RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Tentukan Nama Untuk Wakil Ketua DPRD, Golkar Gunakan Rumus PDLT

Baca Juga

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan, Udik Djanuantoro

Pasuruan, Pojok Kiri
     Dikatakan Udik Djanuantoro, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan saat dihubungi Pojok Kiri, Selasa (07/05), bahwa soal jumlah kursi DPRD yang diperoleh Golkar masih menunggu keputusan dan penetapan oleh KPU. Akan tetapi, berdasar catatan hasil hitung akhir yang dilakukan KPU beberapa waktu lalu, Golkar dipastikan mendapat 6 kursi dengan suara lebih banyak dibanding Nasdem yang juga sama-sama memperoleh 6 kursi.
     Dengan jumlah 6 kursi dan suara lebih banyak ini, lagi-lagi dapat dipastikan Golkar akan mendapat jatah satu kursi pimpinan di DPRD yakni kursi Wakil Ketua.
     Mengingat dalam Pemilu kali ini Golkar perolehan kursi DPRD-nya menempati urutan ke 4 setelah PKB dengan 15 kursi, PDI Perjuangan 8 kursi, dan Gerindra 7 kursi, maka jatah Wakil Ketua yang akan diterima Golkar adalah Wakil Ketua 3.
     Lepas dari itu, terkait siapa nama kadernya yang nanti disodorkan Golkar untuk menduduki jabatan Wakil Ketua, hingga saat ini menurut Udik sapaan akrabnya belum ditentukan.
     "Dari 6 caleg jadi yang nantinya akan menjadi satu dalam satu fraksi di DPRD, semua punya kesempatan sama untuk menduduki jabatan Wakil Ketua. Hanya memang di internal Golkar ada penilaian yang menjadi patokan, yang kami rumuskan dengan PDLT, "ujar Udik Djanuantoro.
     Apa PDLT itu? Udik menjelaskan, PDLT itu adalah singkatan dari Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela.
     "Di internal partai nanti penilaiannya berdasarkan PDLT itu, jika sudah ditemukan nama yang tepat, maka kami dari DPD akan membawa nama itu ke DPW untuk mendapatkan rekomendasi dari DPP, "terang Udik.
     Mekanisme yang dijalankan Partai Golkar ini memiliki kesamaan dengan PKB, suara terbanyak tidak mesti langsung bisa jadi pimpinan. Menurut Udik Djanuantoro, tidak mesti suara terbanyak itu otomatis mengeluarkan biaya yang banyak saat proses kampanye.
     Di internal Partai Golkar, pada Pemilihan anggota legislatif Kabupaten Pasuruan kader yang paling tinggi mendapatkan suara adalah Tri Laksono yang berangkat dari Dapil 6 yang meliputi Sukorejo, Prigen dan Pandaan dengan jumlah suara 8083. Di urutan ke Dua ditempati Mahdi Haris yang berangkat dari Dapil 2 dengan 6659 suara, lalu disusul Nik Sugiharti dari Dapil 1 dengan 6292 suara.
     Jauh hari sempat ada yang menghembuskan komposisi pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan dengan susunan Samsul Hidayat peraih suara terbanyak di PKB sebagai ketua, disusul Andri wahyudi, PDI Perjuangan Wakil Ketua 1, Rusdi Sutejo, Gerindra Wakil Ketua 2, lalu Tri Laksono Wakil Ketua 3.
     Namun jika merujuk pada mekanisme yang ada pada internal Golkar dengan rumus PDLT, maka akan dicari dari "Prestasi" siapa yang paling berprestasi, dari sisi "Dedikasi", siapa yang dinilai paling berdedikasi, dari sisi "Loyalitas" siapa yang paling loyal, lalu dari sisi "Tidak Tercela", adakah 3 nama itu yang tercela.
     Bicara dedikasi bisa jadi bicara senioritas juga. Meski Udik tidak menggarisbawahi soal senioritas, namun Nik Sugiharti bisa jadi yang punya peluang besar menduduki jabatan Wakil Ketua dari Golkar. Alasannya tentu saja Nik Sugiharti sangat berdedikasi karena sudah lama ikut menjalankan roda partai Golkar dan dipercaya sebagai skretaris DPD, loyalitas yang tidak diragukan, dan tidak ada catatan buruk pada dirinya.
     Akan tetapi Udik juga punya bahasa lain yang patut untuk digarisbawawahi, yang dikatakannya 'bahwa segala kemungkinan bisa terjadi'.
    Bisa saja Tri Laksono karena besarnya suara yang  akan naik jadi Wakil Ketua, atau juga Mahdi Haris. Bahkan bisa di luar nama-nama itu. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas