Diduga 'Mbadog' Dana Desa, Kades Dan Bendahara Desa Dhompo, Kraton Dituntut Jaksa 4 Tahun Penjara

Baca Juga

Kades Nur Kholis dan Muslih saat diambil dari tahanan untuk disidangkan

Pasuruan, Pojok Kiri
     Setelah melalui proses pembuktian di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang cukup panjang, perkara dugaan korupsi yang menyeret Kepala Desa (Kades) Dhompo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, H. M Nur Kholis Bin Nailul Marom (52) dan Kaur Keuangan atau bendaharanya, Muslih Bin Mokiyar (42) akhirnya masuk tahap penuntutan oleh jaksa.
     Senin (01/04), tim jaksa Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan yang dipimpin Kasi Pidsus, Denny Syaputra, dalam persidangan di pengadilan Tipikor, Surabaya menuntut dua pembobol uang negara ini dengan tuntutan 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 200 juta rupiah, subsidair 3 bulan kurungan.
     Selain itu, kedua terdakwa juga dikenai pidana tambahan, yakni membayar uang pengganti sebesar Rp. 152. 278. 182, subsidair 3 bulan kurungan.
     Acuan atas tuntutan ini adalah pasal 2 atau Pasal 3 atau Pasal 9 UU RI nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
     Denny Syaputra sang Kasi Pidsus menandaskan, pihak Kejari Kabupaten Pasuruan tidak akan ada toleransi terhadap perkara korupsi.
     "Berani korupsi, kami pasti proses dan tuntutan pasti tinggi, jadi jangan main-main dengan uang negara, "tandasnya.
Saat sidang berlangsung

     Untuk diketahui, Kades Dhompo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, H. M Nur Kholis Bin Nailul Marom dan Kaur Keuangan atau bendaharanya, Muslih Bin Mokiyar terseret kasus dugaan korupsi atas beberapa aliran dana yang bersumber dari alokasi dana desa (ADD) maupun dana desa (DD) di tahun anggaran 2015.
     Kasus ini kemudian ditangani pihak Polres Pasuruan Kota, dan diproses pada Maret 2017.
     Setelah melalui tahapan penyidikan yang cukup panjang, kasus 'mbadog' uang negara ini lalu dilimpah ke Kajari Kabupaten Pasuruan yang kemudian dilakukan pembuktian di persidangan.
     Guna mempermudah proses penyidikan atas kasus ini, baik oleh polisi maupun jaksa, kedua tersangka ditahanan sejak 12 November 2018. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas