Intip Suasana Remang-Remang Di Ruko Desa Nogosari, Pandaan (1) #Ada Warung Kopi Dengan Pencahayaan Minim Dan Putaran Lampu Disco

Baca Juga

Salah satu warung sisi depan yang banyak didatangi remaja laki-laki

Pasuruan, Pojok Kiri
      Keberadaan Ruko (rumah toko, red) di Dusun Klangkung, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan dapat dikatakan sangat memprihatinkan. Pasalnya, Ruko yang dibangun sejak sekitar tahun 2016 ini bisa dibilang sangat minim yang laku. Sehinga puluhan Ruko yang ada, sebagian besar tampak kosong dengan kondisi tertutup. Suasananya pun sepi dari geliat perdagangan layaknya ruko-ruko di kawasan lain.
     Cukup lama Ruko di Nogosari ini dalam kondisi seperti ini. Pojok Kiri yang sempat mendatangi Ruko tersebut di siang hari melihat fakta, mulai lokasi depan hingga belakang sebagian besar masih dalam kondisi tertutup. Hanya satu dua saja yang ditempati.
      Namun akhir-akhir ini ada pemandangan berbeda. Suasana Ruko yang sebelumnya sepi itu kini berubah ramai saat malam hari. Ada apa?
     Pojok Kiri yang melintas di depan Ruko dibuat penasaran dengan banyaknya kendaraan mulai roda empat dan dua keluar masuk.
     Sabtu malam (02/03), Pojok Kiri bersama tim lalu mencoba melihat dari dekat untuk mengetahui apa yang membuat Ruko itu kini menjadi ramai di malam hari.
     Sekitar pukul 23.30. WIB, Pojok Kiri bersama tim masuk di Ruko Nogosari. Untuk masuk ke Ruko itu, saat dari jalan raya atau jalan besar yang menghubungkan Pandaan-Beji, kita akan melalui pintu masuk yang posisinya ada di bagian tengah dengan gerbang yang dibuka hanya sebagian.
     Saat masuk, tidak ada penjaga atau Satpam di tempat itu. Demikian juga tukang parkir. Pojok Kiri tidak menemukannya.
     Memasuki Ruko Nogosari pada Sabtu malam itu suasana terasa berbeda dari Ruko-Ruko lain yang pernah Pojok Kiri Jumpai. Di situ tidak tampak pedagang yang sibuk menutup Rukonya, atau yang menyiapkan barang dagangan untuk dijual besoknya.
     Saat masuk halaman Ruko, pandangan Pojok Kiri tertuju pada warung kopi atau Ruko yang dibuka untuk berjualan kopi serta minuman jenis lain. Di depan warung itu tampak banyak kendaraan roda dua terparkir, serta beberapa kendaraan roda empat.
      Suasana warung cukup menggoda. bagaimana tidak, warung itu tampak remang-remang atau hanya ada sedikit cahaya yang menerangi. Bagi yang suka baca buku, jelas tidak bisa membaca di tempat itu. Sebab memang suasananya cenderung gelap ketimbang terang.
      Suasana remang-remang itu kian menggoda tatkala lampu kerlap kerlip atau bisa juga disebut sebagai lampu disco yang harganya berkisar Rp. 45 ribuan terpasang dan menyala berputar.
     Pojok Kiri yang mendekati salah satu warung dan memesan kopi melihat pencahayaan sedikit terang hanya di kamar kecil serta di tempat peracikan minumam saja. Selebihnya suasana gelap lebih mendominasi.
      Di warung sisi depan yang disinggahi Pojok Kiri, setidaknya ada sekitar 20 an pengunjung yang asyik ngopi atau menikmati jenis minuman lain. Mereka terdiri remaja pria yang usianya berkisar 16 hingga 20 tahunan.
      Di tembok warung terlihat tulisan cukup jelas yang berbunyi "Free WiFi'. Apakah karena ini, sehingga para remaja asyik menikmati malam minggu hingga tengah malam di tempat itu.
     Bisa jadi iya, WiFi gratis untuk remaja usia sekolah atau maniak online memang menjadi daya tarik tersendiri untuk mendatangi warung yang menyediakan fasilitas itu.
     Namun di warung yang cenderung remang-remang ini sepertinya ada hal lain yang menjadi magnetnya. Apakah itu, tunggu edisi selanjutnya. (Lis-Bersambung)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas