RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Hasil Audit Inspektorat Tinggal Tunggu Tanda Tangan Bupati? Kata Prima Pengurus LIRA Jatim, Bupati Jangan Jadi Penghambat Proses Hukum

Baca Juga

Prima

Pasuruan, Pojok Kiri
     Ada kabar hasil audit yang dilakukan Inspektorat terkait kasus dugaan Korupsi di tubuh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan sudah selesai. Saat ini berkasnya sudah di meja Bupati untuk mendapat pengesahan secara resmi. Benarkah demikian?
     Sejauh ini memang belum ada pernyataan resmi dari Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf terkait hal ini. Namun kabarnya, berkas itu sudah berminggu-minggu menunggu coretan tangan Bupati.
     Informasi berhembus, pada momen peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke 59, Kejari Kabupaten Pasuruan sudah merencanakan untuk mengumumkan kasus Dispora ini ke publik dengan menetapkan tersangkanya yang disebut ada 5 orang. Akan tetapi, karena hasil audit Inspektorat tak kunjung dikirim, rencana itu gagal.
     "Bagaimana lagi, kita sudah menunggu hasil auditnya, hingga sekarang belum dikirim oleh Inspektorat, "ujar Denny, Kasi Pidsus. Selasa (23/07).
     Lepas dari itu, ada luapan marah yang disampaikan warga terkait sikap Inspektorat maupun Bupati yang terkesan menghambat proses hukum ini.
    Adalah Prima, salah satu pengurus LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jawa Timur. Pria asal Pasuruan ini mendesak agar Bupati segera melihat berkas yang konon sudah ada di mejanya dan segera menandatangani untuk segera dikirim ke kejaksaan.
     "Tinggal tanda tangan apa susahnya. Janganlah seorang pimpinan menghambat proses hukum. Kasus Dispora ini sudah menjadi sorotan. Semua pada bertanya. Jangan sampai terkesan Bupati melindungi stafnya, nanti yang jelek Bupati sendiri, "ucap Prima yang juga politisi Partai Nasdem.
     Kasus dugaan korupsi di tubuh Dispora ini bak pembangunan gedung mall yang ditunggu hasilnya. Sejumlah pihak mulai internal pegawai Pemkab Pasuruan, LSM dan masyarakat dari berbagai elemen pada bertanya-tanya. Seriuskah kejaksaan memproses dugaan korupsi di tubuh dinas baru ini.
     Kajari Kabupaten Pasuruan, H.M Noor HK, SH, MH melalui Kasi Pidsus Denny Saputra, Selasa (23/07) dengan lantang meyakinkan, bahwa pihak kejaksaan sangat serius dan tidak main-main dalam memproses dugaan korupsi di Dispora ini.
     "Kami masih menunggu hasil audit Inspektorat saja, jika sudah dikirim,  langsung kami lanjut prosesnya. Tanyakan ke Inspektorat, kenapa kirim hasil auditnya lambat. Kalau kami sangat serius, "ungkap Kasi Pidsus.
    Untuk diketahui, Kejari Kabupaten Pasuruan sejak akhir tahun 2018 hingga akhir Januari 2019 telah melakukan penyelidikan atas adanya dugaan kebocoran uang negara Di Dispora Kabupaten Pasuruan anggaran kegiatan tahun 2017.
     Sejumlah saksi telah diperiksa. Saat ini Kejari Kabupaten Pasuruan hanya menunggu hasil audit yang dilakukan Inspektorat untuk menetapkan tersangkanya. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas