Cerita Buruk Bayar Pajak Di Samsat Bangil!! Ditarik Uang Parkir Berlangganan Tapi Tidak Dikasih Stiker

Baca Juga

Tempat pembayaran Pajak di samsat Bangil

Pasuruan, Pojok Kiri
      Trik pemerintah untuk mendapatkan masukan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir salah satunya dengan cara menarik parkir berlangganan melalui Samsat.
     Dalam hal ini para pembayar pajak kendaraan yang dilakukan setiap tahun akan mendapat tambahan biaya dengan besaran RP. 21 ribu untuk motor roda dua, dan Rp.45 ribu untuk kendaraan roda empat.
      Meski fakta di lapangan parkir berlangganan tidak berlaku, karena tukang parkir tetap narik meski sudah ada stiker tanda parkir berlangganan, nyatanya pemerintah tetap memberlakukan ini tanpa peduli petugas parkirnya bak 'garong' dan seolah dibiarkan liar tanpa ada kontrol.
      Namun demikian, para pembayar pajak yang notabene rakyat yang oke-oke saja meski 'diperas' oleh pemerintah, mereka tetap tersenyum saat mendapatkan stiker parkir berlangganan setelah mereka membayar di samsat. Soal berlaku atau tidak, ada prinsip yang dipakai, yakni anggap saja sedekah ke pemerintah meski ga ikhlas. Minimal itu stiker bisa ditempel di jidad.
      Ibarat kata, sudah dikasih hati malah minta ampela. Ada celotehan para pembayar pajak di Samsat Bangil yang sudah 'bersedekah' dengan membayar uang parkir berlangganan yang disebutnya senilai Rp. 21 ribu untuk motor, ternyata selain pasti akan tetap bayar parkir lagi, mereka juga tidak bisa tersenyum karena oleh pihak Samsat mereka tidak dikasih stiker parkir berlangganan.
     Adalah Mokhammad Salman Rifqy warga Kersikan, Bangil. Ia pada Jum'at melaksanakan kewajiban sebagai warga negara yang baik datang ke Samsat Bangil untuk membayar pajak tahunan motor vario miliknya yang bernopol N 4570 TCC.
     Menurut Salman, di notice pajak yang ia terima, tercatat angka yang harus dibayar sebesar Rp. 307 ribu. Namun oleh petugas Samsat Bangil, ia ditarik Rp. 328 ribu.
     "Karena uang yang diminta lebih besar, maka saya tanya. Lalu petugas Samsat bilang jika ada uang parkir berlangganan yang harus dibayar, "ungkap Salman.
      Kepada Pojok Kiri, Salman mengatakan, setelah mendapat penjelasan adanya uang parkir berlangganan itu, ia tidak dikasih stiker parkirnya.     "Karena saya sudah bayar uang parkir berlangganan, saya minta stikernya ke petugas Samsat. Tapi jawabnya stiker tidak ada dengan alasan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) jarang datang. Kalau memang tidak ada stikernya, kenapa tetap ditarik. Ini kan ngawur, "ujar Salman.
      Salman juga menerangkan, saat itu petugas yang disebutnya seorang perempuan sempat bilang jika kejadian ini tidak hanya menimpa dirinya.     "Katanya banyak yang sudah bayar parkir berlanggan juga tidak dikasih stiker, bukan hanya saya, "ingat Salman.
      Ini akal-akalan siapa? Pihak Samsat berdalih karena pihak Dishub yang jarang datang. Padahal petugas yang menarik adalah orang Samsat?     Hingga berita ini turun, Pojok Kiri belum berhasil menghubungi Adpel Samsat Bangil, Sama'i. Demikian juga Kadishub Kabupaten Pasuruan, Heri,  menghubunginya susah. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas