Jualan Tak Laku, Pedagang Pasar Grati Ogah Tempati Lapak Baru

Baca Juga

Para pedagang yang memilih berjualan di luar

Pasuruan, Pojok Kiri
     Keberadaan lapak-lapak baru di Pasar Grati yang merupakan hasil pembangunan pemerintah Kabupaten Pasuruan ternyata yak mampu membuat geliat perdangan lebih bergairah. Pasalnya, pasar yang diresmikan sebelum Ramadhan lalu dan para pedagang 'dipaksa' untuk berjualan dengan menempati lapak-lapak baru baik berupa toko atau los ternyata tak mampu mendongkrak ekonomi mereka. Para pedagang justru mengaku jualannya sepi.
     Sekian lama bertahan sejak mereka berjualan di lapak baru sebelum Ramadhan hingga pasca Idul Fitri ternyata tak kunjung memenuhi harapan. Pembeli sangat sepi, jika ada hanya segelintir orang saja.
    Endingnya, atas minimnya pembeli ini, para pedagang mengaku merugi setiap hari. Mereka yang didominasi para penjual kebutuhan dapur sebagian terpaksa harus membuang sisa dagangannya karena tidak laku.
     "Seperti saya ini jualan sayur, sedikit lakunya. Jadi sisanya sering saya buang, kadang saya masak sendiri, bagaimana lagi, memang pembelinya sedikit, "ungkap Imron salah satu pedagang.
     Tak kuat dengan kondisi ini, Senin pagi (17/06), sejak pukul 06. 30 WIB, para pedagang yang sudah menempati los dalam memilih berjualan di luar. Aksi ini dilakukan oleh sekitar 60 pedagang tanpa peduli reaksi petugas pasar yang kelimpungan melihat ulah para pedagang.
     "Ini bentuk protes saja, biar ada perhatian dari pihak pengelola pasar. Sebab kami ini disuruh berjualan di dalam dan dikenakan retribusi, tapi pihak pengelola pasar tidak mencari cara agar pasar ramai. Paling tidak sosialisasi ke desa-desa. Kan banyak yang tidak tahu, "harap pedagang lain.
     Sementara itu, sejumlah warga menganggap peruntukan pasar Grati yang ada di Grati Tunon salah. Sebab pasar Grati terkenalnya sebagai pasar baju dab pasar hewan.
     "Peruntukannya salah, untuk kebutuhan dapur (pangan, red) sudah ada di pasar Triwung, jadi pembeli lebih memilih ke pasar Triwung "ucap Wahid warga setempat.
    Untuk pasar Grati sendiri selama ini dikenal dengan pasar Rabu dan Sabtu. Alasannya, pasar ini ramenya hanya pas hari Rabu dan Sabtu saja.
     Terpisah, Disperindag selaku pihak yang mengelola pasar melalui Wakil Kepala Dinas, Udin menandaskan, untuk saat ini memang harus bersabar. Sebab menurut Udin, semua butuh proses.
     "Semua butuh proses, ya harus bersabar, "tandasnya. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas