Kali Kedunglarangan Sudah Memiliki Lebar 60 Meter, Tahun Ini Fokus Pengentasan Sedimen

Baca Juga

Sedimen yang akan diangkat

Pasuruan, Pojok Kiri
      Normalisasi Kali Kedunglarangan sepanjang 7 kilo meter yang dimulai akhir 2017, kini sudah masuk tahap ke Tiga.
      Proyek Multi Years Contract (MYC) selama 3 tahun, yakni tahun 2017 hingga 2019 dengan nama 'Proyek pengendalian banjir sistem Kali Kedunglarangan di Kabupaten Pasuruan dan Sidoarjo' ini menurut Kepala Dinas PU Sumberdaya Air Kabupaten Pasuruan, Hanung Widya Sasangka, Senin (07/01) pada tahun 2019 ini sudah masuh tahap terakhir, yakni tahap pengentasan sedimen atau endapan lumpur.
      "Tahun ini (2019, red) proyek normalisasi sudah masuk tahap akhir. Fokus kegiatannya adalah pengentasan sedimen, "ujar Hanung.
       Untuk kepentingan kegiatan pengentasan sedimen ini, Pemkab Pasuruan melalui dinas yang dipimpin Hanung kebagian tugas menyiapkan lahan untuk spoil bank atau tempat menyimpan hasil buangan sedimen.
      Saat ini menurut Hanung, pihaknya sudah menyiapkan lahan dengan luas 3 hektar. Lokasinya berada di sisi Barat kali dengan jarak dari station yang lokasinya di pertemuan Kali Werati dan Kedunglaran adalah 1, 5 hingga 2, 5 km ke Utara.      Proyek ini sendiri tambah Hanung adalah proyek yang dikerjakan oleh Balai Besar Wulayah Sungai (BBWS) pemprov Jatim. Diperkirakan pengentasan sedimen sepanjang 7 km ini akan selesai pada Desember 2019.
Saat proses pelebaran Kali Kedunglarangan

      "Pasca pengentasan sedimen ini nanti, kedalaman Kali Kedunglarangan akan bertambah jauh, dari kondisi sekarang yang hanya 2 hingga 3 meter akan berubah menjadi 7 hingga 10 meter, "tandasnya.     Untuk diketahui, saat ini kondisi Kali Kedunglarangan mulai station yakni di kawasan Kelurahan Kalianyar tepatnya di wilayah yang bernama 'Bong' yang merupakan tempat bertemunya aliran Kali Kedunglarangan dan Werati hingga ke wilayah Utara yang masuk Dukuh Telocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo kondisinya sudah lebar atau sudah normal. Jika sebelumnya karena terjadinya penyempitan hanya memiliki lebar 30 meter, saat ini sudah berubah menjadi 60 hingga 70 meter.
      Normalisasi Kali Kedunglarangan yang dimulai tahun 2017 ini memiliki tujuan untuk meminimalkan dampak banjir yang selama ini menggenang di wilayah Bangil Utara dan menenngelamkan sejumlah Kelurahan dan Desa, meliputi Kalirejo, Kalianyar, dan Tambakan.
     "Dengan pelebaran yang pemerintah lakukan, serta tahun ini sedimennya diangkat, semoga dapat mengurangi bahkan melenyapkan kesengsaraan warga akibat banjir, "tukas Hanung. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas