RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Dua Mayat Terbakar Warga Rembang Dan Kraton Itu Sengaja Dibunuh Oleh Seorang Dukun Bersama Istri, Sebabnya Karena Sakit Hati

Baca Juga

Para pelaku

Pasuruan, Pojok Kiri
      Tewasnya Syaroni (58) warga Dusun Pejaten, Desa Pajaran, Kecamatan Rembang dan Imam Syaroni (70) warga Desa Selorentek, Kecamatan Kraton dalam kondisi terbakar itu ternyata dilakukan sengaja oleh suami istri.
     Dalam kasus pembuhunan itu, mereka yang berprofesi sebagai dukun dibantu salah satu warga desa lain yang diakui sebagai muridnya.
      Ditemukannya dua jasad dalam kondisi terbakar di Dusun Krajan, Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Minggu (20/01) memaksa polisi bergerak cepat untuk menemukan siapa pelakunya.
      Setelah dilakukan penyelidikan, di hari yang sama sekira pukul 09.00 WIB, pihak kepolisian dari Polres Pasuruan berhasil mengungkap sebab terbakarnya korban, yang ternyata sengaja dibunuh.
      Sementara pelaku pembunuhan ini adalah suami istri, yakni M. Dhofir (59) dan Nanik Purwanti (30). Keduanya pasangan suami istri warga Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo yang berprofesi sebagai dukun.
      Dalam aksinya, mereka dibantu seseorang bernama Zainudin (30) warga Desa Wonosari, Kecamatan Wonorejo yang diketahui sebagai murid pelaku.
      Kronologi pembunuhan itu sebagaimana dijelaskan oleh Kapolres Pasuruan, AKBP Rizal Martomo, Senin (21/01). Tiga pelaku mengaku sakit hati dengan korban Sya'roni. Menurut pelaku sebagaimana diceritakan Kapolres, korban Sya'roni menjanjikan umroh murah kepada murid tersangka. Namun setelah sebagian uang diberikan kepada korban senilai Rp. 10 juta, dan ditunggu lama, nyatanya tidak kunjung ada kepastian waktu pemberangkatan.
     Merasa dipermainkan oleh korban, dan merasa dipermalukan di depan muridnya membuat pelaku marah. Hal ini ditambah sikap Sya'roni yang sebelumnya sering ke rumah pelaku malah berusaha menghindar dan jarang datang ke rumah pelaku.
      Dhofir yang sudah kerasukan setan itu lalu berencana menghabisi korban Sya'roni.
      Dalam aksi pembunuhan yang dilakukan menurut Kapolres, pelaku Dhofir menyuruh istrinya, Nanik Purwanti dan Zainudin untuk menjemput korban Syaroni dengan berdalih ada selamatan dirumah pelaku.
      "Sesampai di rumah pelaku, korban dibuatkan minuman kopi oleh istri pelaku. Namun saat mau diantar oleh istri pelaku, pelaku Dhofir mencampur potas (racun ikan) dalam minuman kopi yang akan disajikan pada korban, "cerita Kapolres.
      Melihat korban ada reaksi kesakitan, pelaku Dhofir menyuruh pelaku Zainudin untuk beli jamu pegel linu. Pelaku Dhofir kembali mencampuri jamu pegel linu itu dengan potas.
      "Usai minum jamu racikan pelaku, kedua korban akhirnya pingsan, "tukas Kapolres.
     Saat itulah, pelaku Dhofir menyuruh istri dan Zainudin untuk menyeret kedua pelaku keluar rumah. Sementara pelaku Dhofir mengambil bensin lalu membakarnya.
      Menurut Kapolres, dari dua korban itu, salah satunya yakni Imam Sya'roni sebenarnya tidak tahu apa-apa. Dia adalah kawan korban Sya'roni yang saat itu berkunjung kerumah pelaku.
      Kini ketiga pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijebloskan ke dalam sel dan dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (isb)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas