Kasus Dispora Tinggal Penetapan Tersangka, Jaksa Siap Gunakan Ahli Hitung Lain Jika Inspektorat Jadi Penghambat

Baca Juga

Kajari saat diwawancara para wartawan



Pasuruan, Pojok Kiri
     Apa kabar kasus dugaan korupsi di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan. Masih lanjut apa behenti alias mandeg?
     Pertanyaan demi pertanyaan berseliweran dari banyak percakapan di kalangan pegawai Pemkab Pasuruan, LSM, termasuk kalangan pewarta sendiri, yakni para wartawan yang gemes dengan kasus di Dispora ini.
     Pada puncak peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke 59, Senin, 22 Juli 2019, pertanyaan itu dijawab oleh Kajari Kabupaten Pasuruan, H.M. Noor HK. SH, MH.
     Didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Denny Saputra, Kajari yang memberikan waktu khusus kepada sejumlah wartawan untuk berbincang, akhirnya menjawab fakta yang terjadi atas kasus ini.
    Jawaban kajari ketika ditanya terkait nasib kasus Dispora, dengan tegas ia mengatakan bahwa prosesnya tetap lanjut. Saat ini menurut dia, tahapannya menuju penetapan tersangka.
     Lalu nenunggu apa? Pertanyaan ini terlontar dari para wartawan, yang kemudian dijawab bahwa hal yang ditunggu adalah hasil hitungan yang dilakukan oleh Inspektorat selaku ahli yang diminta bantuan untuk menghitung ada tidaknya kerugian keuangan negara.
     "Sampai saat ini kami belum menerima hasil resmi penghitungan yang dilakukan oleh Inspektorat. Itu yang kami tunggu, "ucap Kajari.
     Menunggu sampai kapan? Tentu saja pertanyaan ini tidak bisa dijawab oleh Kajari, sebab yang paling tahu adalah Inspektorat sendiri, kapan ia akan menyerahkan hasil hitungan itu ke Kejaksaan.
     "Kalau soal itu, silahkan tanya ke Inspektorat sendiri, kami mana bisa menjawab, "kata Kajari.
     Ada catatan menarik dari wawancara wartawan dengan Kajari. Dimana dikatakan, untuk soal menunggu yang membosankan ini, pihak kejaksaan sudah menanyakan ke Inspektorat melalui surat resmi sebanyak Dua kali. Namun hingga puncak HBA yang digadang ada momen greget dengan ditetapkannya tersangka kasus dugaan korupsi Dispora, ternyata penghitungan by Inspektorat masih tak kunjung tiba.
     Pertanyaannya sekarang adalah "ADA APA DENGAN INSPEKTORAT".
     Pojok Kiri yang berupaya mengkonfirmasi Kepala Inspektorat, Dwitono Minahanto melalui nomor telepon selulernya, Selasa (23/07) tak digubris. Ada nada sambung tapi tidak diangkat.
     Lepas dari itu, sejak lama sudah ada bocoran, jika pemeriksaan di tingkat penyelidikan jaksa sudah selesai, dan ada indikasi kerugian negara yang mencapai nilai Rp. 900 juta. Bahkan dalam bocoran itu, sudah muncul nama-nama calon tersangka yang hanya menunggu penetapan sebanyak 5 orang. Mereka adalah Heru (Kabid), Lilik  (Kabid), Wiwik (PPTK), Broto (PPTK) dan Nanang (Bendahara).
     Disebut, setelah penetapan 5 orang ini, nantinya dalam perkembangan penyidikan hingga persidangan, besar kemungkinan juga akan ditetapkan sebagai tersangka Kadisporanya sendiri yakni Munib.
     Pertanyaannya, bagaimana ada bocoran nilai kerugian itu, dan muncul nama-nama calon tersangka.
    Hal ini lantaran selain penghitungan yang dilakukan oleh auditor independen, pihak kejaksaan juga melakukan penghitungan sendiri sebagai pembanding. Jadi kata orang Jawa, 'Gak iso digoroi'.
     Lalu kenapa penghitungan memakai Inspektorat yang notebene sesama bis kota di tubuh Pemkab Pasuruan.
     Menurut Kajari, hal ini karena ada MoU yang telah dilakukan antara Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam hal ini Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Kejaksaan dan Kepolisian. Dimana ketiganya sepakat, jika ada laporan dugaan korupsi, maka penghitungannya dilakukan secara bersama-sama.
      Namun demikian, jika posisinya terhambat seperti sekarang ini, Kajari menegaskan, pihaknya terpaksa akan mengabaikan MoU itu dan akan menggunakan auditor lain. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas