Intip Suasana Remang-Remang Di Ruko Desa Nogosari, Pandaan (3) #Ada Absen Linmas, Dan Ada Yang Narik Iuran Pakai Baju Satpol PP?

Baca Juga

Cewek Pemandu lagu di Ruko Meiko Nogosari sedang Temui Pria Yang Diduga Petugas Linmas

 Pasuruan, Pojok Kiri
      Keberadaan warung remang-remang di Ruko Meiko Pandaan Square, Dusun Klangkung, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan sejauh ini memang masih belum bisa dikatakan sebagai kawasan prostitusi.
      Namun jika hal ini dibiarkan, dalam waktu hitungan hari atau bulan, kawasan yang mulai terkenal dengan sebutan tempat karaoke kelas desa yang menyediakan pemandu lagu atau bisa juga disebut purel ini, besar kemungknan akan berubah menjadi tempat transaksi bisnis kenikmatan ranjang.
      Bisikan-bisikan dari beberapa pengunjung warung remang-remang Desa Nogosari sudah mengarah ke sana. Bahkan Pojok Kiri sempat ditunjukkan sebuah warung bagian belakang, yang katanya warung itu sudah menjadi tempat transaksi cewek pemuas birahi.
      Lepas dari itu, warung-warung yang ada di Ruko Nogosari yang dikenal dengan sebutan Meiko ini seolah sengaja diproyeksi sebagai warung remang-remang dengan menyediakan sarana karaoke dengan fasilitas pemandu lagu perempuan sebagai daya tariknya. Hal ini dapat dipastikan karena setiap warung sudah menyediakan catatan lagu beserta harganya.
      Warung A dan Warung B memiliki harga berbeda. Ada yang 5 lagu bayar Rp. 30 ribu, ada juga yang bayar hanya Rp. 20 ribu.
      Bagi yang minat menyanyi, si cewek pemandu akan menemani dengan harapan dapat sawer dari pengunjung. Tentu saja pengunjung akan lebih bergairah untuk memberi uang jika si cewek mau dipeluk dan diraba.
      Sementara, untuk warungnya sendiri sejak dibuka mulai pagi hinga dini hari, yang dijual hanya minuman jenis kopi dan minuman lain saja. Tak ada makanan dijual di warung remang-remang itu. Pojok Kiri yang sekedar memesan mie saja ternyata tidak ada. "Tidak jual makanan, "kata sang penjaga warung.
      Apakah ini murni warung karaoke? Jika melihat dari apa yang dijual yang hanya berupa minuman kopi, es, dan jenis minuman lain tanpa ada makanan, sudah dapat dipastikan, jualan utamanya adalah lagu yang harus bayar saat menyanyi, serta adanya cewek pemandu lagu yang menemani. Tak ada sarana itu, siapa juga yang mau datang malam-malam hingga pagi hari ke tempat sepi seperti Ruko Meiko Nogosari ini.
      Apakah pihak desa dan Kecamatan tahu adanya wisata remang-remang yang mulai menggeliat ini?
      Sejauh ini, upaya Pojok Kiri menghubungi Kades Nogosari, Iswahyudi belum berhasil. Upaya konfirmasi melalui nomor phonselnya di 0812304153XX dan 0813590989XX selalu ada nada sambung tapi tidak diangkat.
     Demikian juga upaya konfirmasi ke Camat Pandaan, Suwito Adi. Nomor phonselnya 0852351474XX ditelp beberapa kali juga terdengar nada sambung tapi tidak diangkat.
      Tahu atau tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu, itu hal yang tidak penting untuk dibahas. Yang pasti ada informasi, bahwa setiap malam sekitar pukul 00.WIB, menurut informasi dari para penjaga warung, petugas Linmas selalu datang untuk mengabsen.
      "Setiap hari ada petugas Linmas mengabsen, kita selalu diminta tanda tangan, "kata salah satu penjaga warung yang berada di bawah tangga sisi Utara Ruko Meiko Nogosari.
      Selain itu kata sumber yang sama, pada Jum'at malam (01/03) ia mengaku didatangi beberapa orang berseragam Satpol PP yang menarik uang Rp. 30 ribu.
      "Saya ditarik 30 ribu. Semua kayaknya sama. Orangnya seragaman Satpol PP. Ini uang bulanan, "ujarnya.
      Siapakah mereka? Benar-benar petugas Linmas dan Satpol PP atau oknum yang bermain mencari untung dengan keberadaan warung remang-remang di Ruko Meiko Nogosari, Pandaan ini. (Lis-bersambung)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas