RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Masuk Tahun Ke Tiga, Proyek Kali Kedunglarangan Sudah Capai Progres 40 Persen

Baca Juga

Kondisi Sungai Kedunglarangan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Progres pelaksanaan proyek normalisasi Sungai Kedunglarangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur hingga Juli 2019 ini sudah tercapai 40 persen. Hal ini sebagaimana dikatakan Hanung Widya Sasangka, Kadis Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air dan Tata Ruang Rabu pagi (10/07) satu jam sebelum ia dilantik sebagai Kadis Binamarga.
     Menurut Hanung, Desember 2019 nanti, seluruh teknis pekerjaan mulai pelebaran, penguatan tanggul hingga pengerukan sedimen sungai sudah selesai 100 persen.
     "Jadwalnya Desember 2019 semua sudah selesai, dan saya yakin dilihat dari sisi teknis pelaksanaan, proyek ini akan dapat diselesaikan tepat waktu, "ucap Hanung.
     Sebagaimana diketahui, proyek normalisasi Sungai Kedunglarangan dengan panjang 7 kilo meter dimulai dari cabang 'sungai bong' (Kalianyar sisi Utara, red) hingga kawasan Utara Telocor saat ini masih terus dikerjakan.
Proyek yang sedang berjalan

     Proyek yang alokasi dananya dari anggaran Kementerian PUPR mencapai Rp 200 miliar sejak tahun 2017 ini dilaksanakan selama 3 tahun.
     Saat ini terang Hanung, proyek sudah masuk tahun akhir atau tahun finishing. Progresnya sudah tercapai 40 persen.
     "Dari progres 40 persen itu saja dampak positifnya sudah dapat kita rasakan. Saat musim hujan, banjir yang menggenang di lingkungan warga sudah terminimalisir. Jika sudah 100 persen, kita akan dapat bayangkan manfaat dari proyek ini, "ujar Hanung.
     Fakta memang itu yang terjadi, pada musim hujan beberapa bulan lalu, banjir yang selama ini menggenang besar di lingkungan Kalianyar, Tambakan, dan daerah sekitarnya sudah terminimalisir dengan adanya proyek multi years ini.
    Firman misalnya, salah satu warga Kalianyar yang selama banjir terpaksa harus melewati kuburan 'Kepo' untuk menuju Bangil, kini sudah tidak lagi.
     "Biasanya kalau banjir, kami selalu lewat tengah kuburan saat mau ke Bangil. Sebab kondisi jalan kuburan 'Kepo' lebih tinggi. Tapi kalau malam serem. Kuburannya angker. Sekarang Alhamdulillah sudah tidak lagi, "ungkapnya. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas