Rektor Universitas Yudharta Kabupaten Pasuruan Tolak Segala Kerusuhan Jelang Putusan MK

Baca Juga

Rektor Universitas Yudharta Kabupaten Pasuruan, Dr. H. Saifulah, MHI



Pasuruan, Pojok Kiri
     Sidang perselisihan hasil Pemilu 2019 yang saat ini sedang berjalan di Mahkamah Konstitusi (MK) telah menyedot banyak perhatian masyarakat di Indonesia.
      Proses hukum yang sering disiarkan langsung di media mainstream dan media sosial (medsos) ini sedikit banyak berdampak pada reaksi masyarakat baik dari pendukubg Paslon 01, Jokowi-Makruf Amin maupun Paslon 02, Prabowo-Sandi.
     Mereka yang menonton jalannya sidang sedikit banyak akan terpengaruh dengan proses persidangan yang terkadang panas dan menegangkan.
     Ketakutan masyarakat saat ini adalah akan terjadinya kembali kerusuhan seperti halnya saat pengumuman pemenang pada 20 Mei lalu.
    Namun masyarakat sudah semakin sadar arti pentingnya perdamaian. Sehingga di berbagai daerah bermunculan petisi penolakan segala bentuk kerusuhan menjelang atau pasca putusan MK yang akan dilakukan pada 28 Juni nanti.
     Salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Pasuruan yang saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Yudharta Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Dr. H. Saifulah, MHI dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap.segala bentuk ke rusuhan.
    "Kami selaku Rektor Unuversitas Yudharta Kabupaten Pasuruan menolak segala kerusuhan di bumi Nusantara ini. Demi Pancasila, demi NKRI bisa aman. Aman, aman langgeng jaya ila yaumul qiyamah. Kerusuhan bisa merusakkan alam ini, merusakkan ummat, merusakkan segala keutuhan bangsa negara ini, "kata sang rektor yang merupakan seorang kyai ini, Kamis (20/06).

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas