RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Kesandung Kasus Pidana, Kades Wonosari, Gondang Wetan Bersama Keponakannya Ditahan Jaksa

Baca Juga

Kades Wonosari, Supriyadi

Pasuruan, Pojok Kiri
      Hari-hari Supriyadi alias Jupri (47) Kepala Desa (Kades) Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan kini harus dilalui dibalik jeruji besi. Pasalnya, pria yang tinggal di Dusun Wonosalam, RT 003, RW 005 ini ditahan oleh jaksa di Seksi Piana Umum (Pidum) Kejari Kabupaten Pasuruan pada Kamis (10/01).
      Penahanan atas Kades Wonosari ini dilakukan saat pihak penyidik Polres Pasuruan Kota melimpahkan berkas perkara serta pelakunya ke pihak kejaksaan atau tahap 2.
      Namun pihak Kades tidak sendiri, penahanan yang ia jalani juga berbarengan dengan keponakannya bernama Solehudin (31) yang terlibat dalam satu perkara dengan Kades, tetapi perkaranya di split atau dipisah.
      Penahanan atas Kades dan Keponakan oleh jaksa ini menurut JPU yang menangani bernama Dina didampingi Kasi Pidum Normadi lantaran pasal 335 ayat (1) ke 1 KUHP yang menjeratnya membolehkan atau bisa untuk menahan tersangka.
     "Pasal 335 ayat (1) ini merupakan pasal pengecualian. Ancamannya memang tidak 5 tahun. Tapi dalam catatan pengecualian, pasal ini bisa menahan, "kata Dina.
     Hal lain yang mendasari dilakukan penahanan menurut jaksa cantik ini adalah Pasal 21 KUHAP, yang intinya agar tersangka tidak melarikan diri, tidak merusak atau merubah barang bukti, serta tidak mengulangi tindak pidana yang dilakukan.
     Kades Wonosari sendiri terlibat kasus perbuatan tidak menyenangkan yang juga mengandung unsur pengancaman. Perbuatannya ia lalukan bersama keponakannya, Solehudin, sehingga jaksa juga menambahkan pasal 55 KUHP atas perbuatan yang dilakukan bersama-sama.
Solehudin sang keponakan

     Kesandungnya Kades Wonosari dalam kasus pidana, lantaran ia dilaporkan oleh salah satu warganya yang bernama Moh. Zainul Alim dan keluarganya.
      Pelaporan ini berawal ketika pada 28 Juli 2018 lalu Moh. Zainul Alim hendak membuat dinding kelas bagi anak didik peserta bimbel yatim dhuafa yang selama ini dibina.
      Saat pembuatan pondasi ini, Supriyadi datang sambil marah-marah dan berkata kata kasar terhadap Zainul Alim dan keluarganya. Dia meminta agar pembangunan dihentikan karena Zainul Alim dianggap makan tanah milik saudaranya.     Saat itu Supriyadi juga melakukan aksi tak patut dengan mendorong orang tua Zainul Alim yang sudah tua disertai ancaman.
      Aksi Supriyadi ini diikuti oleh hampir seluruh keluarganya, sehingga terjadi pengeroyokan oleh keluarga Supriyadi terhadap keluarga Zainul Alim yg saat itu hanya berjumlah empat orang.
      Kalah banyak dengan jumlah kelurga Supriyadi yg hampir berjumlah 10 orang, Zainul Alim yang berupaya untuk meredam ketegangan justru semakin mendapatkan ancaman. Tak hanya Zainul Alim, ke Tiga anggota keluarga yang lain juga ikut diancaman.
     Ancaman juga dilakukan oleh Solehudin, keponakan Supriyadi yang tiba tiba mengacungkan kapak untuk mengancam keluarga Zainul Alim.
      Atas kejadian itu, pihak Zainul Alim lalu melapor ke Polres Pasuruan Kota. Pihak polisi lalu memproses perkara ini, tetapi pihak yang menjadi tersangka yakni Kades Supriyadi dan Solehudin tidak ditahan.
     Dalam catatan berkas perkara yang sempat dibaca oleh Pojok Kiri, diketahui Kades Supriyadi ini pernah masuk penjara pada tahun 1998. Kepada Pojok Kiri, Supriyadi mengakui itu. Bahkan ia mengaku bahwa saat itu ia dipenjara karena mencuri teripang. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas