RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Tak Dapat Jatah Pimpinan Komisi, FKB DPRD Kabupaten Pasuruan Tak Mempersoalkan


Ketua FKB, M. Yusuf Danial

Pasuruan, Pojok Kiri
     Meski tak mendapat jatah pimpinan di tingkat komisi, Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Kabupaten Pasuruan mengaku tak ada masalah.
     M. Yusuf Danial, Ketua FKB kepada Pojok Kiri, Kamis (19/09) menyebut, tak adanya jatah pimpinan di tingkat komisi ini merupakan bagian dinamika politik yang menurutnya biasa.
     "Tidak ada masalah FKB tidak duduk dalam jajaran pimpinan komisi, ini hanya persoalan posisi saja. Secara keutuhan, semua fraksi tetap mendukung jalannya pemerintahan, tidak ada saling jegal, perang atau ninggal. Sebab Bupati saat ini kan hasil koalisi seluruh partai, jadi meski fraksi kami hanya kebagian angggota di komisi tidak jadi persoalan, semua tetap mendukung pemerintah, "kata Yusuf Danial.
     Namun demikian, Danial panggilan akrabnya mengakui jika tak adanya anggota FKB yang duduk di pimpinan komisi ini menuai kekecewaan di tingkat Kader.
     "Kalau kekecewaan di luar, tingkat kader memang ada, tapi kami sudah memberikan pemahaman, "ucapnya.
     Terpisah, Andre Wahyudi, Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Pasuruan yang memimpin jalannya rapat paripurna dalam agenda pembentukan komisi, Rabu (18/09) mengatakan, tak adanya anggota FKB yang duduk di pimpinan komisi tak membuat fraksi lain merasa lebih.
    "Ini hanya persoalan alat kelengkapan saja, rohnya semua sama, tetap mendukung jalannya pemerintahan, "kata Andre. (Lis)

PKB Dan Golkar "Dihabisi", Tak Ada Jatah Pimpinan Komisi Satupun


Draf Nama-Nama pimpinan dan anggota Komisi yang sudah disetujui

Pasuruan, Pojok Kiri
     Rapat Paripurna internal DPRD Kabupaten, Rabu (18/09) yang dimulai sekitar pukul 15.00 hingga 17. 30 WIB dalam rangka pembentukan salah satu Alat Kelengkapan Dewan (AKD) berupa pembentukan komisi-komisi berakhir menegangkan. Pasalnya, Dua partai besar yakni PKB dan Golkar sama sekali tidak mendapat jatah pimpinan komisi dari 4 komisi yang ada.
     Sebelum berakhir rapat Paripurna sekira pukul 17. 30 WIB, pimpinan sidang yang dalam hal ini dipegang oleh Wakil Ketua 1 Andre Wahyudi membacakan hasil sidang yang isinya sungguh mengejutkan.
     Catatan yang didapat Pojok Kiri, dari 4 Komisi yang ada, meliputi Komisi 1 Bidang Hukum dan Pemerintahan, Komisi 2 Bidang Perekonomian dan Keuangan, Komisi 3 Bidang Pembangunan, dan Komisi 4 Bidang Sosial, Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat, tak satupun ada anggota Fraksi PKB dan Golkar yang mendapatkan jatah pimpinan, baik ketua, sekretaris, maupun bendahara. Mereka hanya dapat jatah sebagai anggota biasa.
     Catatan ini sungguh mengejutkan, bahkan bisa jadi sangat menyakitkan bagi PKB dan Golkar. Sebab ada tengarah mereka sengaja dihabisi.
    Namun ada konfirmasi pembantahan dari Pimpinan sidang, Andre Wahyudi. Politisi PDI Perjuangan ini saat dikinfirmasi Pojok Kiri mengatakan, gagalnya PKB dan Golkar  menempatkan anggotanya sebagai pimpinan komisi karena faktor teknis. Dimana menurut Andre, PKB dan Golkar terlambat mengirim nama-nama utusan fraksi yang diusulkan sebagai pimpinan komisi.
     "Ada kesepakatan semalam (Selasa, 17/09), untuk penyerahan nama-nama utusan fraksi jam 11 hingga 12 siang. Namun hingga paripurna digelar pukul 15.00 WIB, nama-nama belum dikirim. PKB dan Golkar baru mengirim nama sekitar pukul 16. 30 WIB, padahal saat itu sudah selesai pembentukan komisi. Akhirnya PKB tetap kita masukkan dalam posisi sebagai anggota. Jadi tidak ada bantai membantai, ini hanya persoalan teknis, "kata Andre Wahyudi.
    Sayangnya Pojok Kiri yang berusaha meminta tanggapan dari PKB dan Golkar hingga berita ini turun belum berhasil. M. Yusuf Danial ketua Fraksi PKB dan Nik Sugiharti Ketua Fraksi Golkar yang dihubungi melalui telpon selulernya tidak mengangkat. (Lis)

Pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan Periode 2019-2024 Resmi Dilantik, Langsung Start Bentuk AKD Dan Godok PAK

Saat Pelantikan Pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Selasa (17/09) sekira pukul 19.00 WIB, pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan periode 2019-2024 resmi dilantik.
     Peroses pelantikan itu secara ceremony dilakukan dengan pengambilan sumbah atau janji di ruang rapat kantor DPRD Kabupaten Pasuruan.
      Ada 4 nama yang sudah ditetapkan sebagai pimpinan dengan kapasitas 1 Ketua dan 3 Wakil Ketua. Mereka masing-masing Sudiono Fauzan asal PKB akan duduk sebagai Ketua, lalu Andre Wahyudi dari PDI Perjuangan Wakil Ketua 1, disusul Rusdi Sutedjo dari Partai Gerindra duduk di Wakil Ketua 2, dan Rias Yudikari Drastika dari Partai Golkar duduk di kursi Wakil Ketua 3.
     Hadir dalam acara sakral 5 tahunan itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), serta undangan dari unsur ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta undangan lain.
     Pelantikan pimpinan DPRD ini sendiri bak guyuran air hujan bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintahan Kabupaten Pasuruan. Pasalnya, seluruh OPD saat ini sedang kamarau anggaran dan butuh kucuran dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Dengan dilantiknya Pimpinan DPRD, diharapkan ada kepastian PAK didok.
     September akhir adalah batas waktu yang diperbolehkan secara aturan untuk menetapkan atau dilakukan persetujuan DPRD atas perubahan anggaran tersebut. Waktu 13 hari pasca pelantikan diharapkan mampu mengolkan PAK yang menjadi harapan seluruh OPD. Sebab jika tidak rampung dalam waktu itu, maka dipastikan tidak ada PAK di tahun anggaran 2019 ini.
     Sejauh ini sebagaimana informasi yang didapat Pojok Kiri, untuk draf PAK sudah ada di meja DPRD. Akankah PAK mulus atau gagal?
    Sudiono Fauzan Ketua DPRD yang baru dilantik bersama 3 Wakil Ketuanya saat dikonfirmasi Pojok Kiri mengatakan, untuk PAK pihaknya akan  berusaha menyelesaikan hingga 30 September nanti. Saat ini menurut politisi PKB ini, start awal pasca pelantikan adalah membentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD).
     AKD itu sendiri sebagaimana catatan umum ada banyak fariabel, meliputi pimpinan, Badan Musyawarah (Bamus), komisi,, Badan Legislasi Daerah (BLD), Badan Anggaran, Badan Kehormatan dan alat kelengkapan lain yang diperlukan dan dibentuk melalui rapat paripurna. (Lis)

Malam Ini Pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan Dilantik, Ada Harapan PAK Bisa Didok

Ilustrasi (By Google)

Pasuruan, Pojok Kiri
     Malam ini, Selasa (17/09) sekira pukul 19.00 WIB, pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan periode 2019-2024 akan dilantik.
     Peroses pelantikan itu secara ceremony akan dilakukan dengan pengambilan sumbah atau janji di ruang rapat kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. Hal ini sebagaimana keterangan dalam undangan yang sudah beredar.
      Ada 4 nama yang sudah ditetapkan sebagai pimpinan dengan kapasitas 1 Ketua dan 3 Wakil Ketua. Mereka masing-masing Sudiono Fauzan asal PKB akan duduk sebagai Ketua, lalu Andre Wahyudi dari PDI Perjuangan Wakil Ketua 1, disusul Rusdi Sutedjo dari Partai Gerindra duduk di Wakil Ketua 2, dan Rias Yudikari Drastika dari Partai Golkar duduk di kursi Wakil Ketua 3.
     Rencana pelantikan pimpinan DPRD ini bak guyuran air hujan bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintahan Kabupaten Pasuruan. Pasalnya, seluruh OPD saat ini sedang kamarau anggaran dan butuh kucuran dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).
     September akhir adalah batas waktu yang diperbolehkan secara aturan untuk menetapkan atau dilakukan persetujuan DPRD atas perubahan anggaran tersebut. Namun kendala belum ditetapkannya pimpinan DPRD yang baru membuat semua OPD kelimpungan takut PAK gagal.
     Sejauh ini sebagaimana informasi yang didapat Pojok Kiri, untuk draf PAK sudah ada di meja DPRD. Akan kah waktu yang hanya tinggal 13 hari ini mampu mengejar untuk persetujuan PAK?
    Sudiono Fauzan Ketua DPRD yang tinggal menunggu pelantikan saat dikonfirmasi Pojok Kiri melalui nomor ponselnya belum mau menjawab terkait hal ini. Manurut Dion panggilan akrabnya, ia akan komentar setelah dilantik.
     "Komentarnya nanti setelah pelantikan.. Hehe, "katanya sambil tertawa. (Lis)

Saya Anggota DPRD Baru, Saya Tidak Mau Diatur-Atur, Saya Pengen Punya Peranan Dan Bukan Soal Uang, Ini Kata Anggota DPRD PKB, Sa'ad Muafi

Sa'ad Muafi



Pasuruan, Pojok Kiri
     Merujuk pada catatan kebiasaan, wakil rakyat atau anggota DPRD baru, apalagi yang berangkat dari partai pro pemerintah, tentu rasa takut, sungkan, segan dan sebagainya menyelimuti langkah si wakil rakyat baru untuk bersuara lantang.
    Di Kabupaten Pasuruan tanpa diulas-pun semua tahu, bahwa sang Bupatinya yakni Irsyad Yusuf adalah Ketua DPC PKB, sang Ketua DPRD nya, Sudiono Fauzan adalah sekretarisnya. Sementara PKB adalah peraih kursi terbanyak yang artinya partai kuat penyokong jalannya pemerintahan.
     Sementara, anggota DPRD yang saat ini sudah dilantik dari 15 yang dimiliki PKB, 10 diantaranya adalah wajah-wajah lama. Sementara yang 5 wajah baru.
     Akankah wajah baru dari PKB yang notabene yunior ini nurut saja ketika diatur oleh senior, dan sungkan untuk bersuara lantang karena partainya pro pemerintah? Jawabannya tidak.
     Itulah yang dikatakan Sa'ad Muafi salah satu anggota DPRD Kabupaten Pasuruan wajah baru dari PKB yang juga Ketua PC GP Ansor Bangil kepada Pojok Kiri, Rabu (04/09).
    Pria muda ini sebelum menjadi anggota DPRD sudah keras dalam sikapnya saat memimpin GP Ansor. Segala hal yang dianggap merugikan masyarakat disikat tak peduli meski ia sendiri akhirnya menjadi terlapor dalam kasus penutupan limbah perusahaan.
    Meski saat ini ia sudah menjadi wakil rakyat dengan gerbong partai pro pemerintah, Muafi panggilan akrabnya tidak akan tergoda dan terbujuk apapun rayuan agar ia diam. Bahkan menurut Muafi, ia akan lebih keras dalam bersikap jika ada permasalahan merugikan masyarakat yang pemerintah tidak segera menyelesaikannya.
     "Saya akan tetap jadi Muafi sama seperti saat sebelum duduk di kursi DPRD, saya tidak mau diatur-atur dalam bersikap. Saya ingin punya peran untuk membela masyarakat. Justru dengan keberadaan saya di DPRD saat ini, saya semakin punya akses untuk lebih kuat membela rakyat. Dan yang perlu dicatat, bukan uang tujuan saya, "ucap Muafi yang juga sering dipanggil Gus Maghrib.
     Dalam acara ngopi bareng bahas limbah Kali Werati, Rabu malam (04/9), Muafi yang didapuk menjadi salah satu pembicara juga dengan keras menuding kinerja DLH yang tidak maksimal. Muafi tidak peduli meski atasannya DLH yakni Bupati Irsyad Yusuf adalah pimpinannya sendiri di PKB.
    "Sepanjang langkah saya benar, saya tidak peduli, justru akan saya sampaikan kepada Bupati bahwa ada kinerja anak buahnya yang tidak benar dan harus segera diperbaiki, "ujarnya (Lis)

DPP Gerindra Putuskan Rusdi Sutejo Duduki Kursi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan

Rusdi Sutejo

Pasuruan, Pojok Kiri
     Partai Gerindra Kabupaten Pasuruan pada Pemilu 2019 kali ini telah mampu mendudukkan salah satu kadernya di kursi Wakil Ketua DPRD. Hal ini karena perolehan suara Partai Gerindra yang cukup signifikan dengan 7 kursi yang didapatnya.
   Perolehan 7 kursi ini memmbawa Partai Gerindra Kabupaten Pasuruan berada di Posisi 3 besar setelah PKB di posisi pertama dengan 15 kursi, dan PDI Perjuangan di posisi ke Dua dengan 8 kursi.
     Atas jumlah kursi yang didapat ini, secara otomatis Partai Gerindra memiliki jatah satu kursi Wakil Ketua yang ada di DPRD Kabupaten Pasuruan. Dalam hal ini Gerindra akan mendapatkan kursi Wakil Ketua 3 dari 4 kursi Wakil Ketua yang ada.
     Lalu siapa kader Partai Gerindra yang dipercaya untuk menempati jabatan bergengsi tersebut.
    Rohani Siswanto, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Pasuruan saat dikonfirmasi Pojok Kiri, Kamis (29/08) mengatakan, untuk jabatan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan dari Partai Gerindra diberikan kepada Rusdi Sutejo. Hal ini menurut Rohani merupakan bentuk apresiasi atas perolehan suara Rusdi Sutejo yang paling banyak di internal Gerindra bahkan tebanyak dari Caleg partai lain.
     Seiring dengan itu, ada kabar yang disampaikan Rohani, bahwa dari pihak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra sudah memutuskan nama Rusdi Sutejo secara resmi untuk menduduki kursi Wakil Ketua tersebut.
    Kepada Pojok Kiri, Rohani menunjukkan surat keputusan DPP Gerindra bernomor 08-0442/Kpts/DPP-GERINDRA/2019.
    Dalam surat yang ditetapkan di Jakarta 27 Agustus 2019 itu disebutkan nama Rusdi Sutejo untuk ditugaskan sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan.
      Sementara itu, Rusdi Sutejo yang dikonfirmasi terpisah mengaku berterimakasih kepada DPP Gerindra yang telah memberinya kepercayaan untuk menjabat Wakil Ketua. Ia mengatakan, dengan kepercayaan yang diberikan ini, akan dijalankannya dengan penuh tanggungjawab.
    "Terimakasih kepada DPP yang telah memberi kepercayaan kepada saya. Tentunya kepercayaan ini akan saya jaga, saya siap menjalankan dengan amanah, profesional dan loyal, "kata Rusdi Sutejo. (Lis)
KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas