RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

KRI Satlantas Polres Pasuruan, Dia Jago Menembak

Baca Juga

Lebel: Jago Tembak

Iptu Meita Anisa Saputra, SIK, MH, M.Si



Pasuruan, Pojok Kiri
     Bicara soal olahraga menembak, terlintas di benak kita, khususnya yang tidak pernah pegang senjata api, bahwa olahraga ketangkasan yang satu ini sangatlah macho dan keren. Selain itu, olahraga ini bisa dibilang seru dan butuh latihan serius untuk mampu menjadi seorang jago.
      Dominasi para penembak yang masuk kategori jago, selama ini kebanyakan tercatat nama laki-laki. Di film-film sniper alias penembak jitu misalnya, sang penembak rata-rata diperankan laki-laki. Kenapa demikian, karena tentu saja olahraga satu ini memang identik dengan laki-laki, meski tak jarang perempuan juga bisa menguasai.
      Terkait olahraga menembak ini, di Kabupaten Pasuruan baru-baru ini ada gelaran lomba yang diadakan pihak TNI, tepatnya pasukan armada tank Yonkav 8, Beji. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 06 Oktober lalu.
     Pada lomba menembak dalam rangka memperingati HUT TNI ke 74 tersebut, ada Dua kategori yang dilombakan, yakni kategori laki-laki dan kategori perempuan.
     Dalam catatan tulisan ini, kita abaikan dulu soal ketegori laki-laki. Alasannya karena sudah mainstream alias sudah umum gess.
     Kita melirik peserta lomba dari kalangan kaum hawa alias perempuan.
     Pada kategori perempuan ini, ternyata banyak juga yang mengikuti. Jumlahnya ada sekitar 20 orang. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Timur.
     Salah satu peserta yang cukup menjadi sorotan adalah seorang perempuan bernama Meita Anisa Saputra. Perempuan kelahiran Ciamis, 04 Mei 1991 ini dalam laga menembak tersebut mampu meraih juara 2.
    Lantas apa sorotannya? Meita Anisa Saputra ini tak lain adalah seorang Polisi Wanita (Polwan) di Polres Pasuruan yang saat ini menjabat Kaur Regristasi dan Identifikasi (KRI) Samsat Polres Pasuruan.
    Perempuan yang sehari-hari berkacamata bulat bening ini merupakan salah satu Perwira Satlantas Polres Pasuruan dengan pangkat Inspektur Satu (Iptu).
     Dalam hal akademisi, ia sudah memiliki gelar Magister Sains (M.Si),  Sarjana Ilmu Kepolisian (SIK), dan Magister Hukum (MH).
     Siapa sangka, perempuan yang setiap hari harus mengurusi surat-surat kendaraan bermotor ini ternyata jago menembak. Apalagi bisa meraih juara.
     Sejak kapan ia mulai belajar menambak?
     Kepada Pojok Kiri, Senin (07/10), Iptu Meita panggilan akrabnya menceritakan, sebelumnya ia pernah latihan menembak pada saat pendidikan di Akpol pada tahun 2009 sampai dengan lulus tahun 2012.
     Lucunya, sejak tahun 2012 itu, ia mengaku tidak pernah lagi mengikuti pelatihan menembak. Sampai dengan kegiatan lomba menembak yang ia ikuti 2 hari lalu, ia baru mencoba latihan menembak kembali sebanyak 2 kali.
      Meski lama tak latihan, kemampuan menambaknya tetap melekat, hingga ia mampu meraih juara 2.
     Atas apa yang diraihnya, Iptu Meita mengaku menjadi lebih bersemangat untuk mengasah kembali kemampuannya dalam hal menembak. Ia juga berharap kegiatan lomba menembak bisa terus diadakan.
     "Semoga akan lebih sering ada perlombaan menembak yang pesertanya tidak hanya untuk kaum adam saja, akan tetapi juga difasilitasi untuk kaum hawa. Sehingga bisa memotivasi para perempuan yang ingin mengasah keahliannya dalam hal menembak, "ujar Iptu Meita. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas