RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Datangi Kejaksaan, Masyarakat Desak Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Dispora #Lujeng Sudarta: Aktor Intelektualnya Harus Diseret Ke Penjara

Baca Juga

Masyarakat saat menyampaikan dukungan guna penuntasan kasus Dispora

Pasuruan, Pojok Kiri
     Masyarakat Kabupaten Pasuruan sudah di puncak kegerahannya terkait belum adanya kepastian hukum atas elit di tubuh Dispora yang konon diduga terlibat dalam kasus korupsi anggaran tahun 2017.
    Meski saat ini sudah ada satu nama yang menjadi tersangka yakni Lilik, mantan Kabid Olahraga, masyarakat Kabupaten Pasuruan tetap tidak puas karena korupsi Dispora diduga dilakukan secara berjamaah atau lebih dari satu orang.
     Senin (02/09) Konsorsium Masyarakat Anti Korupsi (KOMPAK) yang dikoordinir Lujeng Sudarta dan Forum Rembuk Masyarakat Wilayah Timur (FORMAT) yang dikoordinir Ismail Makky mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan sekira pukul 10.30 WIB.
     Mereka yang berjumlah sekitar 30 orang diterima oleh Kasi Pidsus Denny Saputra dan Kasi Intel, Erfan.
     Bertempat ruang kerja Kasi Pidsus, unsur masyarat yang merupakan para aktivis ini lalu menyampaikan berbagai hal yang mengganjal atas kegerahannya terkait kasus Dispora.
    Berbagai pertanyaan dan dukungan serta harapan, termasuk do'a dan menagih omongan jaksa dilontarkan oleh mereka.
     Pertanyaan yang tergaris bawahi diantaranya, kapan tersangka baru ditetapkan, kenapa tersangka Lilik tidak ditahan serta sejumlah pertanyaan lain.
     Dukungan juga muncul. Intinya masyarakat yang peduli atas penegakan hukum ini mendukung sepenuhnya kepada Kejari Kabupaten Pasuruan untuk memenjarakan semua aktor Dispora yang ikut terlibat memakan uang negara.
    Masyarakat yang terdiri berbagai LSM ini juga menagih janji kepada Kejari untuk segera menetapkan tersangka baru. Sebab dalam hal ini kejaksaan jauh hari sudah menyampaikan ke publik bahwa korupsi di Dispora melibatkan sejumlah nama.
    "Kami menagih omongan kejaksaan yang sempat muncul di media bahwa ada sejumlah nama calon tersangka dalam kasus korupsi Dispora ini. Jangan sampai apa yang sudah mencuat itu tiba-tiba lenyap. Untuk itu, kedatangan kami untuk meminta transparansi kejaksaan, meminta kepastian progres penanganan kasus ini, "tukas Lujeng.
     Lujeng menambahkan, dalam kasus Dispora ini, banyak beredar informasi miring yang menyebut hanya akan ada satu orang sebagai tumbal, yakni Lilik. Jika sampai ini terbkti, Lujeng mengancam akan membawa kasus ini ke Komisi Kejaksaan di Kejagung, serta membawa ke ranah KPK.
     "Intinya kejaksaan harus berani usut semua yang terlibat. Khususnya sang aktor intelektual. Dalam kasus korupsi tidak mungkin dilakukan sendiri, banyak yang terlibat, aktor intelektualnya, dia yang harus diseret ke penjara, "ucapnya.
    Sementara itu, di hadapan para aktivis, Kasi Pidsus, Denny Saputra meminta waktu satu minggu untuk menuntaskan pemberkasan dan pelimpahan atas tersangka Lilik. Setelah itu, ia berjanji akan segera melakukan expose untuk menentukan tersangka baru.
     "Satu minggu akan kami selesaikan pemberkasan dan pelimpahan tersangka Lilik. Setelah itu akan kami kabari proges untuk tersangka lainnya, "kata Denny. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas