RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Minta Sumbangan Wali Murid, SMPN 2 Pandaan Masukkan Daftar Uang Lelah Senilai Rp. 217, 8 Juta

Baca Juga

Catatan item sumbangan SMPN 2 Pandaan yang sempat disampaikan saat rapat dengab wali murid, Sabtu, 27 Juli 2019



Pasuruan, Pojok Kiri
     Sekolah benar-benar tidak murah. Meski digembar gemborkan sampai mulut dower bahwa pemerintah telah menggelontorkan anggaran APBN sebanyak 20 persen untuk pendidikan dengan menguatkan jargon demi 'Sekolah murah', ternyata faktanya nol besar.
     Untuk sekolah kelas SMA sederajat, tidak usah ditanya lagi. Meski katanya SPP gratis. Tapi tetap saja bayarnya selangit.
    Tak kalah dengan SMA, sekolah menengah pertama (SMP) juga melakukan hal sama. Wali murid jadi 'target' untuk mengisi pundi-pundi sekolah dengan bahasa yang sudah bosan didengar, yakni sumbangan wali murid.
     Terkait sumbangan wali murid ini memang tak bisa ditolak begitu saja. Faktor psikologis anak yang sekolah di dalamnya membuat sang wali murid selalu oke saja saat ikut rapat yang membahas sumbangan-sumbangan. Namun ketika di luar, barulah sang wali murid teriak karena merasa terbebani.

     Salah satu SMP yang wali muridnya teriak adalah SMPN 2 Pandaan. Sekolah yang dikepalai Heru ini dianggap menarik sumbangan dengan kegunaan yang patut dipertanyakan.
     Di sekolah ini, untuk kelas VII atau satu SMP ada permintaan sumbangan dengan nilai total Rp. 1. 503. 300,- di luar seragam. Nilai itu dianggap cukup besar dan membebani bagi wali murid.
    Rincian sumbangan itu sendiri, ada beberapa item yang membuat para wali murid bertanya-tanya, karena dianggap tak masuk akal.
     Contoh beberapa item sumbangan itu antara lain, uang lelah penyaji materi jam pagi senilai Rp. 217. 800 juta, sumbangan peringatan hari jadi Kabupaten Pasuruan Rp. 20 juta, sumbangan kegiatan rapat komite dan managemen Rp. 30 juta.
    Beberapa wali murid menganggap uang yang dimintakan ke mereka dengan dalih bantuan itu cukup aneh.
     Mereka yang tidak mau disebut namanya bertanya-tanya. Masak ada istilah bantuan untuk uang lelah. Lalu bantuan rapat komite yang notabene isinya adalah wali murid sendiri. Lalu ada bantuan kegiatan hari jadi Kabupaten Pasuruan. Bukankah giat hari jadi sudah dianggarkan oleh Pemkab Pasuruan?
     Pertanyaan demi pertanyaan tersebut ingin disampaikan oleh para wali murid ke pihak sekolah. Namun karena takut anaknya di sekolah jadi sasaran, para wali murid lebih memilih diam di dalam sekolah dan memilih teriak di luar sekolah.
     Sementara itu, terkait pertanyaan para wali murid ini, belum ada penjelasan dari sang Kepsek SMPN 2 Pandaan, Heru. Pojok Kiri yang berusaha mengkonfirmasi melalui pesan singkat ke nomor phonselnya, Senin (29/07) tidak mendapat jawaban. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas