RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Sekolah TK, SD, SMP Membangkang!!! Tak Peduli Ada Kesepakatan Yang Ditandatangani Kadispendik, Mereka Tetap Larang Pedagang Berjualan Di Sekolah

Baca Juga


Surat kesepakatan yang dibuat

Pasuruan, Pojok Kiri
     Surat kesepakatan yang dibuat antara pedagang dengan Pihak Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan pada 19 Nopember 2018 lalu, yang intinya pedagang boleh berjualan di lingkungan sekolah ternyata tak digubris oleh sejumlah sekolah di tingkat TK, SD, dan SMP di Kabupaten Pasuruan.
     Surat kesepakatan yang ditandangani Dua UPTD Pendidikan, masing-masing Norsobhi dan H. Ach. Muyono, pengawas SMP, H. Widianto Eko, ketua paguyuban pedagang sekolah, Tirto Sujoko, Dua anggota DPRD, masing-masing Rohani Siswato dan Abu Bakar, SE, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Dr. H. Iswahyudi, M.Pd seolah dianggap angin lalu atau suatu yang gak penting bagi sejumlah sekolah. Pasalnya, meski sudah ada surat kesepakatan itu, para pedagang tetap mendapat larangan dari pihak sekolah untuk berjualan di lingkungan sekolah.
      Sedih, sudah pasti, mereka yang bekerja dengan cara berjualan demi menghidupi keluarganya itu harus kelimpungan untuk menjajakan dagangannya. Padahal bagi mereka, sekolah adalah tempat berjualan yang sangat menjajikan karena anak kecil memang suka jajan.
      Keluh kesah dan kesedihan ini disampaikan Tirto Sujoko kepada Pojok Kiri, Minggu (27/01).
     Menurut Sujoko panggilan akrabnya, para pedagang harus menghadapi fakta larangan berjualan sekitar 2 tahun sejak dikeluarkannya edaran tentang Adiwiyata oleh Dinas Pendidikan. Namun setelah berjuang hingga ke gedung DPRD, mereka berhasil melunakkan hati Kadispendik, Iswahyudi yang kemudian disepakati boleh berjualan di lingkungan sekolah sejak tanggal 19 Nopember 2018.
      Namun yang terjadi, surat kesepakatan itu tak digubris oleh sekolah, alias pihak sekolah membangkang perintah atasannya sendiri, yakni Kadispendik, Iswahyudi.
     Sekolah ada yang bermain akal-akalan! Ini juga terjadi, menurut Sujoko, adanya surat kesepakatan yang menggunakan kop surat Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan itu, memang tidak semua sekolah menutup diri. Beberapa sekolah ada yang membuka diri dengan memberi pedagang tempat di dalam atau diluar pagar sekolah. Akan tetapi, ini hanya akal-akalan. Yang terjadi, para murid tetap tidak boleh membeli dagangan mereka.
      "Ini kan gak bener, kita boleh berjualan di lingkungan sekolah, tetapi oleh gurunya, murid-murid dilarang membeli, "ungkap Sujoko.
      Menyikapi situasi yang membuat para pedagang "mati" sehingga tak mampu lagi mendulang uang untuk keluarga, mereka mencoba melakukan pendekatan ke pihak sekolah yang melarang untuk berjualan.
Para pedagang saat masih boleh berjualan di lingkungan sekolah

     Upaya pendekatan ini dilakukan pada Senin (28/01). Namun menurut Sujojo, sebelum melakukan pendekatan, sebanyak 100 pedagang akan dikumpulkan di lapangan Kuti, Pandaan untuk diberi arahan.
      "Senin pagi (28/01) sekitar pukul 06.30 WIB, sebanyak 100 pedagang akan kita kumpulkan di lapangan Kuti, Pandaan guna kami beri arahan. Selanjutnya kita bagi tim untuk mendatangi sekolah-sekolah yang melarang kami berjualan. Intinya kami bertamu, membuka hati para guru agar kami boleh berdagang, "ujar Sujoko.
      Sementara itu, dari 7 nama yang ikut membubuhi tanda tangan dalam kesepakatan, selain Tirto Sujoko, ketua paguyuban pedagang, Pojok Kiri berhasil menghubungi anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Rohani Siswanto. Kepada Pojok Kiri, Rohani berharap pihak Kadispendik lebih serius dalam mengawal surat kesapatakan yang di dalamnya ada tanda tangan dia.
     "Janganlah main akal-akalan, buat surat kesepakatan hanya karena masalah ini sampai di gedung dewan. Percuma itu tanda tangan kalau tidak ada penekanan ke sekolah. Ayolah yang serius, Kadispendik kan punya power, masak harus dipanggil ke gedung dewan lagi, "tukas Rohani Siswanto.
     Hingga berita ini turun, Pojok Kiri belum berhasil mengkonfirmasi Kadispendik, Iswahyudi. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas