Dua Kepsek Di Kabupaten Pasuruan Hasil Mutasi Di Tingkat Dispendik Pemprov Jatim Jadi Sorotan

Baca Juga

Fety Susilawatie dan Dwi Retno

Pasuruan, Pojok Kiri
      Mutasi Kepala Sekolah (Kepsek) jenjang SMAN/SMKN/SLBN di 24 Cabang Dinas se-Jatim menuai sorotan di wilayah Kabupaten Pasuruan. Pasalnya, pergeseran Kepsek lintas kota dan kabupaten ini telah menempatkan Dua Kepsek yang penuh catatan dan menjadi sorotan.
    Dua Kepsek yang kini menjadi perbincangan di kalangan sekolah menengah ini adalah Kepsek SMAN 1 Gondang Wetan dan Kepsek SMAN 1 Purowosari.
     Untuk Kepsek yang mendapat tugas memimpin di SMAN 1 Gondang Wetan  adalah Dwi Retno mantan Kepsek SMAN 2 Kota Malang.
     Di sekolah sebelumnya, Dwi Retno sempat diminta mundur oleh soswa siswinya. Permintaan itu bahkan dilakukan dengan aksi demo pada April 2018 lalu.  Oleh siswanya saat itu, Dwi Retno dianggap sebagai Kepsek yang semena-mena.
     Kini wanita dengan trak record kurang bagus itu dilempar ke Kabupaten Pasuruan dan memimpin SMAN 1 Gondangwetan.
      Berbeda dengan Dwi Retno, untuk Kepsek SMAN 1 Purwosari dijabat oleh Fety Susilawatie. Wanita yang sebelumnya menjabat sebagai Waka Kesiswaan dan mengajar mata pelajaran PPKN di SMAN 1 Gedangan Sidoarjo ini memiliki segudang prestasi.
     Salah satu prestasinya adalah pada Agustus 2017, ia mendapat penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan berhasil menjadi juara dalam pemilihan guru inklusi berprestasi pendidikan menengah tingkat Nasional.
      Namun, lepas dari prestasinya, ia disoroti karena dianggap masih yunior dan tidak pernah menjabat Kepala Sekolah sebelumnya. Suara yang berhembus, harusnya Fety Susilawatie menjabat Kepsek di sekolah yang lebih kecil dahulu sebelum menempati sekolah besar seperti SMAN Purwosari.
     Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan, Indah Yudiani mengatakan, sejauh ini semua penempatan adalah kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi. Menurutnya, siapapun yang ditempatkan, tetap akan diterima dengan terbuka dan akan dikawal agar bisa menyesuaikan di sekolah yang ditugaskan.
      "Itulah tugas saya sebagai Kepala Cabang Dinas. Kita akan dampingi dan memberi arahan. Intinya setiap wilayah itu beda karakter, harus cepat adaptasi dan belajar, "ujarnya.
      Namun ada kasak kusuk, bahwa untuk Dua orang Kepsek ini pihak Cabdis kecolongan sehingga mereka bisa masuk Pasuruan. Dalam hal ini Indah Yudiani menegaskan, bahwa Cabdis sudah menyodorkan formasi Kepsek yang dirotasi, sedang keputusan mutlak di tingkat propinsi.
     "Kalau kecolongan tidak. Pihak pemprov tebtunya sudah melalui pertimbangan, "imbuhnya. (Lis) 

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas