RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Kembali Aktif, Malam Ini Pukul 24.00 WIB, Sistem Di PPDB Tentukan Nama-Nama Pendatfar SMA Negeri Yang Diterima #Untuk 50 Persen Zonasi Murni Dan 20 Persen Zonasi NUN

Baca Juga

PPDB (ilustrasi by google)

Pasuruan, Pojok Kiri
     Setelah dinyatakan berhenti sementara oleh Dispendik Jatim, sistem pendaftaran online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jatim untuk SMA kembali aktif. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan, Indah Yudiani, Kamis pagi (20/06).
     "Alhamdulillah sistem sudah diaktifkan kembali tadi malam, "kata Indah singkat.
     Atas aktifnya sistem ini terang Indah Yudiani, proses PPDB SMA kembali berjalan seperti semula.
    "Proses PPDB berjalan seperti semula, dan hari ini adalah hari terakhir pendaftatan online hingga nanti malam pukul 24.00 WIB. Di jam itu juga penentuan siapa saja nama-nama pendaftar yang diterima di SMA Negeri yang dituju, "terang Indah Yudiani.
     Lepas dari itu, PPDB sistem zonasi kali ini disebut sebagai *PPDB Yang Mengacaukan Otak Masyarakat  Dan Panitia*. Hal ini lantaran masyarakat tidak mendapat banyak informasi soal prosentase zonasi itu sendiri. Mereka hanya terpaku pada zonasi murni yang diatur oleh google maps.
     Minimnya informasi yang diterima masyarakat karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah membuat masyarakat khususnya wali murid menjadi bingung dan pasrah ketika rumahnya jauh dari sekolah dan tidak yakin anaknya diterima karena kalah sama yang rumahnya dekat dengan sekolah. Padahal selain zonasi murni yang ternyata ditetapkan hanya 50 persen, ada 4 peluang yang bisa diambil.
     Informasi yang disampaikan Kacabdis, Indah Yudiani, Rabu malam (19/06), peluang pertama adalah jalur prestasi yang jumlahnya 5 persen dari kuota sekolah, lalu perpindahan siswa 5 persen.
    "Peluang lain yang cukup besar dengan kuota 20 persen sebagaimana kebijakan Gubernur Jatim adalah untuk siswa tidak mampu dan anak buruh perusahaan yang ada dalam zonasi. Mereka bisa mendaftar melalui jalur ini dengan syarat memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) bukan surat keterangan miskin (SKTM), "kata Indah.
     3 peluang di atas semuanya adalah jalur ofline, pendaftarannya pada tanggal 11, 12, dan 13 Juni. Saat ini sudah tutup. Ke tiga peluang ini kurang diketahui masyarakat luas, kecuali bagi yang benar-benar aktif bertanya saja.
    Kemudian peluang terakhir selain zonasi murni adalah jalur NUN alias menggunakan nilai ujian nasional. Untuk peluang ini oleh gubernur Jawa Timur sebagaimana dikatakan Indsh Yudiani diberi 20 persen. Pendaftarannya menggunakan jalur online.
    Cukup membingungkan, sudah pasti. Sebab informasi awal ditegaskan, untuk PPDB SMA 2019 kali ini mengabaikan NUN. Tetapi sebagaimana dikatakan Indah Yudiani, untuk Jawa Timur ada kebijakan Gubernur yang memberikan 20 persen untuk kompetisi NUN tetapi tetap dalam zonasi.
     Artinya, untuk pendaftar SMA, saat ini pengumuman yang ditunggu adalah dua sistem itu, pertama zonasi murni sebanyak 50 persen dari kuota, dan 20 persen untuk persaingan NUN.
    "Jadi untuk nilai NUN nya tinggi nantinya akan berebut peluang di 20 persen itu. Misal ia tidak diterima melalui zonasi murni karena kalah dengan jarak yang dekat, tetapi nilai NUN nya tinggi, maka ia akan berpeluang diterima melalui persaingan NUN, jadi yang NUN nya tinggi jangan khwatir, "kata Indah Yudiani.
     Terpisah, Ketua MKKS SMA Negeri Kabupaten Pasuruan, Dwi Cahyo Setiono yang juga Kepsek SMAN 1 Bangil mengaku bingung dengan persaingan NUN ini. Sebab menurut dia, untuk kompetisi NUN ini sistemnya kayak apa pihak panitia sama sekali tidak tahu.
     "Kita hanya menampung pendaftar saja, semua penentuan itu diatur oleh sistem, jadi kita benar-benar buta, "ujar Dwi.
      Selain itu, ada catatan yang disampaikan Dwi, untuk jalur ofline kategori siswa tidak mampu juga sempat ada masalah. Menurut dia, untuk siswa tidak mampu harus memiliki KIP, dan tidak berlaku untuk SKTM. Akan tetapi pada hari ke 3 pendaftaran, yakni pada 13 Juni, ternyata ada kebijakan boleh menggunakan SKTM.
     "Kebijakan yang berubah-ubah ini sangat membingungkan dan membenturkan sekolah dengan masyarakat. Jadi pusing, "ujar Dwi. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas