RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Dispendik Kabupaten Pasuruan Gelar Pelatihan Kreatifitas Guru RA #Tingkatkan Kemampuan Guru Untuk Menciptakan Pola Pembelajaran Yang Menyenangkan

Baca Juga

Saat kegiatan pelatihan berlangsung

Pasuruan, Pojok Kiri
      Guru yang kreatif, guru yang menyenangkan, guru yang mampu membuat murid selalu bahagia, guru yang tidak pemarah, serta ilmu yang disampaikan tetap bisa diterima sudah pasti menjadi dambaan para murid. Demikian juga dengan wali murid, guru yang seperti ini akan disukai bahkan dihormati.
     Sebaliknya, guru yang kaku, monoton, membosankan, ditambah pemarah, murid pasti malas mengikuti pelajarannya, bahkan cenderung membangkan saat diajar.
     Era modern seperti sekarang ini juga sudah tidak pas jika seorang guru saat mengajar menerapkan pola pembelajaran yang kaku dan monoton. Pola pikir murid era sekarang yang sudah jauh berbeda dengan era masa lalu dengan berkembangnya teknologi informasi mewajibkan seorang guru mengikuti jaman dengan lebih kreatif saat mengajar meski tetap harus berpegang pada kurikulum.
     Demi memenuhi kebutuhan itu, Senin (11/03) hingga Selasa (12/03), Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan melalui Bidang Perguruan Agama (Pergurag) mengadakan pelatihan terhadap guru Roudlotul Athfal (RA) terkait bagaimana menjadi guru yang krearif.
      Kegiatan yang diadakan di ruang pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan ini diikuti oleh sebanyak 428 guru RA se Kabupaten Pasuruan.
      Alasan dasar kegiatan ini dilakukan sebagaimana dikatakan Kadispendik, Dr. H. Iswahyudi, M.Pd melalui Kepala Bidang Pergurag, Ahmad Yusuf, M.Pd adalah, agar para guru lebih kreatif dalam mengajar, lebih-lebih menguatkan mental saat menghadapi murid yang hidrogen, tidak mudah emosi serta tidak membosankan.

      "Mengajar bukan semata persoalan menceritakan. Belajar bukanlah konsekwensi otomatis dari penuangan informasi ke dalam benak siswa. Belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri. Penjelasan dan pemeragaan semata tidak akan membuahkan hasil yang Ianggeng. Yang bisa membuahkan hasil belajar yang Ianggeng hanyalah dengan belajar aktif, "ujar Ahmad Yusuf.
     Maksud dan tujuan kegiatan pelatihan ini menurut Ahmad Yusuf adalah untuk meningkatkan kemampuan daya kreatifitas, guru guna menciptakan pembelajaran yang menyenagkan.
      "Selain itu juga guna meningkatkan kemampuan guru untuk mengembangkan bakat dan minat serta merangsang minat kreatifitas dan inovatif para peserta didiknya, "tuka Ahmad Yusuf.
      Kegiatan yang dimulai Senin pagi (11/03) sekitar pukul 08.00 WIB ini dibuka oleh Plh. Sekretaris Dispendik H. Hasbullah mewakili Kadispendik, Dr. H. Iswahyudi, M. Pd.
     Dalam sambutannya, H. Hasbullah menekankan pada kesabaran guru saat menghadapi anak didik.
      "Seorang guru memang dituntut sabar, kreatif, dan mengerti kemauan anak didiknya, jangan muda marah. Misal ada anak bersin di kelas dengan keras, jangan lalu marah. Tapi beri dia tisyu sebagai ajang pendekatan. Tanya, apakah sakit atau kenapa. Jadi disitulah letak kedekatan guru dengan murid. Guru adalah orag tua ke dua yang harus mampu memberi contoh yang baik, "ucap H. Hasbullah. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas