RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Ada Yang Sengaja Halang-Halangi Proses Sidang Mantan Kades Bulusari, Yudono, Jaksa Ancam Pidanakan

Baca Juga

Denny Saputra, Kasi Pidsus

Pasuruan Pojok Kiri
     Pernyataan Nur Chosim, penasehat hukum (PH) tersangka kasus korupsi tanah kas desa (TKD) Bulusari di hadapan media, bahwa tersangka Yudono tidak pernah menerima relaas dakwaan dalam persidangan di PN Tipikor membuat Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra menanggapi serius.
    Menurut Denny sapaan akrab Kasi Pidsus, Justru PH yang sengaja menghalang-halangi proses persidangan dengan sengaja mempengaruhi terdakwa untuk tidak mau menerima dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU)
     Ada 2 catatan yang disampaikan Denny terkait upaya PH Yudono menghalang-halangi persidangan.
     Yang pertama sengaja mempengaruhi terdakwa tidak boleh menerima surat dakwaan dari JPU, Ke Dua sengaja tidak menghormati penetapan hari sidang Tipikor Surabaya dan PH tidak hadir di sidang pertama tetapi di sidang praperadilan bisa datang dengan kondisi sehat.
     "Proses yang kami jalankan adalah pro justitia (demi hukum, red). Jangan sampai ada yang menghalangi proses persidangan Tipikor. Jika tetap duiakukan, kami akan pidanakan, "kata Denny.
     Selama ini sebagaimana disampaikan Denny, ada upaya kubu tersangka Yudono untuk menghalangi proses persidangan, dimana selain tidak mau menerima surat dakwaan saat diberikan dalam tahanan, Yudono juga tidak mau menerima saat diberikan oleh hakim dalam persidangan.
     "Yudono ini ada yang mengarahkan untuk tidak mau menerima surat dakwaan. Jika tidak menerima materi dakwaan tidak apa-apa. Tapi jika tidak mau menerima suratnya, itu namanya tidak menghargai proses hukum dan menghambat. Kepada semua pihak, agar jangan main-main menghalangi proses sidang Tipikor, jika terus dilakukan, kami akan pidanakan sesuai pasal 21 UU 39/1999 jo UU 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, "ujarnya.
     Sebelumnya memang ada bola panas yang digiring oleh kubu Yudono terkait penahanan yang dilakukan jaksa.
     Pihak Yudono melalui PH-nya mengnggap penahanan itu terlalu memaksa, sehingga ia melakukan perlawanan hukum dengan mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan dan penahanan tersangka.
     Namun seiring berjalannya praperadilan di PN Bangil, pengadilan Tipikor Surabaya justru menetapkan jadwal sidang dan sudah menggelar sidang pembacaan surat dakwaan.
     Atas berjalannya proses sidang ini, maka PN Bangil lalu memutuskan sidang praperadilan gugur.
     Atas gugurnya praperadilan ini, kubu Yudono melalui PH-nya menganggap ada upaya pemaksaan yang dilakukan jaksa demi memuluskan percepatan persidangan di PN Tipikor.
     "Kami menduga ada upaya manipulasi agar persidangan tetap berjalan untuk menggugurkan praperadilan, "ucap Nur  Chosim sembari mengancam akan melaporkan jaksa ke Jamwas.
    Denny Saputra mempersilahkan kepada kubu Yudono lapor kemana saja. Intinya tegas Denny, siapapun yang menghalangi persidangan Tipikor akan akan ia pidanakan.
     "Jika menyoal penahanan tersangka yang dianggap jaksa memaksakan diri. Perlu kami sampaikan, bahwa tersangka Yudono selama kami panggil selama 3 kali secara patut tidak permah hadir. Sesuai prosedur hukum, tim Jaksa penyidik lantas melakukan upaya penangkapan. Jadi tidak ada aturan yang kami langgar. Jadi kalau mau lapor kemana saja silahkan. Tapi ingat, jika tetap menghambat proses sidang, langkah kami jelas, akan memidanakan, "ujar Denny. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas