RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Misteri Tanah Irigasi Yang Dibeli Pemilik Meiko, Dinas Pengairan Berdalih Bukan Wilayahnya

Baca Juga

Meiko

Pasuruan, Pojok Kiri
     Pembelian tanah saluran air sepanjang 99 meter yang oleh Muchsin sang pemilik PT. Meiko Abadi dari Kepala Desa Nogosari, Almarhum H. Imam Sudarno pada tahun 2015 lalu saat ini baru terkuak. Fakta itu muncul setelah beredar copy kwitansi pembayaran atas pembelian saluran air tersebut. Lantas adakah pihak Dinas Pengairan terlibat?
     Pojok Kiri menelusuri hal ini dimulai ke UPT Dinas Pengairan, Kecamatan Pandaan, Jum'at (06/09) dan bertemu dengan Eka sang kepala UPT.
    Namun Eka mengaku, jika saluran irigasi di wilayah Dusun Nampes, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan bukan naungannya. Hanya saja ia masih ragu apakah lokasi itu masuk wilayah kewenangan Kabupaten atau Propinsi.
     "Jika luas area1000 hektar ke bawah, maka dalam naungan Kabupaten. Sedang luas 1000 hingga 3000 hektar masuk naungan Propinsi. Lalu 3000 hektar ke atas itu kewenangan pusat, "Terang Eka.
     Lebih jauh menurut Eka, untuk peta wilayah saluran irigasi dalam naungan Kabupaten yang berada di Desa Nogosari hanya berada di Dusun Kulak, seluas 15 hektar, lain itu tidak ada.
     Untuk diketahui, Pandaan Square yang kini dikenal dengan sebutan Meiko Square yang berada di Dusun Nampes, Desa Nogosari yang dibangun oleh PT Meiko Abadi Meiko yang kini menjadi tempat warung-warung karaoke itu saat pembangunan, sebagian lahannya ternyata menempati lahan irigasi pertanian (Baca Pojok Kiri edisi Sabtu (30/08).
     Pembelian saluran irigasi untuk kepentingan bisnis PT Meiko itu terkuak tatkala Pojok Kiri diberitahu oleh beberapa warga sambil menunjukkan foto copy kwitansi pembayaran.
     Ada Dua foto copy kwitansi yang ditunjukkan warga. Kwitansi itu ditandatangani pada 4 Maret 2015 oleh Imam Sudarno. Di dalamnya tertulis pembelian tanah saluran air sepanjang 99 meter yang berada di lokasi sawah milik Muchsin yang sekaligus pemilik PT. Meiko Abadi dengan nilai Seratus Juta Rupiah.
     Di kwitansi itu juga ada tanda tangan saksi M. Edy Kurniawan yang sebagaimana informasi warga, ia adalah putra dari Almarhum H. Imam Sudarno.
     Ditulis juga di kwitansi itu, uang pembayaran atas penjualan saluran irigasi itu ditransfer melalui Bank BCA atas nama Ita Kurniawati yang disebut warga juga putri almarhum H. Imam Sudarno. (isb)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas