Demi Tanah Sejengkal, Kades Wonosari Justru Masuk Bui #Terungkap, Tahun 1998 Dia Pernah Masuk Penjara Karena Mencuri

Baca Juga

Supriyadi Kades Wonosari

Pasuruan, Pojok Kiri
      Supriyadi alias Jupri Bin Jamali (47) Kepala Desa (Kades) Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan yang sempat terkenal sekitar bulan Juli 2018 lalu karena ada video pertikaiannya dengan warganya sendiri di dunia maya mulai FB, Youtube, termasuk di grop-grop Whatsapp (WA) kini sudah mendekam dibalik jeruji.
     Dalam adegan video berdurasi lebih 2 menit itu mengesankan kearoganan seorang Kades yang notabene adalah bapaknya rakyat.
      Dalam video itu, Kades Supriyadi yang mengenakan sarung serta atasan kaos dalam warna putih tampak memaki-maki warga, serta sempat membanting salah satu warganya yang sudah tua renta.
     Gambar dalam video itu adalah sebuah kejadian pertikaian antara Kades Supriyadi dengan Zainul Alim (31) dan keluarganya yang merupakan warganya sendiri.
     Informasi yang beredar, kejadian itu bermula saat Zainul Alim sedang membuat pondasi guna mendirikan dinding kelas bagi anak didik peserta bimbel yatim dhuafa pada 9 Juli 2018. Namun proses pembangunan baru dimulai, Supriyadi datang sambil marah-marah dan berkata kata kasar terhadap Zainul Alim dan keluarganya. Dia meminta agar pembangunan dihentikan karena Zainul Alim dianggap makan tanah milik saudaranya.
     Saat itu Supriyadi juga melakukan aksi tak patut dengan mendorong  orang tua Zainul Alim yang sudah tua disertai ancaman.
     Pertiakaian ini berujung proses hukum. Pihak Zainul Alim melaporkan sang Kades ke Polres Kota Pasuruan hingga akhirnya proses berlanjut ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan. Ia dijerat pasal 335 ayat (1) KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan unsur ancaman.
     Selama di proses di tingkat polisi Supriyadi tidak ditahan. Betapa terkejutnya dia saat pelimpahan perkara dalam proses tahap 2 di Kejari Kabupaten Pasuruan, Kamis (10/01) Kasi Pidum, Normadi langsung menandatangai berita acara penahanan terhadap Supriyadi.
     Kepada Pojok Kiri saat diperiksa oleh jaksa di Kejaksaan, Supriyadi tampak begitu shok karena tidak menyangka ia akan di tahan.
     "Kok saya ditahan pak, saya ini tidak salah apa-apa, "katanya.
     Ia berdalih bahwa gambar di video yang terlihat dia seolah arogan itu tidak benar.
     "Yang memvideo saya itu mereka (keluarga Zainul Alim, red). Kejadian sebenarnya tidak seperti itu, "ungkapnya.
      Namun saat jaksa mempersilahkan kepada Supriyadi untuk menunjukkan video tandingan, pria yang sudah lemas karena harus menjalani hari-harinya dibalik jeruji besi itu tak bisa menunjukkan.
     Di hadapan jaksa, Supriyadi sempat bersikukuh membantah telah melakukan pengancaman. Menurutnya keluarga Zainul Alim terlalu berpolitik sehingga masalah tanah menyeret dia dalam persoalan pidana.
     "Ini persoalan tanah, ada sejengkal tanah keluarga saya yang dikuasai, makanya saya emosi ketika dilakukan pembangunan, "ujarnya.
      Ironisnya, pertikaian dengan warganya sendiri ini selain menjebloskan Supriyadi ke penjara, catatan buruknya juga terungkap. Dalam catatan berkas perkara yang sempat dibaca oleh Pojok Kiri, diketahui Kades Supriyadi ini pernah masuk penjara pada tahun 1998 dalam kasus pencurian.
     Supriyadi tak menampik hal itu. Bahkan ia menyebut, bahwa ia masuk penjara karena mencuri teripang.
       Kasi Pidum Kejari Kabupaten Pasuruan, Normadi melihat fakta, bahwa ternyata Kades Supriyadi ini adalah residivis atau orang yang pernah melakukan perbuatan melawan hukum dalam kasus pidana dan sudah menjadi terpidana. Kini ia melakukan perbuatan sama, yakni melakukan perbuatan melawan hukum.
     Catatan kelam Supriyadi ini juga menjadi salah satu dasar kenapa Ia melakukan penahanan.
     "Jelas disebut dalam berita acara bahwa Supriyadi ini pernah dihukum dalam kasus pencurian. Itu sangat menguatkan bagi kami untuk menahan yang bersangkutan, "tukas Normadi. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas