RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Daftar Sekolah Negeri, Nilai Ujian Nasional Tidak Diperlukan, Rumah Dekat Sekolah Langsung Diterima

Baca Juga

Ilustrasi (by google)

Pasuruan, Pojok Kiri
     Bagi siswa siswi yang lulus Sekolah Dasar (SD) yang hendak melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan lulus SMP mau melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun ajaran 2019/2020 kali ini dipastikan akan sangat mudah untuk mesuk ke sekolah negeri. Pasalnya, sebagaimana Permendikbud Nomor 51 tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), untuk masuk SMP dan SMA Negeri sudah tidak lagi perlu bingung dengan Nilai Ujian Nasional (NUN) yang tercantum dalam Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN). Sebab sistim yang digunakan sebagaimana Permendikbud tersebut adalah penerapan zonasi.
     Terkait zonasi ini sendiri sebagaimana dijelaskan Kadispendik Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Hasbullah kepada wartawan, Rabu (12/06), masing-masing sekolah akan menetapkan zonasi dengan minimal dusun atau zona yang paling dekat. Bagi mereka yang bertempat tinggal di dusun dekat dengan sekolah, langsung diterima tanpa melihat NUN.
     Lebih jauh menurut Hasbullah, ketentuan zonasi ini akan sangat menguntungkan bagi para siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah. Sebab tak ada lagi persaingan siswa yang rumahnya jauh masuk ke sekolah tersebut.
     Ia juga menjelaskan, dengan zonasi seperti ini, tidak ada lagi sekolah unggulan atau favorit. Setiap sekolah nantinya akan menjadi favorit di daerahnya masing-masing.
    Dalam penerapan zonasi ini lanjut Hasbullah, untuk prosentasenya adalah 90 persen. Sedang sisanya yang 10 persen dibagi menjadi dua, yakni 5 persen diperuntukkan bagi siswa di daerah perbatasan, sedang 5 persen sisanya untuk mengakomodasi jalur prestasi baik akademik maupun nonakademik termasuk siswa pindahan.
     Sementara itu, ada catatan yang disampaikan ketua MKKS SMA Kabupaten Pasuruan yang juga Kepala SMAN 1 Bangil, Dwi Cahyo Setiyono saat ditanya Pojok Kiri, Kamis (13/06). Menurutnya, untuk PPDB tahun ini sekolah tidak akan tahu kwalitas siswa yang masuk ke sekolahnya.
    "Intinya mereka yang rumahnya dekat dengan sekolah ya kita terima sesuai dengan kuota yang kita miliki. Berapapun nilai NUN tidak diperlukan. Jadi kita tidak tahu bagaimana kwalitas siswa didik kita nanti. Tahunya hanya pada saat tes penjurusan saja, "ucap Dwi.
     Sementara itu terkait pembagian zonasi SMA tersebut, Dwi menjelaskan ada 5 zona untuk wilayah Kabupaten Pasuruan.
     Zona 1 dengan tujuan SMAN I Bangil meliputi Kecamatan Bangil, Beji, Kraton, Rembang dan Kecamatan Jabon, Sidoarjo.
     Zona 2 dengan tujuan SMAN I Pandaan meliputi wilayah Prigen, Pandaan, Gempol dan Ngoro.
    Zona 3 yang akan menuju SMAN I Purwosari dan SMAN I Kejayan meliputi Kecamatan Tutur, Wonorejo, Purwosari, Purwodadi, Sukorejo, Kejayan, Pohjentrek dan Lawang.
    Zona 4 dengan tujuan SMAN I Grati dan SMAN I Gondangwetan meliputi wilayah Kecamatan Lekok, Winongan, Pasrepan, Rejoso, Gondangwetan, Nguling, Puspo dan Grati.
     Serta Zona 5 dengan tujuan SMAN I Tosari dan SMAN I Lumbang meliputi wilayah Tosari dan Lumbang.
     Catatan lain sebagaimana Permendikbud, untuk SMK justru tidak menerapkan zona. Alasannya menurut Ketua MKKS SMK Negeri, Indrajaya, hal ini lantaran di SMK menerapkan sistim minat dan bakat. "Soalnya di masing-masing sekolah SMK itu jurusannya berbeda-beda, setiap yang masuk SMK sesuai minat dan bakat. Jadi idak bisa dipaksakan seorang siswa harus masuk sekolah SMK yang dari sisi minat dan bakat tidak disukai, "ucap Indra. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas