RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Bangun Jalan 'Makan' Tanah Warga, Yudi Iswanto, Wak Inggih Jatigunting Diadukan Ke Kejaksaan #Warga Curiga Ada Unsur Permainan Uang Negara Di Dalamnya     

Baca Juga

Warga saat adukan Kades Jatigunting Ke Kejaksaan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Yudi Iswanto, Kepala Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan diadukan warganya sendiri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan, Kamis (11/07).
    Sebanyak 5 orang warga Jatigunting, masing-masing Gofur, Ahyar, Solihin, Rohim, Dan Imron Efendi sekitar pukul 10.00 WIB dengan membawa berkas datang ke kantor Kejari Kabupaten Pasuruan. Kedatangan mereka lalu diterima oleh Kepala Seksi (Kasi) Pidsus, Denny Saputra.
     Di hadapan Kasi Pidsus, mereka lalu menyerahkan berkas aduan yang terdiri sejumlah kertas bukti dugaan penyimpangan dan perbuatan arogan yang dilakukan Kades Yudi Iswanto.
    Gofur yang ditunjuk sebagai juru bicara warga mengatakan, kedatangan mereka pada dasarnya untuk mengantarkan rekannya satu kampung bernama Ahyar yang mengaku telah didholimi oleh Kades Yudi Iswanto.
     "Kami datang bersama-sama ini untuk mengantar pak Ahyar, bapak Ahyar ini telah didholimi oleh Kades Yudi Iswanto karena tanah miliknya tanpa musyawarah langsung digunakan sebagai jalan dan dipaving oleh Kades. Untuk itu, kami mengantar untuk mengadukan secara hukum, "ujar Gofur dibenarkan warga yang lain.
    Sebagaimana diceritakan Gofur yang dibenarkan Ahyar, pada tahun 2017 lalu, pihak Kades melakukan pembangunan jalan. Namun jalur jalan yang dibangun itu melintasi tanah pribadi milik warga.
    Warga yang tanahnya dilintasi jalan itu ada sebanyak 12 bidang atau bagian. Salah satunya milik Ahyar.
Kades Jatigunting, Yudi Iswanto

     Ironisnya, meski sudah tahu itu tanah warga, pihak Kades disebut tidak pernah mengajak musyawarah, baik tingkat dusun maupun tingkat desa. Yang terjadi, tiba-tiba tanah warga itu diurug sebagai jalan tanpa ada pemberitahuan.
     Ahyar yang juga ikut hadir di kejaksaan membenarkan apa yang disampaikan Gofur. Pria yang sudah tua ini mengaku sempat melakukan protes dengan mencabut kayu pembatas yang dipasang di tanahnya. Namun upaya dia justru berbuah ancaman akan dipidanakan oleh perangkat desa setempat.
     "Tanah saya dikuasai, dipasang patok tanpa hak, saya cabut malah saya mau dipidanakan, jahat ini pak Kades, "ucap Ahyar.
     Sejauh ini apa yang dialami oleh Ahyar ini masuk ranah pidana umum yang secara jalur harusnya lapor ke polisi. Lalu kenapa mengadu Kejaksaan?
    Alasan warga, dalam pembangunan yang dilakukan Kades tidak transparan. Sebanyak 12 bagian tanah warga yang dicaplok termasuk tanah milik Ahyar, takutnya dilaporkan sudah dibeli menggunakan uang negara.
     "Takutnya tanah itu dalam laporan pertanggungjawabkan ditulis dibeli, nyatanya kan tidak. Yang digunakan itu uang negara, makanya kami curiga ada penyelewengan uang negara dalam kasus ini, "ujar Gofur.
    Sementara itu, Kasi Pidus Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra mengatakan, untuk pengaduan ini tetap diterima. Menurut dia, kejaksaan sudah ada kerja sama dengan kepolisian dan pemerintahan atau kerjasama antara aparat penegak hukum (APH) yang di dalamnya ada jaksa dan polisi, dengan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP).
    "Berkas pengaduan ini akan kami bicarakan dengan tim APIP dan APH. Jika nanti arahnya masuk ranah pidana umum, maka kami teruskan ke kepolisian. Jika ranahnya administrasi, maka bisa ditangani Inspektorat. Jika ada unsur kerugian negara, langsung kami proses, "ucap Denny.
     Sejauh ini hingga berita turun, Pojok Kiri belum mendapat konfirmasi dari Kades Jatigunting, Yudi Iswanto. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas