Danau Ranu Grati Layak Dikunjungi, Sayang Tak Ada Yang Bisa Dinikmati Selain Melihat Air

Baca Juga

Pengunjung saat memancing di Danau Ranu, Grati

Pasuruan, Pojok Kiri
     Danau Ranu Grati merupakan salah satu destinasi wisata sangat potensial di Kabupaten Pasuruan. Di tempat ini dominasi wisata air mulai berperahu, memancing dan hal lain yang berhubungan dengan air menjadi andalan untuk memasarkan Danau Ranu Grati sebagai tempat wisata yang layak untuk dikunjungi.
     Kawasan wisata Kabupaten Pasuruan wilayah Timur ini dari sisi akses jalan sangatlah mudah untuk dijangkau. Posisinya ada di selatan Jalan Raya Surabaya-Probolinggo, dari jalan raya tidak sampai 2 kilometer dengan kondisi jalan yang mulus. Setelah melewati rel kereta api, sampailah di Gapura Ranu Grati.
    Kini dengan adanya jalan tol Pasuruan-Probolinggo yang salah satu gerbang keluar masuknya ada di Kawasan Grati semakin memudahkan wisatawan untuk mendatangi lokasi Danau Ranu Grati. Arahnya, setelah keluar tol, tinggal belok kanan melewati jalan mulus tidak sampai 1 km sudah sampai.
     Dari sisi fasilitas, mulai sarana parkir, toilet, tempat duduk, termasuk tiket masukmya yang murah hanya Rp. 2. 500, kawasan wisata ini sudah memadai dan memang layak untuk dikunjungi. Hanya ketika sudah masuk ke dalam lokasi danau, pengunjung akan mendapat suguhan yang mengecewakan, karena yang dinikmati tak lebih hanya air tanpa ada daya tarik lain.
     Pojok Kiri yang mendatangi Danau Ranu Grati, Jum'at (21/06) sekira pukul 14. 00 WIB hanya melihat air danau yang hening serta beberapa wisatawan yang sedang memancing. Selebihnya tampak perahu-perahu yeng tertambat tanpa ada aktivitas wisatawan yang bermain perahu sama sekali.
     Perut yang mulai lapar, sangat normal jika langkah kaki membantu mencari tempat makan untuk disinggahi.
     Pojok Kiri tidak menemukan tempat makan di kawasan dalam danau itu, yang ada hanya orang jualan minuman dan makanan kecil dengan menggunakan rombong dan meja dipajang seadanya.
     Dalam hati Pojok Kiri muncul gumaman, andai ada wisata kuliner apung yang menyuguhkan makanan khas Danau Ranu seperti olahan ikan Lempuk dan ikan lain yang hidup di Ranu.
    Sayang potensi wisata kuliner yang saat ini sangat menjamur tidak terpikirkan oleh warga termasuk pemeritah.
     Memang di luar pintu masuk tampak ada lokasi kuliner. Tetapi tempat kuliner ini hanya tersisa tulisannya saja, sedang yang berjualan sudah tidak ada. Yang terlihat hanya satu pedagang makanan kecil saja.
     Catatan pentingnya, jika kuliner di luar lokasi danau masih aktif-pun, pembeli pasti malas untuk membeli di luar. Apalagi tempatnya biasa saja. Jika tersedia di dalam dengan konsep kuliner apung, pasti berbeda.
     Mulyono, salah satu pengunjung asal Singosari, Malang yang sore itu datang untuk memancing ternyata seirama dengan Pojok Kiri. Pria yang mengaku berprofesi sebagai guru ini dapat membayangkan serunya makan di tengah danau dengan sarana kuliner apung.
    "Tidak ada daya tarik apapun selain memancing. Kalau hanya datang melihat air saja jenuh, bosan. Andai ada kuliner apung, pasti seru, "ungkap Mulyono. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas