RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Tarikan Retribusi Angkot Di Pasar Bangil Tanpa Karcis, Apa Memang Seperti Itu Aturannya Pak Dishub?

Baca Juga

Saat petugas Dishub meminta uang ke sopir angkot

Pasuruan, Pojok Kiri
      Setiap angkutan kota (Angkot) yang melewati pertigaan Pasar Bangil selalu dicegat oleh petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan. Oleh si supir, petugas itu lalu diberi uang senilai Rp 2 ribu.
      Jika melihat perlakuan petugas Dishub terhadap sopir angkot yang meminta uang, besar kemungkinan itu adalah uang retribusi yang harusnya ditarik di terminal belakang pasar yang kini berfungsi sebagai kandang kambing. Akan tetapi, dari tarikan itu terlihat ada yang janggal.
     Kejanggalan itu sebagaimana terpantau Pojok Kiri, Selasa (23/04). Dalam setiap penarikan uang retribusi, petugas Dishub tidak memberikan bukti bayar retribusi yang umum berupa kertas retribusi atau karcis.
      Salah satu sopir angkot bernama Supriyadi saat ditemui Pojok Kiri usai ditarik uang oleh petugas Dishub (23/04) mengaku, setiap kali melewati Pasar Bangil, petugas langsung mendekati dan meminta uang retribusi senilai Rp. 2 ribu. Namun menurutnya, setelah membayar, ia tidak pernah dikasih karcis retribusi.
      "Saya tidak pernah diberi karcis distribusi, setelah menerima uang 2 ribu, petugas langsung pergi, "ujarnya.
      Kejadian seperti ini menurut Supriadi bukan terjadi sehari dua hari. Tetapi penarikan retribusi tanpa karcis tersebut sudah terjadi selama bertahun-tahun.
      Apakah memang seperti itu aturannya, membayar retribusi tanpa diberi karcis, hingga berita ini turun, Pojok Kiri menunggu konfirmasi dari Dishub (Isb)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas