RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Anjar 'Diseret' Ke Polres, Terkait Postingan Dianggap Hina Bupati Pasuruan Di FB

Baca Juga

Postingan yang dilaporkan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Siapa tidak kenal Anjar, aktivis asal Gempol ini sering melontarkan kritikan keras, lantang dan menohok ke Bupati Pasuruan baik secara langsung maupun melalui media sosial khususnya Facebook (FB). Tak sedikit postingan-postingan Anjar yang to the point menohok ke Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf. Baik masalah kinerja, atau masalah pribadinya. Sebenarnya ada perseteruan apa antara Anjar dan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf?
     Selama ini postingan Anjar di FB melalui akun miliknya bernama 'Suryo Ageng' dikenal keras dan berani, kritikan pedas ke Bupati begitu menohok dan terkesan sangat fullgar. Anehnya, sekian lama sikap keras Anjar itu disampaikan, tidak pernah ada laporan secara hukum yang dilakukan baik oleh Bupati sendiri atau pihak lain.
     Namun pada Rabu (28/08) ada sejarah yang tercatat. Anjar dilaporkan ke Polres Pasuruan atas postingan di FB yang dianggap menghina Bupati Pasuruan.
     Melalui akun Suryo Ageng milik Anjar itu, ia memosting tulisan dalam bingkai bunga-bunga yang isinya "Bajumu Putih Hatimu Hitam Wahai..... Bupatiku, Kelak Di Neraka Tak Kancani"
     Atas postingan itu, ada sejumlah pertanyaan dari netizen. Mereka bertanya 'Bupati Endi (Bupati mana)'. Lalu Suryo Ageng menjawab 'Bupati Pasuruan'.
     Postingan yang sangat tendesius ini akhirnya mendapat respon keras dari warga Kabupaten Pasuruan yang tidak terima Bupatinya dihina. Dalam hal ini ada kelompok yang akhirnya membawa kasus ini ke Polres Pasuruan.
     Adalah Saad Muafi, Ketua Ansor Bangil dan Karim Ketua Ansor Pasuruan serta sang penasihat Samsul Hidayat bersama timnya yang tidak terima marwah Bupati direndahkan. Mereka mendatangi Polres Pasuruan sekira pukul 15.00 WIB untuk melaporkan Anjar.
Saat mediasi dilakukan

     Namun oleh pihak Polres Pasuruan yang diterima Wakapolres Kompol Supriyono, kasus ini lantas diupayakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan.
    Proses mediasi lalu dilalukan di ruang Wakapolres, sejumlah pihak dipertemukan, baik pelapor maupun terlapor Anjar. Saat itu anjar didampingi Joko Cahyono politisi Nasdem dan beberapa timya. Kenapa ada Joko Cahyono, sebab Anjar diketahui juga kader dari Partai Nasdem.
    Dalam pertemuan itu terjadi adu argumen yang sempat memanas. Namun setelah dilakukan pendekatan oleh Wakapolres, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dengan syarat Anjar melalukan minta maaf di media sosial dan media cetak. Syarat itu disetujui yang kemudian dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi.
     Saad Muafi saat dikonfirmasi membenarkan adanya proses damai dalam kasus ini. Akan tetapi pihaknya mengaku masih menunggu itikad baik Anjar untuk meminta maaf melalui media sosial dan media cetak dalam waktu 3 kali 24 jam.
     "Kami masih menunggu itikad baik Anjar untuk meminta maaf melalui media sosial dan media cetak 3 kali 24 jam. Jika dalam waktu itu tidak ada respon, maka kami akan bicarakan dengan tim untuk menentukan langkah selanjutnya, "ujar Saad Muafi.
     Seirama dengan Saad Muafi, penasihat Ansor, Samsul Hidayat yang juga politisi PKB mengaku sudah berkoordinasi dengan Bupati, Irsyad Yusuf guna memberi kesempatan kepada anjar untuk minta maaf.
    "Kami sudah koordinasi dengan Bupati, intinya memberikan kesempatan kepada Anjar untuk minta maaf, "ucap Samsul.
     Sementara itu, Anjar saat ditanya Pojok Kiri mengaku siap untuk minta maaf.
    "Nanti saya posting permintaan maaf, lalu postingan yang dilaporkan itu saya hapus, kan selesai, "ucapnya. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas