Ternyata Seragam Gratis Itu Hanya Mimpi, Saat Daftar Ulang Di SMAN 1 Pandaan, Walimurid Langsung Ditarik Uang Seragam Dengan Nilai Berjuta-Juta

Baca Juga

Ilustrasi (By Google)

Pasuruan, Pojok Kiri
     Gembar gembor seragam gratis untuk SMA dan SMK sebagaimana disampaikan Pemprof Jatim ternyata hanya mimpi belaka. Faktanya sebagaimana disampaikan sejumlah wali murid yang anaknya diterima di sekolah SMA Negeri dan sudah daftar ulang, mereka saat mendaftar ulang malah disodori catatan tentang pembelian seragam yang nilainya berjuta-juta.
    Kejadian ini dialami beberapa wali murid yang anaknya diterima di SMAN 1 Pandaan.
     Kepada Pojok Kiri, Selasa (25/06), wali murid yang namanya tidak mau disebut menuturkan, saat ia mengantar anaknya daftar ulang di SMAN 1 Pandaan, Senin (24/06) ia langsung disodori catatan keuangan yang harus dibayar sebesar Rp. 2.640.000,- untuk 6 lembar kain.
     "Kata siapa gratis, anak saya daftar langsung disuruh bayar uang seragam, "ungkap wali murid tersebut.
     Tak hanya itu, terkait bayar seragam yang nilainya mencapai 2, 6 juta lebih itu, si wali murid mengaku tidak ada musyawarah apapun.
     "Tidak ada rapat atau pertemuan apapun, pas daftar ulang langsung diberitahu harus bayar 2, 6 juta itu, "ujar si wali murid.
     Terpisah, kepala sekolah (Kepsek) SMAN 1 Pandaan, Luki saat dikonfirmasi Pojok Kiri tak membantah adanya bayar seragam tersebut. Namun menurut dia, dari nilai 2, 6 juta itu tidak semua merupakan uang seragam.
     "Tidak semua uang seragam, untuk seragam hanya 1 jutaan, sisanya uang dana peningkatan mutu (DPM), "kata Luki.
     Sementara saat ditanya kebenaran bahwa untuk penarikan uang saat daftar ulang dilakukan tanpa ada musyawarah dengan wali murid, Luki juga tidak menampik. Hanya luki berdalih bahwa saat daftar ulang, beberapa wali murid sudah diberitahu rinciannya oleh petugas.
     "Kalau pertemuan memang belum ada. Tapi saat daftar ulang sudah dijelaskan rinciannya, "ucap Luki.
     Dalam hal ini Luki mengaku, kenapa bayar uang seragam dan uang DPM dilakukan sebelum ada musyawarah dengan wali murid. Menurut dia agar lebih cepat seragam dijahitkan.
     "Kalau menunggu rapat ya lama, masak siswa pas masuk sekolah tidak pakai seragam, jadi karena mengejar waktu biar cepat, maka seragam langsung kita sodorkan untuk dibayar saat dartar ulang.
     Sementara itu, terkait genbar gembor seragam gratis yang disampaikan Pemprof Jatim, Ketua MKKS SMA Negeri Kabupaten Pasuruan, Dwi Cahyo Setiyono menjelaskan, memang ada seragam gratis, yakni berupa seragam abu-abu putih dan Pramuka. Namun seragam itu akan diberikan sekitar Oktiber hingga November.
     "Untuk yang gratis itupun nantinya baru diberikan pada sekitar Oktober-November 2019. Sementara sekolah sudah aktif. Silahkan bagi murid yang menunggu seragam gratis. Yang pasti kami di sekolah juga menyiapkan bagi yang mau beli. Sebab jika menunggu hingga November, masak selama itu tidak pakai seragam, "ujar Dwi yang juga Kepsek SMAN 1 Bangil ini.
     Lebih jauh menurut Dwi, untuk seragam yang harus beli secara personal itu adalah seragam di luar abu-abu putih dan pramuka, misal putih-putih, almamater dan lain-llain.
    "Tetapi saat membayar seragam itu, kami masih menunggu ada pertemuan dengan wali murid. Jadi sampai saat ini di SMAN 1 Bangil belum ada tarikan uang apapun, "pungkasnya. (Lis)



 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas