RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Soal Peran DLH Di Kabupaten Pasuruan, Ini Kata M. Mujibudda'awat, Lulusan S-2 Pascasarjana Unair, Bidang Studi Hukum Lingkungan

Lebel : Lingkungan Hidup
Mujibudda'awat

Pasuruan, Pojok Kiri
     Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memang keren ketika disebut. Dinas yang mengawasi lingkungan, khususnya sebagai penghalau bagi setiap limbah perusahaan yang dibuang ke sungai ini pantas disebut sebagai dinas dengan julukan pahlawan lingkungan.
     Namun DLH daerah mana yang layak mendapat sebutan itu. Sebab di Kabupaten Pasuruan, DLH tak lebih sebagai dinas 'dunia roh' yang layak diberi lebel, dinas antara ada dan tiada.
   Fakta, saat warga marah dengan menutup jalan di Bujeng sebagai bentuk protes atas sungai yang tercemar limbah perusahaan, Senin (07/10), DLH entah kemana. Jangankan badannya, bokongnya saja tidak keliatan.
    Seiring dengan itu, seorang kawan bernama M.Mujibudda'awat, S.Ag, SH, MH, lulusan S-2 Pascasarjana Unair, Bidang Dtudi Hukum Lingkungan dan Mantan DPRD Kab Pasuruan periode 2009-2014 dan 2014-2019 serta aktivis lingkungan hidup menilai, ada dan tidaknya DLH tidak memberi dampak yang positif terhadap pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Pasuruan, khususnya terkait pengawasan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di pabrik-pabrik.
     Dalam hal ini, Mujib panggilan akrabnya juga menyoroti kapasitas pimpinan di DLH. Menurut dian, Kepala Dinasnya harus dipimpin oleh orang memiliki pendidikan sarjana lingkungan hidup.
     "Kalau hanya di isi oleh ASN yang karena faktor eselonnya sudah mencukupi tanpa mempertimbangkan basik keilmuannya, maka selamanya pengelolaan lingkungan hidup di pasuruan tetap carut marut seperti saat ini. Apalagi saat ini Pltnya dikabarkan hanya sekelas eselon 3 yang basik pendidikannya entah apa. Makin kacau, "ujarnya lantang. (Lis)

Warga Tiga Desa Di Kecamatan Beji Marah Akibat Limbah, DLH Tak Tampak Batang Hidungnya

Lebel: Limbah Pabrik Demo
Saat protes warga akibat limbah

Pasuruan, Pojok Kiri
     Ratusan warga dari Tiga desa di Kecamatan Beji, yakni Sidowayah, Kenep dan Bujeng marah. Mereka sudah tak tahan menahan emosi akibat bau limbah yang mengalir di sungai kawasan tempat tinggal mereka.
     Kemarahan para warga ini diluapkan dengan menggelar demo di jalan raya Bangil-Pandaan, tepatnya di Desa Bujeng, Senin pagi (07/10).
     Dalam aksinya, mereka menutup akses jalan utama yang menghubungkan Bangil-Pandaan dengan memajang berbagai poster protes kepada pemerintah, termasuk membakar ban bekas di tengah jalan.

     Efendi, salah satu warga yang ikut demo mengatakan, protes warga ini dipicu adanya bau busuk limbah yang dibuang ke Sungai Kaliwangi.
     Menurut Efendi, ada 4 perusahaan yang terlibat dalam pembuangan limbah ke sungai. Mereka adalah PT CS 2 Pola Sehat, PT. Setia Pesona Cipta, PT. Inaco Jelly dan PT. Behaestex.
     Dalam protes warga, mereka meminta pemerintah untuk turun tangan melakukan penindakan terhadap perusahaan pencemar.
     Aksi warga yang membuat arus Bangil-Pandaan lumpuh itu mendapat perhatian Camat Beji H. Goni. Camat muda ini datang ke lokasi demo untuk menenangkan warga.
     Bersama dengan anggota Muspika, H. Goni lalu berjanji untuk menyelesaikan masalah limbah ini. Ia mengaku akan melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
     Konyolnya, saat warga berjuang untuk menghentikan aksi jahat perusahaan yang membuang limbah ke sungai, pihak DLH justru tak ada respon.
    Sejak demo digelar, DLH sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya. (isb)

OH May God....?!!!, Ada 1800 Perusahaan, Pemkab Pasuruan Hanya Punya 1 Pengawas Lingkungan

Saat bincang- bincang bahas limbah perusahaan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Tentunya kata 'amazing' pantas diucapkan ketika mengetahui fakta bahwa Kabupaten Pasuruan yang merupakan kawasan Industri dengan jumlah perusahaan sebanyak 1800 sebagaimana yang disampaikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam acara ngopi bareng pegiat lingkungan beserta sejumlah elemen masyarakat Rabu malam (04/09) di rest area Bang Kodir Bangil ternyata hanya memiliki satu orang pengawas.
    Fakta mengejutkan ini terlontar dari salah satu staf DLH, Saikhu yang malam itu dipersilahkan oleh pimpinannya, yakni Indra sang Plt Kadis untuk menjawab tudingan masyarakat bahwa di internal DLH ada oknum pegawai yang main-main atau yang mencari keuntungan pribadi atas kasus kerusakan lingkungan akibat limbah perusahaan.
    Menurut Saikhu yang diamini Indra, DLH siap diproses secara hukum jika ditemukan ada oknum pegawai yang bermain dalam kasus limbah perusahaan.
     Tudingan yang mengarah adanya oknum pegawai DLH yang diduga bermain itu sempat terlontar dari Sugito seorang aktivis dari LSM Garda Pantura yang dikenal sangat focal.
     Dijelaskan Saikhu, kenapa banyak kasus limbah perusahaan yang hingga kini belum terselesaikan, semua karena pihak DLH lemah dalam hal pengawasan. Hal ini lantaran jumlah pengawas hanya satu orang.
     "Bayangkan, di Kabupaten Pasuruan ini ada sebanyak 1800 perusahaan, tetapi pengawas yang ada di DLH hanya satu orang, "ucap Saikhu diamini Indra yang Plt Kadis.
    Dalam bincang santai dengan tajuk ngopi bareng yang intinya membahas pencemaran Kali Werati, para audiens yang terdiri kalangan LSM pegiat lingkungan, GP Ansor, Muspika Beji dan Bangil, insan pers, Kades, tokoh masyarakat serta sejumlah elemen lain termasuk anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Muafi dan Najib Setiawan, 80 persen topik endingnya mengarah kepada DLH Kabupaten Pasuruan yang dianggap tidak becus dalam menangani persoalan kerusakan lingkungan akibat limbah perusahaan.
     DLH yang seolah menjadi bulan-bulanan akhirnya menjerit dan membuka fakta, ternyata pengawas lingkungan yang dimiliki hanya 1 orang dengan 1800 perusahaan yang ada. Oh may god. (Lis)
KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas