Layanan RSUD Bangil Tak Manusiawi!!!! Alasan Tak Sanggup Sambung Jari, Pasien Malah Diusir Dari IGD

Baca Juga

Pasien saat masih di IGD RSUD Bangil

Pasuruan, Pojok Kiri
      Pelayanan RSUD Bangil sungguh tak manusiawi. Pasalnya, seorang bernama Isroil (25), warga Desa Mangga Tengah, Pasrepan yang mengalami kecelakaan dan hendak berobat bukannya dilayani dengan baik oleh pihak rumah sakit, malah diusir dari ruang IGD oleh oknum petugas rumah sakit.
      Cerita memilukan ini disampaikan oleh Mas boy salah satu teman dari Isroil, Kamis (24/01). Boy yang saat itu ikut mengantarkan kawannya berobat mengaku sangat kaget dan geram dengan perlakuan petugas RSUD Bangil.
      Sebagaimana cerita Mas Boy, temannya yang bernama Isroil mengalami kecelakaan jatuh dari atas mobil molen saat mencuci bagian belakangnya. Kecelakaan itu terjadi pada Rabu sore  (23/01) sekira Pukul 17.30 WIB di Di kawasan Sengon, Purwosari tempat kerja si korban.
      Akibat kecelakaan itu terang Mas Boy, jari korban mengalami putus. Oleh teman-teman korban, sekitar pukul 17.40 ia dlarikan ke Puskesmas Purwosari yang kemudian dilakukan pertolongan, si korban diperban sementara.
     Lantaran kondisi jari korban cukup parah, oleh Puskesmas kemudian dirujuk ke RSD Bangil. Korban kemudian dibawa sekitar pukul 18.00 WIB.
      Sesampai di RSUD Bangil, ada jawaban ternyata pihak rumah sakit tak sanggup untuk menyambung jari korban. Pihak RSUD Bangil menyarankan untuk dirujuk ke RS. Dokter Sutomo, Surabaya.
      Ironisnya, ujar Mas Boy, pihak RSUD Bangil hanya memberi arahan rujuk saja tanpa ada tindakan perawatan terlebih dahulu.
     Pihak pengantar si korban lalu meminta agar temanya diberikan surat rujukan dan diantar ke RS Dr. Sutomo menggunakan ambulan. Namun oleh petugas, mereka disuruh pergi sendri dengan alasan tidak ada ambulan untuk mengantar.
     "Padahal kami siap membayar, "ucap Mas Boy.
      Gilanya, lanjut Mas Boy, selain tidak mau mengantar, pihak RSUD Bangil juga tidak memberikan surat rujukan atau pengantar Bahkan oleh seorang perawat perempuan yang bertugas di IGD, mereka diusir dari IGD karena dianggap sudah tidak dirawat di situ lagi.
      "Kami disuruh keluar dari ruangan IGD oleh salah satu perawat perempuan dengan nada kasar dan tidak sopan. Alasannya karena teman kami sudah tidak dirawat di situ lagi (IGD RSUD Bangil, red), "ungkapnya.
     Yang miris dan menyedihkan, serta tak manusiawinya RSUD Bangil, saat si korban diusir dari ruang IGD, ia masih dalam kondisi lemah karena banyak mengeluarkan darah.
      "Di sini saya sangat kecewa dan geram atas pelayanan dan tak manusiawinya petugas RSUD Bangil. Sungguh para petugas tidak punya perasaan. Di saat pasien butuh perawatan dan dalam kondisi lemah, malah disuruh keluar tanpa dikasih tindakan apa-apa, apakah memang seperti ini manajemennya! "kecam Mas Boy.
       Sayang hingga berita ini turun belum ada pihak RSUD Bangil yang bisa dihubungi. Upaya Pojok Kiri menghubungi Humas RSUD Bangil,  Ghozali di nomor phonselnya 0813300338xx pukul 15.37 WIB, ada nada sambung tapi tidak diterima. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas