Terdakwa Kasus Begal Bebas Dalam Persidangan, Tanggapan Ketua DPRD, Polisi Jangan Asal Tangkap Orang Tak Bersalah

Baca Juga

Sudiono Fauzan bersama Jaini, Ibu, dan pengacaranya

Pasuruan, Pojok kiri
     Bebasnya Jaini bin tomo (20) warga Dusun Watugentong, Desa Ngantungan, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan atas putusan hakim dalam persidangan di PN Bangil, Selasa (11/12) lalu cukup menghentak. Pasalnya, Jaini ditangkap dalam kasus yang sangat atensi, yakni kasus begal.
    Namun bebasnya Jaini ini juga mampu membuka mata banyak pihak, bahwa ada fakta miris, dimana tak semua yang ditangkap polisi itu adalah pelaku sebenarnya.
     Jaini adalah salah satunya. Oleh hakim ia diputus bebas karena fakta-fakta dalam persidangan dengan berita acara pemeriksaan sebagai dasar jaksa dalam membuat dakwaan ternyata jauh berbeda.
     Hal-hal janggal yang terungkap dalam persidangan beberapa diantaranya, saat kejadian pembegalan dengan korban Maya Afry Nadilla (20), warga Dusun Krajan, Desa Puspo, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu, 02 Juni 2018 pukul 15.00 WIB, ternyata Jaini posisi masih ada di tempat kerja di Surabaya. Hal ini dibenarkan banyak saksi yang tak lain teman-teman Jaini termasuk sang mandor bernama Idrus yang juga orang Pasuruan.
    Saat itu sebagaimana cerita Jaini yang didampingi pengacaranya yang bernama Harist saat datang ke kantor.DPRD Kabupaten Pasuruan, Kamis (13/12) untuk bersilaturrahim ke Ketua DPRD, pada Sabtu, 02 Juni 2018 itu, ia baru pulang dari Surabaya dibonceng mandor bernama Idrus sekitar pukul 17.00 WIB. Sampai di rumahnya pukul 19.00 WIB. Artinya kata Jaini, dari situ sudah jelas bahwa tidak mungkin tubuhnya ada di waktu sama dengan dua tempat berbeda.
     Kemudian soal kesaksian korban Maya Afry Nadilla. Katanya saat kejadian, ia dibuntuti begal yang jumlahnya 4 orang. Kemudian terjadilah kejar-kejaran dengan kecepatan tinggi. Pada saat itu, korban dipepet lalu kunci motor diambil dalam posisi kecepatan tinggi, sedang korban tidak jatuh.
    "Ini menjadi catatan janggal yang kemudian hakim memutus bebas. Selain itu masih banyak kejanggalan lain atas penangkapan Jaini yang semuanya terungkap dalam persidangan, "ungkap Harist sang pengacara.
     Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan yang menemui Jaini bersama sang ibu, Suliyana (50), pengacara serta beberapa kerabatnya yang datang ke kantor DPRD, Kamis (13/12) sekira pukul 13.00 WIB mengecam sikap ngawur polisi yang asal tangkap orang tak bersalah.
    Menurutnya, pemberantasan begal memang wajib, tetapi jika penangkapannya asal-asalan bahkan menangkap orang tak bersalah itu sangat konyol.
    "Ini menyangkut nasib orang, putusan bebas dalam persidangan itu bukti bahwa memang Jaini ini korban salah tangkap. Saya harap polisi lebih profesional, jangan gegabah menangkap orang tanpa bukti yang jelas. Hukum itu bicara bukti, jangan paksa orang mengaku salah padahal ia tidak bersalah, apalagi Jaini ini punya istri yang sedang hamil. Bagi saya ini sangat kejam, "ujar Sudiono Fauzan.
   Sementara itu, Kapolres Pasuruan, AKBP Rizal Martomo saat dikonfirmasi Pojok Kiri melalui phonselnya, Jum'at (14/12) belum berkomentar banyak. Ia hanya bilang masih ada giat dan mengatakan jika itu perkara Polsek Puspo. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas