RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Polisi, TNI, Dan Pemkab Pasuruan Satu Suara Selamatkan Hutan Dari Kebakaran

Baca Juga

Saat Rakor berlangsung

Pasuruan, Pojok Kiri
     Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), di musim kemarau ini memang menjadi momok bagi semua pihak. Beberapa wilayah di Indonesia baru-baru ini sudah merasakan akibat dari kebakaran tersebut.
    Faktor penyebab terjadinya Karhutla paling mendominir adalah karena ulah warga yang melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Sedang hal yang sulit dicegah karena lahan terluas adalah Taman Hutan Rakyat (Tahura) atau lahan milik rakyat.
    Di Kabupaten Pasuruan, luas keseluruhan Tahura sekitar 27.000 ha, sedang yang menjadi milik Pemkab Pasuruan hanya 5.800 ha saja.
     Catatan luas lahan Tahura ini membuat petugas pemerintah sulit memantau. Akibatnya, banyak warga yang semaunya membakar lahan dengan alasan melakukannya di lahan milik sendiri.
     Atas fakta ini, pihak Pemkab Pasuruan yang tergabung dalam tim penanganan Karhutlah bersama TNI dan Polri, pada Selasa, 24 September 2019 lalu duduk bersama untuk menyatukan suara guna mencegah maupun mematikan api yang sudah terlanjur membahar lahan.
Satu suara untuk kelestarian hutan

     Bertempat di Hotel Senyiur Prigen, pihak Pemkab Pasuruan yang diwakili Kepala BPBD, Bakti Jati Permana, Satpol PP, serta sejumlah petugas dari Damkar, relawan, Perhutani, Camat, termasuk tokoh lain, bersama dengan TNI yang diwakili Danramil Prigen, Kapten Inf. Agus Mardianto dan Pasiops Kodim 0819 Pasuruan, Kapten Inf. Buyung P, termasuk dari jajaran Polri yang langsung dihadiri oleh Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.I.K, SH, MH, Wakapolres Kompol Supriyono bersama para Pejabat utama (PJU) Polres, termasuk Kapolsek Prigen, Iptu Slamet Wahyudi, SH melakukan koordinasi terkait Karhutla tersebut.
     Inti dari pertemuan itu, diharapkan jika terjadi Karhutla, instansi terkait atau tim penanganan tidak segan untuk bekerja sama dengan TNI dan Polri.
     Dalam rakor tersebut, banyak hal yang disampaikan oleh masing-masing instansi terkait pencegahan, mapun teknis penanganan.
     Secara keseluruhan, semua pihak sepakat untuk terus saling koordinasi dan saling tanggap jika terjadi Karhutla. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas