RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Saya Anggota DPRD Baru, Saya Tidak Mau Diatur-Atur, Saya Pengen Punya Peranan Dan Bukan Soal Uang, Ini Kata Anggota DPRD PKB, Sa'ad Muafi

Baca Juga

Sa'ad Muafi



Pasuruan, Pojok Kiri
     Merujuk pada catatan kebiasaan, wakil rakyat atau anggota DPRD baru, apalagi yang berangkat dari partai pro pemerintah, tentu rasa takut, sungkan, segan dan sebagainya menyelimuti langkah si wakil rakyat baru untuk bersuara lantang.
    Di Kabupaten Pasuruan tanpa diulas-pun semua tahu, bahwa sang Bupatinya yakni Irsyad Yusuf adalah Ketua DPC PKB, sang Ketua DPRD nya, Sudiono Fauzan adalah sekretarisnya. Sementara PKB adalah peraih kursi terbanyak yang artinya partai kuat penyokong jalannya pemerintahan.
     Sementara, anggota DPRD yang saat ini sudah dilantik dari 15 yang dimiliki PKB, 10 diantaranya adalah wajah-wajah lama. Sementara yang 5 wajah baru.
     Akankah wajah baru dari PKB yang notabene yunior ini nurut saja ketika diatur oleh senior, dan sungkan untuk bersuara lantang karena partainya pro pemerintah? Jawabannya tidak.
     Itulah yang dikatakan Sa'ad Muafi salah satu anggota DPRD Kabupaten Pasuruan wajah baru dari PKB yang juga Ketua PC GP Ansor Bangil kepada Pojok Kiri, Rabu (04/09).
    Pria muda ini sebelum menjadi anggota DPRD sudah keras dalam sikapnya saat memimpin GP Ansor. Segala hal yang dianggap merugikan masyarakat disikat tak peduli meski ia sendiri akhirnya menjadi terlapor dalam kasus penutupan limbah perusahaan.
    Meski saat ini ia sudah menjadi wakil rakyat dengan gerbong partai pro pemerintah, Muafi panggilan akrabnya tidak akan tergoda dan terbujuk apapun rayuan agar ia diam. Bahkan menurut Muafi, ia akan lebih keras dalam bersikap jika ada permasalahan merugikan masyarakat yang pemerintah tidak segera menyelesaikannya.
     "Saya akan tetap jadi Muafi sama seperti saat sebelum duduk di kursi DPRD, saya tidak mau diatur-atur dalam bersikap. Saya ingin punya peran untuk membela masyarakat. Justru dengan keberadaan saya di DPRD saat ini, saya semakin punya akses untuk lebih kuat membela rakyat. Dan yang perlu dicatat, bukan uang tujuan saya, "ucap Muafi yang juga sering dipanggil Gus Maghrib.
     Dalam acara ngopi bareng bahas limbah Kali Werati, Rabu malam (04/9), Muafi yang didapuk menjadi salah satu pembicara juga dengan keras menuding kinerja DLH yang tidak maksimal. Muafi tidak peduli meski atasannya DLH yakni Bupati Irsyad Yusuf adalah pimpinannya sendiri di PKB.
    "Sepanjang langkah saya benar, saya tidak peduli, justru akan saya sampaikan kepada Bupati bahwa ada kinerja anak buahnya yang tidak benar dan harus segera diperbaiki, "ujarnya (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas