Ada Gejolak Di Pembagian Lapak Pasar Sukorejo, Kata Kadisperindag, Semua Akan Kebagian Sesuai Surat Yang dimiliki

Baca Juga

Edi Suwanto, Kadisperindag

Pasuruan, Pojok Kiri
      Dari sebanyak 220 pedagang pasar Sukorejo, saat ini menurut Kadisperindag, Edi Suwanto didampingi Udin stafnya yang menangani pasar, masih ada 20 orang yang saat ini bergolak karena mereka belum mendapat kios sebagaimana yang diharapkan.
      Jumlah ini kata Edi kepada Pojok Kiri, Selasa (15/01) sedang diupayakan melalui internal Disperindag bagaimana solusi baiknya.
      Pembangunan pasar Sukorejo sudah usai. Proyek yang sejak awal selalu dipenuhi suara panas itu ternyata kian panas kala masuk pada proses pembagian kios. Para pedagang yang sebelumnya merasa punya kios berharap mendapat jatah kios sebagaimana yang pernah mereka rasakan.
     Catatan yang disampaikan Kadisperindag, Edi, untuk pedagang Pasar Sukorejo sebanyak 200 pedagang sudah mendapat jatahnya sesuai surat yang dimiliki. Sisanya masih ada 20 orang yang saat ini sedang dicari solusi.
      Edi menjelaskan, untuk pedagang yang mendapat jatah kios sesuai buku atau surat yang dipunyai mereka, dari 220 itu hanya 60 pedagang saja. Sisanya adalah para pedagang yang sebelumnya menempati lapak los atau tempat sarana jualan terbuka.
      "Database dari pedagang yang tercatat memiliki kios sebelumnya itu hanya 60 orang. Lainnya itu berupa los. Makanya pada saat pembagian, kita mengacunya pada database itu, "kata Edi.
Pasar Sukorejo

      Setelah melalui sosialisasi dan pembeberan data yang tercatat, dari sebanyak 220 pedagang sudah 200 orang sudah terima baik lapak kios maupun los.     Untuk yang 20 orang ini masih belum menerima karena mereka hanya kebagian lapak los. Mereka berharap mendapat jatah kios. Padahal dari catatan database ssbagaimana disampaikan Edi, mereka selama ini menempati lapak berupa los.
      'Sebelum pasar dibangun, memang banyak lapak los yang disekat sendiri hingga menyerupai kios. Padahal sesuai aturan Perda, kios pasar itu adalah lapak tertutup yang dibangun oleh pemerintah. Jadi, meski sebelumnya mereka seolah menempati kios, padahal lapaknya berupa los. Berdasar surat yang dimiliki, maka di pasar yang baru kita bangun ini, mereka jatahnya tetap lapak los, "ujar Edi Suwanto.
     Namun demikian, gejolak yang tak kunjung usai pasti merugikan pedagang yang lain. Dalam hal ini, Edi mengaku sedang melakukan pendekatan kepada para pedagang yang tersisa untuk mendapat solusi baiknya.
      "Pemerintah itu ibarat bapak, kita tetap melakukan pendekatan yang baik. Jika memang perlu ditambah kios, kita akan upayakan. Tetapi kita akan lalukan musyawarah. Intinya semua akan kita akomodir, tidak ada yang kita anak tirikan, "pungkasnya. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas