Tinggal Jalani Hukuman, Kades Sanusi Mangkir Di Panggilan Pertama, Jaksa Layangkan Panggilan Ke Dua

Baca Juga

Kades Pelintahan, Sanusi

Pasuruan, Pojok Kiri
     Atas putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Bangil terhadap Kades Sanusi dalam perkara keterbukaan informasi publik, hingga Rabu (10/07), Sanusi yang dipanggil jaksa melalui surat untuk datang di kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan pada Senin (08/07) guna menjalani hukuman ternyata tetap tidak tampak batang hidungnya.
    Mangkirnya Sanusi dalam panggilan pertama untuk menjalani hukuman atas putusan pengadilan tersebut memaksa jaksa kembali melayangkan panggilan untuk kali ke dua.
     "Sampai hari ini, Rabu (10/07) saudara Sanusi tidak juga datang. Maka secara prosedur kami akan layangkan panggilan ke dua. Rencananya akan kami panggil untuk datang hari Selasa depan (16/07). Kalau tetap tidak mau datang, kami akan layangkan panggilan ke 3. Jika tetap tidak datang juga, kami akan lakukan penjemputan paksa, "tukas Themas, JPU yang menangani perkara Sanusi.
    Seperti diketahui,, dalam sidang putusan PN Bangil pada 11 Maret 2019, Sanusi diputus 3 bulan kurungan, dan denda Rp. 3 juta, subsidair 1 bulan kurungan. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut Sanusi 5 bulan kurungan dan denda Rp. 4 juta, subsidair 2 bulan kurungan.
     Atas putusan ini, Sanusi menempuh langkah Banding. Pada 19 Maret atau selang 10 hari pasca putusan, pihak Sanusi mengirimkan memori banding guna melakukan perlawanan karena tidak terima dengan putusan tersebut. Namun upaya bandingnya bukan meringankan nasibnya, tetapi tetap memasukkan dia ke dalam penjara, karena putusan pengadilan tinggi justru menguatkan putusan PN Bangil.
     Penguatan putusan itu tertuang dalam relaas pemberitahuan petikan putusan banding Nomor 352/PID/2019/PT SBY jo Nomor 19/Pid.B/2019/PN Bil.
     Atas Pengadilan Tinggi ini, sebagaimana informasi JPU Themas, Sanusi sempat mengajukan kasasi. Akan tetapi karena pasal yang dikenakan hukuman maksimalnya hanya 1 tahun, maka kasasi ditolak demi hukum.
    Sementara itu, Sanusi si Kades Pelintahan yang berusaha dikonfirmasi Pojok Kiri atas ketidak hadirannya ke kantor kejaksaan tidak mendapatkan hasil. Upaya menghubungi melalui nomor phonselnya terdengar nada sambung tapi tidak diangkat. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas