RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Pilkades Kedungringin, Tak Ada Lawan, Incumbent Vicky Ditantang Sang Istri

Rizky Wahyuni saat mendaftar

Pasuruan, Pojok Kiri
     Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Pasuruan yang akan digelar pada 23 November 2019 mendatang akan menjadi ajang menarik untuk disimak. Pasalnya, di sejumlah desa ada calon-calon yang begitu ambisi untuk jadi, begitu kuat dengan kemungkinan jadi, termasuk ada yang asal nampang yang penting tercatat sebagai calon kepala desa.
     Selain itu, dari jumlah calon yang sudah mendaftar, dari batas jumlah calon yang maksimal 5 orang, di beberapa desa ada yang lebih dari itu, sehingga panitia Pilkades harus melalukan seleksi yang ketat secara administrasi.
     Namun demikian, ada juga desa yang justru minim calon karena alasan tidak berani mencalonkan jika melawan incumben yang dianggap begitu kuat.
     Salah satu desa yang menarik untuk ditengok adalah Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Di desa ini, hingga batas pendaftaran pada 12 September lalu, panitia hanya mengantongi dua nama pendaftar.
     Dua nama itu masing-masing seorang perempuan bernama Rizky Wahyuni usia 28 tahun asal Dusun Gersikan, dan seorang laki-laki bernama Vicky Ariyanto, usia 31 tahun yang juga asal Dusun Gersikan.
Vicky Ariyanto Cakades Incumben saat mendaftar

     Untuk pendaftarannya, Rizky Wahyuni melakukan pada Senin, 09 September, sedang Vicky Ariyanto mendaftar pada Rabu, 11 September.
     Lantas siapa ke Dua sosok ini? Di sinilah menariknya, ternyata antara Rizky Wahyuni dan Vicky Ariyanto tak lain adalah suami istri. Keduanya selama ini tinggal satu rumah dengan alamat yang sama sebagai suami istri.
     Setiap hari Rizky Wahyuni melayani Vicky dalam kapasitas sebagai istri, serta mendampingi sebagai ibu Kades, karena Vicky selama ini menjabat sebagai Kades di Desa Kedungringin.
     Kenapa bisa sang istri harus bertarung dengan suami sendiri, apakah sang istri ingin jadi Kades? Jawabannya bisa iya bisa tidak. Catatan Pojok Kiri, di Desa Kedungringin, Vicky yang berstatus incumbent tidak ada yang percaya diri untuk melawan. Bahkan warga Kedungringin memaksa Vikcy untuk maju.
      Vicky sendiri awalnya sudah tidak mau maju lagi menjadi Kades, ia mengaku ingin istirahat. Namun niat Vicky ini justru berbuah demonstrasi warga yang memaksa Vicky untuk tetap maju sebagai Kades. Alasannya, selama menjabat, Vicky sangat memuaskan hati masyarakat.
    Vicky yang akhirnya kembali maju demi masyarakat akhirnya tiada lawan. Demi menjaga agar Pilkades berimbang, maka sang istri pun diminta masyarakat untuk ikut maju.
     Lantas, apakah Vicky Ariyanto sang incumbent akan tumbang dan kalah suara melawan sang istri? Tunggu tanggal mainnya. (Lis)

Nyalon Kades, H. Kasiyan Warga Dusun Tamanan, Oro-Oro Ombo Kulon Disambut Hangat Panitia#Janjikan Birokrasi Cepat Dan Transparan

H. Kasiyan saat diterima panitia

Pasuruan, Pojok Kiri
     Suasana balai desa Oro-Oro Ombo Kulon, Kamis sore (12/09) sekira pukul 14.00 WIB terdengar begitu ramai. Suara tawa dan candaan terdengar dari sejumlah orang yang ada di tempat itu.
      Pojok Kiri yang kebetulan mampir berusaha mencari tahu ada kejadian apa sehinga orang-orang tampak tertawa gembira.
     Rupanya suara tawa dan canda itu muncul tatkala ada salah satu warga yang sore itu mendaftar sebagai kepala desa.
     Tahun ini Desa Oro-Oro Ombo Kulon merupakan salah satu desa di Kabupaten Pasuruan yang turut menyelenggarakan pesta rakyat berupa pemilihan kepala desa.
H.Kasiyan bersama istri

     Kamis (12/09) adalah hari terakhir pendaftaran setelah dibuka tanggal 03 September lalu.
     Di hari terakhir ini, seorang warga asal Dusun Tamanan, Desa Oro-Oro Ombo Kulon bernama H. Kasiyan rupanya datang mendaftar. Ia ditemani istrinya bernama Hj. Millah dan tim datang menemui panitia di balai desa.
     Kedatangan H. Kasiyan inilah yang membuat suasana balai desa menjadi penuh tawa. Rupanya pria 50 tahun dengan background pengusaha ini memiliki karakter suka bergurau dan ramah. Banyak candaan yang muncul saat mendaftar, sehingga membuat panitia menerima dengan sangat hangat dan bahagia.
     Tak hanya membuat suasana penuh tawa, saat datang mendaftar, H. Kasiyan juga membuat panitia menjadi kenyang. Sebab kedatangannya ke balai desa tidak tangan kosong, H. Kasiyan juga membawa tumpeng cukup besar.
     Suasana semakin hangat ketika seluruh panitia dan yang hadir ikut sama-sama mengamini do'a H. Kasiyan yang ingin memajukan Desa Oro-Oro Ombo Kulon dengan menjabat sebagai Kepala Desa.
Bersama panitia dan staf desa bedoa bersama

     Sementara itu, H. Kasiyan saat ngobrol dengan Pojok Kiri menyampaikan alasan niatnya maju mencalonkan diri menjadi Kepala Desa.
    Catatan dari H. Kasiyan, ia punya visi terwujudnya pelayanan publik yang transparan, akuntabilitas, menuju masyarakat Desa yang maju, aman, tentram dan sejahtera.
     Sedang untuk misi-misinya jika ia terpilih terdapat 5 catatan, Pertama neningkatkan pelayanan dasar terutama pelayanan kesehatan dan pendidikan dengan mengintegrasikan pendidikan formal dan non formal, sebagai wujud aflrmasi pendidikan karakter sebagaimana yang ada di Kabupaten Pasuruan, ke Dua, menciptakan kondisi masyarakat yang aman, tertib, guyub, rukun dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip agama dan budaya yang ada, ke Tiga, memberdayakan potensi yang ada di masyarakat yang meliputip emberdayaan sumber daya manusia (SDM) terutama perempuan dan generasi muda, pemberdayaan sumber daya alam (SDA) yang ada, serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
     Untuk catatan ke Empat, menurut H. Kasiyan, ia ingin mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintah desa meliputi penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel, pemberiaan pelayanan yang adil, cepat, tepat, benar dan tanpa pungutan, pelaksanaan pembangunan desa yang berkesinambungan dengan mengedepankan musyawarah dan gotong royong masyarakat.
     Untuk catatan terakhir misi dari H. Kasiyan adalah melanjutkan program-program Pemerintah Desa Oro-Oro Ombo kulon periode sebelumnya, sebagaimana yang tercantum dalam dokumen RPJMDes Desa Oro-Oro Ombo Kulon. (Lis)

Tak Ada Dana, Pilkades Karangmenggah, Wonorejo Terancam Gagal. Disebut Ada Dana Nyantol Di Kades Senilai Rp. 300 Juta

Kantor Desa Karangmenggah
Pasuruan, Pojok Kiri
     Rencana pemilihan kepala desa (Kades) di Desa Karangmenggah, Kecamatan Wonorejo sepertinya berakhir gagal. Pasalnya, hingga Rabu (11/09), tahapan pemilihan yang harusnya dimulai sejak 3 September lalu tidak juga ada kejelasannya. Padahal panitia pemilihan sudah terbentuk dan siap melaksanakan pesta demokrasi di tingkat desa ini.
      Kenapa bisa terancam gagal? Pojok Kiri yang mencari tahu penyebabnya kepada ketua panitia bernama Khoir, Rabu (11/09) mendapati fakta, ternyata ancaman gagalnya Pilkades ini karena hingga saat ini panitia belum  mendapatkan anggaran untuk kegiatan tersebut.
    Atas fakta ini, Khoir mengaku belum membuka pengumuman atau memulai tahapan Pilkades.
      "Sampai saat ini kami belum membuka pengumuman pendaftaran,  karena anggaran belum turun. Jadi sementara fakum, hanya bisa menunggu, "ujarnya.
Khoir, Ketua panitia Pilkades Karangmenggah

     Lantas kenapa Desa tidak juga mengucurkan anggarannya, bukankah sudah ada ploting dana untuk kegiatan tersebut.
     Pojok Kiri yang beberapa kali berusaha konfirmasi ke Kades Karangmenggah, Suparnoto hingga berita ini turun belum juga berhasil. Dicari di kantornya, sang Kades selalu tidak ada, di rumahnya juga demikian.
     Ada catatan warga, sebagian Dana Desa (DD) tahun 2018 yang nilainya mencapai Rp. 300 juta disalahgunakan oleh sang kades. Hal ini menyebabkan anggaran untuk tahun 2019 tidak bisa dicairkan.
Suparnoto, Kades Karangmenggah

     Warga yang sudah mengetahui kondisi ini sempat meluapkan amarahnya dengan mendemo Kades di kantornya pada 31 Agustus lalu. Warga yang ingin segera punya Kades baru bahkan memborgol pintu kantor desa saking marahnya.
     Untuk diketahui, ajang Pilkades serentak akan dilaksanakan di Kabupaten Pasuruan pada tanggal 23 November mendatang. Sekitar 200 desa disebut ikut dalam ajang ini termasuk Desa Karangmenggah, Wonorejo.
     Namun tak adanya anggaran yang digunakan membuat Pilkades di Desa Karangmenggah terancam gagal. (yud/Lis)

Kinerja Bagus, Warga Kedungringin Paksa Vicky Nyalon Kades Lagi

Kades Vicky saat menerima kedatangan warganya

Pasuruan, Pojok Kiri
     Vcky Arianto, Kepala Desa (Kades) Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan yang mengaku sudah lelah menjadi Kades dan ingin beristirahat dengan tidak mau kembali mencalonkan diri dalam Pilkades Oktober mendatang ternyata tak bisa melenggang pergi begitu saja. Pasalnya, warganya yang sudah terlanjur cinta dan puas atas kepemimpinan Vicky, mengiginkan agar Desa Kedungringin tetap dipimpin olehnya.
     Takut Vicky bersikeras tidak mau maju pada Pilkades mendatang, Minggu (14/07), ratusan warga Kedungringin dari berbagai dusun mendatangi rumah Vicky untuk memaksa Vicky agar tetap maju menjadi Kepala Desa.
    "Kami datang ke rumah pak Vicky untuk meyakinkan dia, memaksa dia agar kembali maju menjadi kepala desa. Selama dipimpin pak Vicky, banyak pembangunan yang kami rasakan, dusun-dusun lebih maju, PKK maju, masyarakat kompak dan rukun. Intinya kinerja Pak Vicky sangat bagus, jadi kami memaksa pak Vicky untuk kembali memimpin di Desa Kedungringin ini, "ujar Iwan warga setempat.
Vicky Arianto

     Sementara itu, puluhan warga yang mendatangi rumah Vicky beraksi bak konvoi pendemo yang meminta haknya. Mereka yang datang sekira pukul 09.00 WIB itu sebelum menemui Vicky di rumahnya kawasan Gersikan, Kedungringin melakukan arak-arakkan keliling seluruh wilayah Kedungringin sambil menyuarakan dukungannya kepada Vicky.
     Mendapat tamu pendemo yang tak lain adalah warga yang mendukungnya ini, Vicky akhirnya tak kuasa menolak. Ia yang sejak awal memang mengaku tidak akan mencalonkan lagi menjadi Kades dan ingin fokus menjalani bisnisnya, terpaksa harus kembali maju setelah disodori surat pernyataan siap maju untuk ditandatangani.
    "Bagaimana lagi, ini kehendak warga. Kalau memang warga begitu keras menginginkan saya memimpin lagi, apa mungkin saya bisa menolak, "ucap Vicky.
     Untuk diketahui, pada Oktober 2019 nanti, Desa Kedungringin harus melaksanakan pemilihan kepala desa, karena masa jabatan Kepala Desa saat itu sudah habis.
     Untuk saat ini, Desa Kedungringin dipimpin oleh Vicky Arianto. Pria yang merupakan seorang pebisnis ini selama memimpin menjadi Kades disebut sangat memuaskan warganya.
     Dipimpin Vicky, Desa Kedungringin menjadi lebih maju. Banyak pembangunan fisik yang dilaksanakan.
     Pola kepemimpinan Vicky yang merakyat membuat warga sangat nyaman. Selain itu, sang istri yang juga sangat mendukung mampu membuat PKK di Desa kedungringin meraih banyak penghargaan. (Lis)

Kades Pelintahan Sanusi Tinggal Eksekusi

Kades Pelintahan, Sanusi

Pasuruan, Pojok Kiri
     Masih ingat Kepala Desa (Kades) Pelintahan, Sanusi? Ia terpaksa harus berurusan dengan hukum hingga disidang di pengadilan karena tidak memberikan informasi yang diminta oleh warganya.
    Lantas bagaimana kelanjutan kasusnya saat ini?
    Pojok Kiri yang menelusuri ke Themas dan Hendi, JPU Kejari Kabupaten Pasuruan yang menangani perkara ini, Selasa (09/07) mendapati fakta, bahwa ternyata Kades Sanusi ini sudah tinggal dieksekusi untuk dijebloskan ke dalam penjara. Hal ini lantaran proses banding yang ia ajukan ke Pengadilan Tinggi, putusannya sudah turun, yang isinya justru menguatkan putusan Pengadilan Negeri Bangil.
     Penguatan putusan itu tertuang dalam relaas pemberitahuan petikan putusan banding Nomor 352/PID/2019/PT SBY jo Nomor 19/Pid.B/2019/PN Bil.
     Untuk diketahui, dalam sidang putusan yang dibacakan hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangil pada 11 Maret 2019, Sanusi diputus 3 bulan kurungan, dan denda Rp. 3 juta, subsidair 1 bulan kurungan. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut Sanusi 5 bulan kurungan dan denda Rp. 4 juta, subsidair 2 bulan kurungan.
     Atas putusan ini, Sanusi menempuh langkah Banding. Pada 19 Maret atau selang 10 hari pasca putusan, pihak Sanusi mengirimkan memori banding guna melakukan perlawanan karena tidak terima dengan putusan tersebut. Namun upaya bandingnya bukan meringankan nasibnya, tetapi tetap memasukkan dia ke dalam penjara, karena putusan pengadilan tinggi justru menguatkan putusan PN Bangil.
     Pasca putusan Pengadilan Tinggi ini, sebagaimana informasi JPU Temas, Sanusi sempat mengajukan kasasi. Akan tetapi karena pasal yang dikenakan hukuman maksimalnya hanya 1 tahun, maka kasasi ditolak demi hukum.
     Kini Sanusi hanya menunggu waktu untuk dijebloskan ke dalam penjara. Ia bahkan sudah disurati oleh JPU agar hadir di kejaksaan guna menjalani perintah putusan pengadilan tersebut.
     "Jum'at, 5 juli 2019 lalu sudah kami kirim surat untuk datang hari Senin, 08 Juli. Tetapi dia tidak datang alasan sakit. Hari ini (Selasa, 09 Juli) dia janji datang. Kalau ternyata ada alasan lagi, maka akan kami kirimkan surat panggilan lagi hingga 3 kali. Jika masih tidak mau datang, kami akan lakukan penangkapan secara paksa, "ujar JPU Themas dan Hendi.
     Untuk diingat kembali, dalam perkara yang menjerat Sanusi, pasal yang secara hukum dilawan adalah Pasal 52 Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) Nomor 14 Tahun 2008.
     Dalam hal ini, Sanusi dilaporkan karena tidak mau memberikan informasi yang diminta oleh warga. (Lis)

Rencana Penggusuran Bangunan Di Bantaran Kali Mati Dianggap Hoax? #Kades Kedungringin: Pemkab Pasuruan Tak Pernah Sosialisasi Ke Warga Secara Langsung

Kades Kedungringin, Vicky

Pasuruan, Pojok Kiri
     Rencana Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Berantas untuk memanfaatkan kali mati yang melintas di kawasan Desa Kedungboto, Kedungringin, Cangkringmalang, Kecamatan Beji, serta sebagian wilayah di Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan demi meminimalisir dampak banjir saat musim hujan sejak 2018 lalu sudah dikumandangkan.
     Namun tak adanya sosialisasi langsung ke warga, dan hanya memanfaatkan perangkat desa sebagai corongnya membuat situasi di bawah panas dan terkesan perangkat di adu domba dengan warga.
     Kades Kedungringin, Vicky Ariyanto kepada Pojok Kiri, Senin (01/07) mengatakan, saat ini di warga ada yang percaya ada yang tidak.
     "Banyak diantara mereka yang menganggap informasi yang kami sampaikan itu hoax. Sebab selama ini yang turun ke warga hanya kami dalam arti desa yang menugaskan perangkat. Sementara dari pihak Pemkab Pasuruan tidak pernah mengundang warga langsung untuk sosialisi, "ungkap Vicky.
     Vicky mengaku selalu menyampaikan kepada warga untuk siap-siap jika sewaktu-waktu rumahnya digusur. Ia juga sudah menghimbau agar warga tidak membangun rumah di lokasi yang akan dikeruk itu. Namun menurut Vicky, upaya mereka dianggap hoax oleh masyarakat karena pihak Pemkab Pasuruan dan BBWS tidak pernah turun langsung
     "Kami ini berhadapan langsung dengan warga. Saat kami memberi himbauan agar jangan ada yang bagun rumah di lokasi kali mati itu, kami dikira benci dengan mereka, jadi saat ini banyak yang terus bangun rumah, padahal himbauan terus kami lakukan. Kuncinya Pemkab harus turun langsung menyampaikan kepada warga. Undang mereka, lalu sampaikan, "ucap Vicky.
     Dijelaskan Vicky, sejak ada wacana memfungsikan kembali kali mati pada 2018 lalu, dan rencananya akan dilakukan pengerukan pada 2021. Warga sudah banyak yang sadar dan siap-siap untuk mencari lokasi tempat tinggal baru. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, tidak adanya langkah Pemkab Pasuruan turun dan mensosialisasikan langsung kepada warga, hal ini akhirnya dianggap sebagai berita bohong alias hoax.
     Lepas dari itu, sebagaimana informasi yang didapat Pojok Kiri sejak 2018 lalu serta ditegaskan oleh Kades Kedungringin Vicky, rencana memfungsikan kembali kali mati ini akan menggusur ratusan bangunan rumah penduduk serta fasilitas umum seperti sekolah, masjid, makam, jalan desa. Jumlah totalnya mencai 500 lebih, dan terbanyak ada di Desa Kedungringin. (Lis)

Ketika Papan Larangan Hanya Ditancap Tanpa Diawasi!!!

Papan larangan buang sampah yang menjadi tempat sampah (Foto: Warga)

Pasuruan, Pojok Kiri
      Pemerintah memang keren, untuk menegakkan aturan cukup menancapkan papan peringatan, lalu dibiarkan tanpa ada pengawasan.
     Inilah fakta yang terlihat di Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, tepatnya kawasan SD sebelah pabrik kayu Sakari.      Di tempat ini ada papan peringatan yang ditancapkan oleh pemerintah tentang larangan membuang sampah, yang berbunyi "DILARANG MEMBUANG SAMPAH DISINI Berdasarkan Perda Kabupaten Pasuruan Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan Sampah Di Kabupaten Pasuruan Pasal 19, Dapat dikenakan sanksi 3 bulan kurungan dan denda Rp. 5 juta rupiah, tertanda DLH Kabupaten Pasuruan".

     Lucu dan pantas semua orang tertawa terbahak-bahak. Sebab meski sudah ada papan dengan tulisan sangat menakutkan itu, nyatanya warga justru memenuhi bawahnya dengan sampah yang tidak sedikit.
      Pertanyaannya, kemana DLH selama ini, kalo memang setengah-setengah menjalankan aturan, mending copot saja itu papan peringatan dan tidur yang nyenyak. (*)


Desa Jatiarjo Genjot Pembangunan, Transparansi Juga Dikedepankan

Kampung Kopi Desa Jatiarjo

Pasuruan, Pojok Kiri
      Demi memajukan desanya, Kades Jatiarjo, Sareh Rudianto terus melakukan inovasi pembangunan, baik baik pembangunan dari segi insfrastruktur, maupun pembangunan dari segi sumberdaya manusia warganya.
     Kedes Jatiarjo, Sareh Rudianto saat berbincang dengan Pojok Kiri, Selasa (29/01) menuturkan, ada sejumlah pembangunan fisik yang telah dilakukan dalam kurun tahun 2018 lalu. Beberapa diantaranya adalah pembangunan tembok penahan tanah sebanyak 3 titik, drainase 3 titik, dan paving jalan 13 titik.
      Selain itu, pembangunan fisik lain adalah pembangunan jamban program Open Defecation Free (ODF). Jamban ini difungsikan agar masyarakat tidak membuang air besar sembarangan.      "Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit. Untuk itu pembangunan jamban ini sangat penting, "ujar Sareh Rudianto.
       Tak hanya itu, sebanyak 50 orang warganya yang berbisnis di bidang kopi juga diberikan sarana dengan dibangunnya wisata kampung kopi. Pembangunan wisata kopi yang di dalamnya dilengkapi sarana seperti tempat parkir, kamar kecil serta tempat istirahat ini, oleh Kades Sareh Ridianto dibangun di tiga dusun, masing-masing Tegalkidul, Cowek, dan Tonggowa.
      Sementara itu, terkait peningkatan SDM masyarakat, pihak desa yang dipimpin Sareh Rudianto melakukan berbagai pelatihan, meliputi pelatihan pelayanan kesehatan terhadap orang lanjut usia (lansia), pelatihan tentang gizi bagi ibu hamil dan menyusui, pelatihan pengolahan sampah, pelatihan pembuatan kue, pelatihan promosi dengan media sosial, pelatihan pembibitan kopi yang dilakukan dengan penanaman bersama, serta peningkatan kapasitas guru PAUD dan TPQ dengan memberikan insentif bagi guru honorer.
Hasil pembangunan yang mendapat pengawasan

     Seiring dengan itu, dalam setiap pembangunan yang dilakukan, Kades Sareh Rudianto selalu bersikap terbuka dan transparan. Untuk pengawasan atas dana yang digunakan, ia melibatkan tim pendamping desa untuk membantu menata surat pertanggung jawaban (spj). Tak hanya itu, seluruh kegiatan desa Jatiarjo juga dipantau oleh tim monitoring dana desa dari Kecamatan Prigen.
       Dalam hal pembangunan di desanya, Sareh Rudianto, juga mengajak masyarakat untuk senantiasa berperan aktif bersama-sama melakukan pengawasan terutama dalam persoalan transparansi anggaran.
     Desa Jatiarjo sendiri merupakan desa yang masuk Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Di tempat ini udara sangat sejuk karena masuk kawasan pegunungan dengan ketinggian 680 Meter Di atas Permukaan Laut (MDPL). Desa Jatiarjo ini berdekatan dengan pintu masuk pendakian Gunung Arjuna.
       Desa Jatiarjo memiliki luas 1.072 hektar. Desa ini memiliki 3 Dusun, yakni Dusun Cowek, Tegal Kidul dan Tonggowa Penduduk Desa Jatiarjo skitar 7.150 jiwa dengan 2100 Kepala Keluarga (KK).
      Desa Jatiarjo ini oleh Bupati Pasuruan Isrsyad Yusuf ditetapkan sebagai desa kawasan wisata kopi asli Kabupaten Pasuruan. Di desa ini juga sudah berdiri kampung kopi. (isb)

Ada Surat KPK Diduga Palsu Beredar Di Desa Sukolilo, Kades Segera Bawa Ke Jalur Hukum

Surat KPK yang beredar

Pasuruan, Pojok Kiri
     Warga Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen dibuat terkejut dengan adanya selebaran yang isinya seolah surat dari Komosi Pemberantasan Korupsi (KPK) berisikan tentang tanggapan pengaduan masyarakat yang menyangkut aliran dana desa yang ada di Desa Sukolilo.
     Surat KPK dengan lambang Garuda itu tertulis tanggal 21 Desember 2018 dengan nomor surat R / 5491 / PN. 00.01 /40-43 / 12 /2018 ditandatangani dan dibumbuhi nama Herry Muryanto dengan jabatan Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarkat. Namun pada surat itu tidak dibubuhi stempel dari KPK.
     Adanya edaran surat KPK yang disinyalir palsu itu, warga Sukolilo akhirnya mengaku resah. Mereka lalu menanyakan kebenaran surat tersebut pada Kepala Desa Sukolilo.
      Sementara itu, Kepala Desa Sukolilo, Wiwik Wilujeng mengatakan, pihaknya membenarkan tentang beredarnya surat mengatasnakaman KPK yang diresahkan warga.
        "Betul, surat itu beredar luas di desa kami, "katanya.
      Menurut Wiwik Wilujeng, surat itu diedarkan pada malam hari dan ditempelkan di beberapa tempat yang ada di Desa Sukolilo.
      "Surat itu ditempelkan di Balai Desa, pagar sekolah, sebelah masjid, dan di jalan, "ujarnya.
     Kata Wiwik, Ketua BPD juga menerima surat itu dari mantan perangkat desa.
     Atas kejadian ini, Kepala Desa Sukolilo akan melapor ke pihak kepolisian. Sebab surat ini sudah meresahkan dan merupakan fitnah.
      "Saya ingin mengetahui siapa dalang semuanya, dan saya akan melaporkan pada pihak kepolisian untuk mengusut semuanya, "tukas Wiwik.
      Wiwik menegaskan, selama ini penggunaan dana desa sudah dilaporkan secara terbuka melalui papan benner. Artinya terang Wiwii, masyarakat sudah bisa melihat dana itu digunakan untuk apa.
     "Saya sudah pasang banner pelaporan dana desa agar masyarakat mengetahui kemana dana desa itu digunakan. Sekarang kok ada selebaran surat seperti ini, "gumam Wiwik. (isb)
KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas