RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Fenomena Kepsek SMKN  Di Kabupaten Pasuruan Yang Beruntung Dan 'Buntung' (2) #Syaifudin 'Anak' Kesayangan Kacabdis?

Baca Juga

Momen pergantian Kepsek SMKN 1 Purwosari

Pasuruan, Pojok Kiri
     Nasib Syaifudin mantan Kepsek SMKN 1 Beji bisa dibilang sangat gemilang. Bayangkan saja, saat temannya, Sentot yang sama-sama memderita sakit harus hengkang dari jabatan Kepsek SMKN 1 Tutur, bahkan 'dibuang' dari Aparat Sipil Negara (ASN), ia justru mendapat jabatan 'mewah' sebagai Kepsek di SMKN 1 Purwosari dengan mendepak Indrajaya yang merupakan ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMKN Kabupaten Pasuruan.
     Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Povinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan, Indah Yudiani kepada Pojok Kiri, Senin (18/03) menegaskan, ditaruhnya Syaifudin sebagai Kepsek SMKN 1 Purwosari itu karena Kepsek yang saat ke sekolah menggunakan kursi roda ini masih layak dari sisi kesehatan. Selain itu menurut Indah, Syaifudin disebut memiliki banyak prestasi saat menjabat di SMKN 1 Beji.
     "Pak Syaifudin itu banyak prestasinya, dia membawa SMKN 1 Beji sebagai juara LKS Nasional, hingga maju dalam ajang tingkat dunia, dia juga menggratiskan anak yatim piatu, dan banyak prestasi lain. Jadi sangat layak. Apalagi rumahnya juga di Purwosari, "ucap Indah Yudiani.
     Soal sakit yang diderita Syaifudin, Indah sama sekali tidak menganggap hal yang menjadi pertimbangan, meski nyatanya ada info bahwa setiap Jum'at dan Sabtu ia tidak ngantor karena menjalani terapi olahraga di rumah.
     Fakta yang tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi sakit Syaifudin sangat mengganggu kinerjanya ini ternyata tak menjadi pertimbangan sama sekali. Hal ini berbeda dengan Kepsek SMKN 1 Tutur, Sentot yang langsung dibuang, padahal sakitnya sama dengan Syaifudin.
     Rumor menyebut, ibarat Kacabdis itu ibunya, Syaifudin ini adalah anak emasnya, sehingga selalu mendapat pembelaan. Berbeda dengan Sentot yang mirip 'anak tiri' yang tak perlu dipertahankan.
     Lepas dari itu, seringnya Syaifudin tidak ngantor alias tidak datang ke sekolah dengan alasan terapi atau semacamnya ini memunculkan rumor bahwa kegiatan sekolah terganggu. Apalagi disebut, Syaifudin masih belum mempercayai Wakasek yang ada untuk menjalankan tugas saat dia tidak bisa datang ke sekolah. Sehingga muncul suara bahwa kegiatan sekolah jadi terhambat. (Lis-bersambung)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas