi lain dunia prostitusi dan bisnis tempat karaoke yang juga menyediakan purel alias pemandu lagu juga banyak.
     Kawasan Tretes, Prigen adalah yang paling terkenal. Disini tempatnya wanita-wanita berbedak tebal menyuguhkan dirinya untuk dinikmati laki-laki. Syaratnya harus bayar. Kalo mau gratis kucing saja lo bedakin lalu ajak kencan.
     Kawasan lain yang kini sangat marak prostitusi dan purel adalah Pandaan. Di kawasan ini ada sejumlah tempat wisata karaoke yang terang-terangan buka meski pemerintah melarang. Untuk dunia prostitusinya, kawasan ini lebih menggunakan sarana online bagi germo untuk transaksinya.
     Untuk tempat karaoke terkenal di Pandaan, sebut saja Srikandi, Tamandayu, MOM yang ada di depan rumah makan Cianjur, juga resto bintang di bypass.
     Tiga tempat karaoke ini adalah yang sudah lama dan tidak asing. Sementara tempat-tempat lain masih banyak bahkan sebagian mulai buka dan laris karena ada cewek-cewek sebagai daya tariknya.
     Yang paling baru adalah kawasan Ruko Meiko yang ada di Dusun Klangkung, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan. Di kawasan ini buka warung-warung karaoke yang di dalamnya menyediakan cewek-cewek sebagai teman bernyanyi. Para cewek itu bisa juga dipeluk mesra. Mantab...
     Setiap hari warung-warung yang isinya jualan kopi dan lagu di kawasan Meiko ini selalu buka. Di tempat ini, pengunjung tinggal pilih mana yang ia mau. Tinggal datang saja dan lihat purel mana yang ingin diajak nyanyi. Yang pasti macam-macam bodinya. Ada yang gemuk ada yang kurus. Pilih sesuai selera. Bahkan usianya muda-muda, mulai usia 16 tahun juga ada.
     Kabarnya lokasi ini sempat dilarang oleh Satpol PP?
     Urusan larang melarang itu tentu urusan berbeda. Yang pasti bisnis karaoke warung remang-remang tetap jalan, dan menjadikan Ruko Meiko, Nogosari sebagai kawasan wisata baru dunia gemerlap malam yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Diperbagus apa diberangus. (Lis)

Diobok-Obok Satpol PP, Bisnis Karaoke Bonus Purel Di Warung Remang-Remang Ruko Meiko, Nogosari Tiarap

Satpol PP saat obok-obok warung remang-remang di Ruko Meiko, Nogosari

Pasuruan, Pojok Kiri
     Warning keras yang disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kasatpol PP, Anang Saiful Wijaya, Senin (11/03) membuat para pemilik warung remang-remang di Ruko Meiko, Dusun Klangkung, Desa Nogosari, Pandaan tiarap.
     Meski mereka masih buka warungnya seperti biasa, akan tetapi untuk aktivitas karaoke dan penyediaan purel alias cewek pemandu lagu dihentikan.
     Fakta penghentian aktivitas bisnis karaoke dengan didampingi purel ini dibeber oleh Anang yang juga menjabat Asisten 1 Sekda Kabupaten Pasuruan.
     Kepada Pojok Kiri, Rabu (13/03), Anang menerangkan, pada Selasa malam (12/03) sekira pukul 21.00 WIB, pihaknya telah melakukan patroli dengan mendatangi Ruko Meiko. Dalam kegiatan itu, Anang menyebut ada 7 Ruko atau warung yang buka. Sementara para purel yang sebelumnya disediakan sudah menghilang.
     "Kegiatan karaoke sudah tidak ada, hanya ada musik-musik biasa saja. Demikian juga purel-purelnya, mereka juga sudah tidak ada, "ucap Anang.
     Anang menambahkan, para pemilik warung usai dipanggil pada Senin (11/03), mengaku takut untuk beraktivitas seperti semula. Disebut, mereka saat ini berupaya untuk mengajukan ijin bisnis karaoke.
Salah satu warung di Ruko Meiko yang sebelumnya menyediakan sarana karaoke

      "Hasil wawancara dengan beberapa pemilik warung, mereka tidak buka karaoke karena takut usai mendapat teguran dari kami (Satpol PP, red). Mereka mengaku ke depannya berusaha untuk memperoleh ijin usaha karaoke atau hiburan. Tapi saya tegaskan, untuk ijin usaha seperti itu di Kabupaten Pasuruan tidak akan diijinkan, "papar Anang. (Lis)

Tegas!!! Kasatpol PP Larang Ada Bisnis Karaoke Di Ruko Meiko, Nogosari, Pandaan

Anang Saiful Wijaya, Kasatpol PP

Pasuruan, Pojok Kiri
      Adanya bisnis warung remang-remang di Ruko Meiko Pandaan Square di Dusun Klangkung, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan yang di dalamnya disediakan sarana karaoke dan cewek yang menemani bernyanyi termasuk bebas dipeluk akhirmya disikapi keras oleh Satuan Polisi Pamong Praja, Pemkab Pasuruan.
      Informasi didapat Pojok Kiri, Pada Senin (11/03) para pemilik warung sebanyak 10 orang dan developer dipanggil oleh Satpol PP untuk mendapatkan himbauan dan warning (peringatan, red).
      Pelaksana tugas (Plt) Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya saat dikonfirmasi Pojok Kiri, Selasa (12/03) membenarkan adanya pemanggilan terhadap pemilik warung dan developer itu. Menurut Anang, dari 10 pemilik warung yang dipanggil, hanya 8 orang yang datang.
      "Benar, Senin (11/03) kita lakukan pemanggilan terhadap pemilik warung dan developer. Kepada developer kita himbau agar mengembalikan fungsi Ruko. Sementara para pemilik warung juga mengakui mereka menjalankan bisnis karaoke yang menyediakan cewek pemandu lagu atau yang biasa disebut purel. Dalam hal ini kita tegaskan agar mereka tidak menjalankan bisnis itu karena tidak sesuai peruntukan atau perijinan Rukonya, "papar Anang.

Warung remang-remang di Ruko Meiko, Nogossri

      Masih menurut Anang yang juga menjabat Asisten 1 Sekda Kabupaten Pasuruan ini, usai pemanggilan yang dilakukan terhadap para pemilik warung dan developer, pihaknya mengaku akan meningkatkan pemantauan terhadap bisnis di Ruko Meiko, Nogosari itu.
      "Kita tingkatkan pemantauan dengan sering patroli. Jika masih membangkang dengan tetap menjalankan bisnis karaoke dan menyediakan purel, kita akan lakukan tindakan yang lebih keras, "ancam Anang. (Lis)

Intip Suasana Remang-Remang Di Ruko Desa Nogosari, Pandaan (4) #Satpol PP Janji Lakukan Penutupan

Suasana karaoke di warung remang-remang Meiko Nogosari

Pasuruan, Pojok Kiri
      Adanya praktek bisnis warung remang-remang dengan menyediakan sarana karaoke dan cewek pemandu lagu alias purel di Ruko Meiko, Dusun  Klangkung, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, sejauh ini sudah terjadi pro kontra di kalangan masyarakat setempat. Ada yang bilang bagus karena meningkatkan perekonomian, ada juga yang menentang karena dianggap merusak nama baik desa.
      Ironinya, Kades Nogosari, Iswahyudi saat ditanya wartawan tim dari Pojok Kiri seolah tak mau tahu soal itu. Kepada wartawan yang bertanya, Iswahyudi berdalih bahwa urusan Ruko Meiko yang ada bisnis warung remang-remang itu urusan Kasun.
      Lepas dari itu, keberadaan warung remang-remang yang menyediakan cewek di dalamnya ini tak dapat dipungkiri telah merusak nama desa Nogosari. Kekhawatiran sebagaian warga jika hal ini dibiarkan, Desa Nogosari akan menjadi sarang prostitusi.
      Sempat beredar kabar, sebelum dibangun Ruko Meiko di lahan itu, lokasi tepi jalan penghubung Beji ke Pandaan ini akan dibangun tempat ibadah. Namun rencana pembangunan tempat ibadah itu entah kenapa gagal dan berdirilah Ruko Meiko yang kini dimanfaatkan untuk bisnis warung remang-remang.

      Kini setelah diketahui Ruko yang dibangun sekitar tahun 2016 yang nyatanya minim peminat, sehingga sedikit yang memanfaatkan untuk usaha dan dimanfaatkan untuk bisnis warung remang-remang, membuat banyak warga berharap kepada pemerintah untuk segera menutupnya.
      "Kalau bicara untuk meningkatkan perekonomian memang tidak salah, tapi caranya harus baik. Bukan malah dijadikan sarana hiburan dengan membuka warung remang-remang dan menyediakan cewek. Ini merusak namanya, "ucap salah satu warga yang tidak mau disebut namanya.
      Terpisah, pelaksana tugas (Plt) Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya yang juga Assisten 1 Sekda kepada Pojok Kiri, Rabu (06/03) mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya segera turun untuk memastikan keneradaan warung remang-remang di Nogosari itu. Jika memang ada praktek tidak benar yang melanggar Perda, pihaknya berjanji akan melakukan penutupan.
      "Kita akan turunkan tim guna lakukan pengecekan, jika ditemukan ada pelanggaran Perda, kita akan beri tegoran dulu untuk tidak dilanjutkan usahanya, jika masih membangkang kita akan tutup, "ancam Anang. (Lis)

Intip Suasana Remang-Remang Di Ruko Desa Nogosari, Pandaan (3) #Ada Absen Linmas, Dan Ada Yang Narik Iuran Pakai Baju Satpol PP?

Cewek Pemandu lagu di Ruko Meiko Nogosari sedang Temui Pria Yang Diduga Petugas Linmas

 Pasuruan, Pojok Kiri
      Keberadaan warung remang-remang di Ruko Meiko Pandaan Square, Dusun Klangkung, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan sejauh ini memang masih belum bisa dikatakan sebagai kawasan prostitusi.
      Namun jika hal ini dibiarkan, dalam waktu hitungan hari atau bulan, kawasan yang mulai terkenal dengan sebutan tempat karaoke kelas desa yang menyediakan pemandu lagu atau bisa juga disebut purel ini, besar kemungknan akan berubah menjadi tempat transaksi bisnis kenikmatan ranjang.
      Bisikan-bisikan dari beberapa pengunjung warung remang-remang Desa Nogosari sudah mengarah ke sana. Bahkan Pojok Kiri sempat ditunjukkan sebuah warung bagian belakang, yang katanya warung itu sudah menjadi tempat transaksi cewek pemuas birahi.
      Lepas dari itu, warung-warung yang ada di Ruko Nogosari yang dikenal dengan sebutan Meiko ini seolah sengaja diproyeksi sebagai warung remang-remang dengan menyediakan sarana karaoke dengan fasilitas pemandu lagu perempuan sebagai daya tariknya. Hal ini dapat dipastikan karena setiap warung sudah menyediakan catatan lagu beserta harganya.
      Warung A dan Warung B memiliki harga berbeda. Ada yang 5 lagu bayar Rp. 30 ribu, ada juga yang bayar hanya Rp. 20 ribu.
      Bagi yang minat menyanyi, si cewek pemandu akan menemani dengan harapan dapat sawer dari pengunjung. Tentu saja pengunjung akan lebih bergairah untuk memberi uang jika si cewek mau dipeluk dan diraba.
      Sementara, untuk warungnya sendiri sejak dibuka mulai pagi hinga dini hari, yang dijual hanya minuman jenis kopi dan minuman lain saja. Tak ada makanan dijual di warung remang-remang itu. Pojok Kiri yang sekedar memesan mie saja ternyata tidak ada. "Tidak jual makanan, "kata sang penjaga warung.
      Apakah ini murni warung karaoke? Jika melihat dari apa yang dijual yang hanya berupa minuman kopi, es, dan jenis minuman lain tanpa ada makanan, sudah dapat dipastikan, jualan utamanya adalah lagu yang harus bayar saat menyanyi, serta adanya cewek pemandu lagu yang menemani. Tak ada sarana itu, siapa juga yang mau datang malam-malam hingga pagi hari ke tempat sepi seperti Ruko Meiko Nogosari ini.
      Apakah pihak desa dan Kecamatan tahu adanya wisata remang-remang yang mulai menggeliat ini?
      Sejauh ini, upaya Pojok Kiri menghubungi Kades Nogosari, Iswahyudi belum berhasil. Upaya konfirmasi melalui nomor phonselnya di 0812304153XX dan 0813590989XX selalu ada nada sambung tapi tidak diangkat.
     Demikian juga upaya konfirmasi ke Camat Pandaan, Suwito Adi. Nomor phonselnya 0852351474XX ditelp beberapa kali juga terdengar nada sambung tapi tidak diangkat.
      Tahu atau tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu, itu hal yang tidak penting untuk dibahas. Yang pasti ada informasi, bahwa setiap malam sekitar pukul 00.WIB, menurut informasi dari para penjaga warung, petugas Linmas selalu datang untuk mengabsen.
      "Setiap hari ada petugas Linmas mengabsen, kita selalu diminta tanda tangan, "kata salah satu penjaga warung yang berada di bawah tangga sisi Utara Ruko Meiko Nogosari.
      Selain itu kata sumber yang sama, pada Jum'at malam (01/03) ia mengaku didatangi beberapa orang berseragam Satpol PP yang menarik uang Rp. 30 ribu.
      "Saya ditarik 30 ribu. Semua kayaknya sama. Orangnya seragaman Satpol PP. Ini uang bulanan, "ujarnya.
      Siapakah mereka? Benar-benar petugas Linmas dan Satpol PP atau oknum yang bermain mencari untung dengan keberadaan warung remang-remang di Ruko Meiko Nogosari, Pandaan ini. (Lis-bersambung)

Awas!!! Senok Tretes Banyak Kejangkit HIV, Stop 'Nyenok' Dari Sekarang

Para PSK yang ditangkap

Pasuruan, Pojok Kiri
      Satpol PP Kabupaten Pasuruan terus melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat). Kali ini sasarannya adalah cewek-cewek penjual kenikmatan alias Pekerja Seks Komersial (PSK) atau bahasa jawanya 'senok' yang ada di kawasan Watu Adem, Prigen atau yang populer dengan sebutan kawasan Tretes.
      Pada operasi yang dilakukan Senin malam (04/03) sekira pukul 23.15 WIB ini, sebanyak 8 PSK berhasil ditangkap oleh anggota Satpol PP yang dibantu dengan personil dari Polisi Militer.

      Dari 8 PSK yang ditangkap itu, 1 cewek merupakan warga asli Kabupaten Pasuruan yakni dari Purwosari. Selebihnya mereka berasal dari Malang, Blitar, Tulungagung, Surabaya, Bangkalan, dan Tangerang. Menurut Kabid Operasional, Ajar Dollar, para PSK ini adalah wajah-wajah baru.      Kepada wartawan, Ajar mengatakan, saat penangkapan dilakukan, para cewek dengan pakaian seksi dan bedak tebal ini sedang asyik menunggu tamu di sofa panjang yang disediakan wisma.sebagai etalasenya.
      Saat ditangkap, mereka bak ikan tertangkap jaring, diam yak berdaya dan nurut saja ketika digiring ke mobil petugas.

     Usai ditangkap, para PSK ini kemudian didata dan dilakukan cek kesehatan. Hasilnya, dari 8 PSK yang ditangkap itu, 1 PSK dinyatakan positif mengidap penyakit HIV/AIDS.
      "Untuk kesekian kalinya, kita jumpai PSK yang mengidap AIDS. Dalam setiap penangkapan selalu ada, "ujar Ajar Dollar.
      Setelah disidangkan, lanjut Ajar Dollar, PSK yang mengidap penyakit HIV/AIDS ini mendapat penanganan khusus dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). (isb/Lis)

Senok Watu Adem Ditangkapi, Germo Selalu Kabur

Salah satu PSK saat digiring petugas Satpol PP

Pasuruan, Pojok Kiri
     Satpol PP Kabupaten Pasuruan terus melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat). Kali ini sasarannya adalah cewek-cewek penjual kenikmatan alias Pekerja Seks Komersial (PSK) atau bahasa jawanya 'senok' yang ada di kawasan Watu Adem, Prigen atau yang populer dengan sebutan kawasan Tretes.
     Pada operasi yang dilakukan Senin malam (04/03) sekira pukul 23.15 WIB ini, sebanyak 8 PSK berhasil ditangkap oleh anggota Satpol PP yang dibantu dengan personil dari Polisi Militer.
     Dari 8 PSK yang ditangkap itu, 1 cewek merupakan warga asli Kabupaten Pasuruan yakni dari Purwosari. Selebihnya mereka berasal dari Malang, Blitar, Tulungagung, Surabaya, Bangkalan, dan Tangerang.
     Menurut Kabid Operasional, Ajar Dollar, para PSK ini adalah wajah-wajah baru.
     Kepada wartawan, Ajar mengatakan, saat penangkapan dilakukan, para cewek dengan pakaian seksi dan bedak tebal ini sedang asyik menunggu tamu di sofa panjang yang disediakan wisma sebagai etalasenya.
     Saat ditangkap, mereka bak ikan tertangkap jaring, diam yak berdaya dan nurut saja ketika digiring ke mobil petugas.
     Sayangnya, penangkapan demi penangkapan para PSK alias senok ini tak menyentuh bos atau germonya. Dalam setiap penangkapan, germonya pasti kabur. Demikian juga dengan penangkapan kali ini. (Isb/lis)

Intip Suasana Remang-Remang Di Ruko Desa Nogosari, Pandaan (2) #Ada Fasilitas Karaoke Dan Cewek Pemandu Lagu

Pengunjung saat menimati suasana karaoke bersama cewek pemandu lagu

 Pasuruan, Pojok Kiri
      Malam hari di Ruko Dusun Klangkung, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan ada suasana berbeda dibanding Ruko-Ruko lain yang pernah Pojok Kiri Jumpai. Di situ ada warung remang-remang dengan lampu disco menyala dengan putaran membuai (Baca Pojok Kiri Edisi Senin, 4 Maret 2019).
      Tim Pojok Kiri yang mampir di salah satu warung kopi sisi depan Ruko melihat banyaknya remaja laki-laki sedang asyik ngopi atau minum jenis minuman lain. Tangan dan tatapan mata mereka tertuju pada Hand Phone yang dibawa. Fasilitas Free Wi Fi membuat mereka betah duduk berlama-lama di warung yang suasananya cenderung gelap itu.
      Apakah hanya karena free Wi Fi saja yang membuat mereka betah? Pojok Kiri yang juga duduk di tempat duduk tak berkaki alias lantai yang dikasih alas tikar sambil menikmati kopi panas mendapati suasana lain.
      Di warung itu terdengar suara musik dari lantai atas yang cukup keras. Alunan musik itu membuai dengan lagu-lagu dangdut berirama yang lirik-liriknya dinyanyikan oleh pengunjung laki-laki yang berduet dengan seorang perempuan. Pojok Kiri cukup penasaran lalu mengintip suasananya.
     Tampak seorang laki-laki dan perempuan asyik bernyanyi dan berjoget membawakan lagu. Meski suaranya tak seindah rekaman asli, akan tetapi suasana membuai itu seolah tak dipedulikan oleh mereka. Mungkin dipikiran mereka, apapun suaranya, yang penting debarannya.
      Dari tangan laki-laki yang menyanyi, tampak beberapa kali ia mengasihkan lembaran kertas ke sang perempuan yang kemungkinan itu uang sawer. Suasana gelap tak bisa memastikan itu uang berapa.
     Sambil memberika uang, tangan laki-laki yang terbuai lagu dan goyangan sang perempuan yang tak lain adalah pemandu lagu lalu bergerak memeluk dan meraba. Dan si perempuan bukannya marah, ia terkesan justru sengaja membiarkannya.
      Rupanya ini yang menjadi daya tarik Ruko Nogosari kenapa selalu ramai di malam hari. Ternyata Ruko ini telah menjadi embrio adanya wisata dunia malam baru di Pandaan dengan munculnya warung remang-remang yang menyediakan sarana karaoke dan pemandu lagu.
      Pojok Kiri yang datang sekira pukul 23.30 WIB lalu berkeliling untuk mengetahui berapa jumlah warung yang menyediakan sarana karaoke dan pemandu lagu di tempat itu.
     Mulai pintu masuk hingga ke belakang, tercatat ada sekitar 10 warung dengan suasana sama. Sebagian ada yang tempat karaokenya di atas atau lantai dua. Sebagian ada yang fullgar di bawah, sehingga bisa terlihat dari tempat parkir saat sang pemandu lagu meliuk-liukkan badannya sambil dipeluk pengunjung laki-laki.
     Semakin malam bahkan menjelang pagi, Ruko Nogosari ternyata tidak beranjak sepi. Saat waktu menunjuk pukul 01.30 WIB, justru banyak pengunjung berdatangan meski hanya sekedar duduk-duduk tidak jelas.
      Apakah embrio dunia malam ini sudah diketahui desa, termasuk pihak Kecamatan apa juga sudah tau. Kabarnya setiap malam ada absen yang harus diisi oleh penjaga warung. (Lis-bersambung)

Intip Suasana Remang-Remang Di Ruko Desa Nogosari, Pandaan (1) #Ada Warung Kopi Dengan Pencahayaan Minim Dan Putaran Lampu Disco

Salah satu warung sisi depan yang banyak didatangi remaja laki-laki

Pasuruan, Pojok Kiri
      Keberadaan Ruko (rumah toko, red) di Dusun Klangkung, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan dapat dikatakan sangat memprihatinkan. Pasalnya, Ruko yang dibangun sejak sekitar tahun 2016 ini bisa dibilang sangat minim yang laku. Sehinga puluhan Ruko yang ada, sebagian besar tampak kosong dengan kondisi tertutup. Suasananya pun sepi dari geliat perdagangan layaknya ruko-ruko di kawasan lain.
     Cukup lama Ruko di Nogosari ini dalam kondisi seperti ini. Pojok Kiri yang sempat mendatangi Ruko tersebut di siang hari melihat fakta, mulai lokasi depan hingga belakang sebagian besar masih dalam kondisi tertutup. Hanya satu dua saja yang ditempati.
      Namun akhir-akhir ini ada pemandangan berbeda. Suasana Ruko yang sebelumnya sepi itu kini berubah ramai saat malam hari. Ada apa?
     Pojok Kiri yang melintas di depan Ruko dibuat penasaran dengan banyaknya kendaraan mulai roda empat dan dua keluar masuk.
     Sabtu malam (02/03), Pojok Kiri bersama tim lalu mencoba melihat dari dekat untuk mengetahui apa yang membuat Ruko itu kini menjadi ramai di malam hari.
     Sekitar pukul 23.30. WIB, Pojok Kiri bersama tim masuk di Ruko Nogosari. Untuk masuk ke Ruko itu, saat dari jalan raya atau jalan besar yang menghubungkan Pandaan-Beji, kita akan melalui pintu masuk yang posisinya ada di bagian tengah dengan gerbang yang dibuka hanya sebagian.
     Saat masuk, tidak ada penjaga atau Satpam di tempat itu. Demikian juga tukang parkir. Pojok Kiri tidak menemukannya.
     Memasuki Ruko Nogosari pada Sabtu malam itu suasana terasa berbeda dari Ruko-Ruko lain yang pernah Pojok Kiri Jumpai. Di situ tidak tampak pedagang yang sibuk menutup Rukonya, atau yang menyiapkan barang dagangan untuk dijual besoknya.
     Saat masuk halaman Ruko, pandangan Pojok Kiri tertuju pada warung kopi atau Ruko yang dibuka untuk berjualan kopi serta minuman jenis lain. Di depan warung itu tampak banyak kendaraan roda dua terparkir, serta beberapa kendaraan roda empat.
      Suasana warung cukup menggoda. bagaimana tidak, warung itu tampak remang-remang atau hanya ada sedikit cahaya yang menerangi. Bagi yang suka baca buku, jelas tidak bisa membaca di tempat itu. Sebab memang suasananya cenderung gelap ketimbang terang.
      Suasana remang-remang itu kian menggoda tatkala lampu kerlap kerlip atau bisa juga disebut sebagai lampu disco yang harganya berkisar Rp. 45 ribuan terpasang dan menyala berputar.
     Pojok Kiri yang mendekati salah satu warung dan memesan kopi melihat pencahayaan sedikit terang hanya di kamar kecil serta di tempat peracikan minumam saja. Selebihnya suasana gelap lebih mendominasi.
      Di warung sisi depan yang disinggahi Pojok Kiri, setidaknya ada sekitar 20 an pengunjung yang asyik ngopi atau menikmati jenis minuman lain. Mereka terdiri remaja pria yang usianya berkisar 16 hingga 20 tahunan.
      Di tembok warung terlihat tulisan cukup jelas yang berbunyi "Free WiFi'. Apakah karena ini, sehingga para remaja asyik menikmati malam minggu hingga tengah malam di tempat itu.
     Bisa jadi iya, WiFi gratis untuk remaja usia sekolah atau maniak online memang menjadi daya tarik tersendiri untuk mendatangi warung yang menyediakan fasilitas itu.
     Namun di warung yang cenderung remang-remang ini sepertinya ada hal lain yang menjadi magnetnya. Apakah itu, tunggu edisi selanjutnya. (Lis-Bersambung)

Satpol PP Tangkap 13 'Senok' Watuadem, Tretes

Para PSK saat ditangkap

Pasuruan, Pojok Kiri
     Para pekerja sek komersial (PSK) atau bahasa jawanya 'senok' yang menjajakan dirinya di kawasan Tretes, Prigen, Kabupaten Pasuruan jangan harap bisa tenang dalam berjualan tubuhnya. Pasalnya, Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Kabupaten Pasuruan dengan senjata aturan yang dibawanya, tak mau daerah santri yang melekat pada Kabupaten Pasuruan terus dikotori oleh bisnis lendir ini.
     Minggu malam (10/02) sekira pukul 22.15 WIB, Satpol PP kembali bergerak menangkapi para PSK yang ada di Tretes. Kali ini sebanyak 13 PSK ditangkap saat sedang dipajang di 'etalase' wisma untuk disewakan di kawasan Watu Adem, Tretes.
     Kasi Operasional Satpol PP Kabupaten Pasuruan Ajar Dollar kepada Pojok Kiri, Senin (11/02) mengatakan, pihaknya tak akan berhenti dan akan terus menangkapi para PSK Tretes demi memberangus dunia prostitusi di Kabupaten Pasuruan.
      Sementara itu, para PSK yang berhasil ditangkap lalu mengikuti sidang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Namun sebelumnya, mereka terlebih dahulu harus menjalani tes kesehatan untuk diketahui ada yang mengidap HIV/AIDS atau tidak. (isb)

Nyambi Edarkan Sabu, PSK Tretes Dibui

Novida sang pelaku

Pasuruan, Pojok Kiri
      Novida Anggraini (20) seorang PSK berdikari Tretes alias tidak ikut Germo, warga Dusun Sambiroto, Rt.20 Rw.03, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri ditangkap oleh anggota Satresnarkoba Polres Pasuruan, Rabu (16/01) sekitar pukul 19.00 WIB. Penangkapan itu dilakukan lantaran ia memiliki sabu seberat 0.24 gram. Pelaku berhasil diamankan dalam kamar kosnya.
      Menurut Kasatnarkoba, AKP Nanang Sugiono, wanita yang setiap harinya kos di daerah Pesanggrahan itu diringkus oleh petugas karena adanya laporan dari warga yang sudah mengetahui kelakuannya. Ia diduga menjadi perantara dalam jual beli barang haram jenis sabu.
      "Pelaku yang setiap harinya bekerja menjadi PSK tanpa mami itu nekat mengedarkan sabu sejak empat tahun silam, " kata Nanang.
      Dari tangan pelaku, Satresnarkoba mengamankan barang bukti Sabu dengan berat kotor 0,24 gram, 1 (satu) butir tablet warna merah muda, 1 (satu) buah pipet kaca beserta sedotan, 1 (satu) buah korek api dan 2 (dua) buah Handphone.
      Kini pelaku harus mendekam dibalik jerji besi dalam waktu lama. Ia dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara. (isb)
KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas