RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Tiga Begal Sadis Komplotan Plososari Ditembak #Kasat Reskrim: Mereka Kejam!!! Selalu Bawa Bondet Saat Beraksi, Korban Melawan Akan Dibunuh

Baca Juga

Saat aksi penangkapan begal terjadi

Pasuruan, Pojok Kiri
     Kenapa tidak ditembak kepalanya? Itulah suara-suara warga yang mengetahui ada begal ditangkap oleh Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota, Sabtu malam (18/05) sekira pukul 21.00 WIB.
     Suara letusan peluru malam kemarin membuat warga yang melintas di kawasan Jalan Panglima Sudirman, tepatnya depan penjara terkaget-kaget. Sebagian ada yang berlari minggir, sebagian lain ada yang justru ingin tahu dengan apa yang terjadi.
     Ibarat film laga, aksi penembakan itu ternyata dilakukan oleh Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota. Aksi itu terjadi saat mereka menangkap dua buronan begal sadis komplotan Plososari, Grati Kabupaten Pasuruan.
    Aksi penyergapan itu dilakukan ketika jalan perempatan penjara menunjuk warna lampu trafick merah. Para begal yang harus melalui pengendara lain yang mulai berhenti mendadak disergap oleh tim Resmob disertai tembakan karena para begal ini sebelumnya telah kabur dari pengejaran.
     Suara tembakan itu sontak membuat warga heboh. Mereka tak menyangka saat sedang asyik berkendara, ada kejadian menegangkan persis di samping mereka.
     Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso, Kepada Pojok Kiri, Minggu (19/05) menuturkan, selain menangkap di Jalan Panglima Sudirman, timnya juga menangkap 1 orang di jalan Pleret.
     "Yang di Pleret itu ada dua orang yang kami incar, tetapi kami hanya berhasil menangkap satu orang, sedang yang satu berhasil kabur, "ucap Kasat Reskrim.
    Kaburnya buronan begal ini bukan tanpa sebab. Tim yang sedang mengejar harus menghadapi senjata para begal berupa bondet yang saat itu sempat dilemparkan.
     "Bondetnya sempat dilemparkan, makanya mereka kita lumpuhkan dengan tembakan, "ungkap Kasat Reskrim.
     Diterangkan Kasat Reskrim, ketiga Begal yang berhasil ditangkap masing-masing Sodik (40) Buratin (30) dan Rudi. Semuanya warga Plososari, Grati
     "Mereka ini para begal sadis, saat beraksi tak segan melumpuhkan korbannya menggunakan bondet (bom rakitan, red). Tak jarang korban meninggal karena aksi mereka. Pokoknya sangat meresahkan, "ujar AKP Slamet.
     Dalam penangkapan ini, para begal kejam itu masih masuk kategori beruntung. Mereka hanya ditempak kakinya oleh Tim Resmob. Padahal menurut Kasat Reskrim, dengan aksi para begal yang melawan dengan melempar bondet saat ditangkap, sesuai prosedur boleh ditembak mati.
     Para komplotan begal berbahaya ini sendiri lanjut Kasat Reskrim sudah diintai geraknya dalam beberapa hari oleh timnya.
    "Mereka memang sudah kami intai. Aksinya sudah puluhan dengan korban yang tidak sedikit. Mereka sangat kejam. Jika ada korban yang melawan, para begal ini tak segan melemparkan bondetnya hingga membuat korban tewas, "tutur Kasat Reskrim.
    Kasat Reskrim AKP, Salamet Santoso menambahkan, pasca penangkapan 3 buronan begal ini, timnya hingga pagi hari terus melakukan penyisiran ke markas mereka di Plososari.
    "Saat kami datang, lokasinya sudah sunyi, rupanya mereka sudah mendengar jika kawannya kami tangkap, "ucap Kasat Reskrim.
    Kini para penjahat sadis asal Plososari ini harus menikmati hidupnya di balik jeruji besi. Mereka dijerat pasal 363 dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas