RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Marak Pohon Tumbang, Ini Kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan

Baca Juga

Kepala BPBD, Bhakti Jati Permana

Pasuruan, Pojok Kiri
      Hujan angin menghempas banyak pohon hingga bertumbangan. Resikonya, bagi rumah dan kendaraan yang tertimpa pasti mengalami kerusakan. Sedang jika manusia yang tertimpa, nyawa bisa melayang.
      Kondisi ini sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pohon di wilayah Kabupaten Pasuruan tercatat sudah ambruk karena terjangan angin dan hujan. Lantas bagaimana menghadapi ini?
      Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Bhakti Jati Permana kepada Pojok Kiri, Kamis (24/01) mengatakan, terkait kejadian pohon tumbang akibat hujan angin, termasuk dalam tugas BPBD untuk menanganinya, karena ketegori bencana.
      Selama ini terang Bhakti, jika ada kejadian pohon tumbang, timnya langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi pohon tersebut. Jika terjadi di pemukiman, ia mengaku selalu bekerja sama dengan pihak desa atau kelurahan untuk diajak bergotong royong mengevakusi. Jika terjadi di jalan raya, pihaknya akan bekerja sama dengan Satuan Polisi Lalulintas untuk mengurai kemacetan.
Salah satu kejadian pohon tumbang

     "Untuk pekerjaan evakuasinya mutlak adalah tugas kami, dan sudah kami siapkan tim yang siap datang 24 jam untuk menangani itu, "ucap Bhakti.
     Namun Bhakti berharap sebelum terjadi bencana, ada langkah pencegahan bencana. Yang dimaksud Bhakti adalah, sebelum terjadinya kecelakaan karena pohon tumbang, jauh-jauh bulan sebelum musim hujan, ada koordinasi dan kerjasama kuat dengan sejumlah pihak guna merapikan pohon-pohon tersebut.
     Bhakti sendiri mengaku, pada November 2018, saat hujan masih berstatus gerimis yang juga kadang turun kadang tidak, ia sudah menghimbau kepada desa, termasuk menyampaikan ke instansi terkait, untuk merapikan pohon-pohon besar yang berpotensi menimbulkan bencana. Saat itu lanjut Bhakti, ada yang melaksanakan ada yang tidak.
     Alasan klasik adalah aturan. Memang desa yang mau merapikan pohon takut terjerat hukum atau bentuk denda. Persoalan ini kata Bhakti harus dibicarakan bersama mulai dari OPD ditingkat Pemkab, hingga propinsi, termasuk pihak lain seperti PLN dan Telkom.
      "Untuk itu, dalam waktu sesegera mungkin kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Tak bisa dipungkiri, kondisi pepohonan, baik di pemukiman atau di tepi jalan sudah sangat membahayakann perlu dilakukan tindakan pemangkasan, "tukas Bhakti. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas