RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Asik Kerja Ndaut, Buruh Tani Di Rejoso Kidul Tewas Disambar Petir

Baca Juga

Korban yang tewas disambar petir

Pasuruan, Pojok Kiri
       Nasib nahas menimpa Mustarim (50) warga Dusun Karanganyar, RT 002/002, Desa Rejoso Kidul, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Pasalnya, ia yang sedang bekerja menjadi buruh tani dengan kegiatan mencabut bibit padi dari persemaian sawah atau yang biasa disebut 'ndaut' di sawah milik Khoiri yang merupakan pejabat sementara (PJS) Kades Rejoso Kidul harus meregang nyawa akibat sambaran petir.
     Kejadian yang membuat gempar warga Rejoso Kidul itu terjadi pada Selasa sore (05/02) sekira pukul 15.45 WIB. Saat itu korban sedang bekerja secara borongan mencabut bibit persemian padi yang rencananya akan ditanam besoknya, Rabu (06/02).
     Khoiri, PJS Kades Rejoso Kidul saat ditanya Pojok Kiri membenarkan kejadian itu. Menurutnya, sebelum kejadian, korban bekerja ndaut tidak sendiri, ada 2 orang yang juga ikut ndaut termasuk ayahnya sendiri.
Lokasi saat korban bekerja lalu tewas disambar petir

     "Awalnya korban bekerja bareng beberapa orang termasuk ayah saya sendiri. Saat hujan turun sangat lebat, ayah saya dan rekan lainnya pergi meninggalkan sawah karena takut, tapi korban tetap melanjutkan sendiri bekerja agar bisa mendapatkan hasil yang banyak karena pekerjaannya borongan, "cerita Khoiri.
      Hujan yang sangat lebat itu kemudian disertai petir yang menggelegar. Setelah petir reda, seorang pemilik warung bernama Bandi yang lokasi warungnya persis di depan areal sawah tempat korban bekerja lalu bertanya kepada beberapa orang yang tadi ikut ndaut, karena si korban sudah tidak terlihat lagi.
     "Pak Bandi pemilik warung saat itu bertanya karena tidak melihat korban yang sebelumnya sedang ndaut. Ia mengira korban sudah pulang. Tapi karena di rumahnya tidak kelihatan, Pak Bandi lalu mencoba mencari ke lokasi kerja yang persis di belakang warungnya. Saat itulah terlihat korban sudah tergeletak dalam kondisi gosong, serta kondisi sawah berantakan, "terang Khoiri.
      Dari kondisi korban, warga langsung meyakini korban tersambar petir. Sebab saat kejadian, petir menyambar begitu dasyat pas di belakang warung Bandi Barat SMP Negeri 1 Rejoso.
      Tewasnya Mustarim akibat sambaran petir ini membuat sang istri yang bernama Satrumi (45) menjerit histeris. Ia tak menyangka hari itu ia harus ditinggalkan sang suami untuk selamanya. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas