RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Terapkan Pasal 204 Ayat (1) KUHP, Jaksa Tahan Penjual Miras Ndableg Asal Pogar

Baca Juga

Tersangka Sochib

Pasuruan, Pojok Kiri
     Sochib Bin Marsidik (50) warga Dusun Pogar, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan sudah tak bisa lagi sok hebat dan nantang hukum dengan terus berjualan minuman keras (miras) oplosan. Pria yang konon sudah 6 kali ditangkap oleh polisi dan Satpol PP dalam perkara yang sama, yakni menjual miras, kini harus menikmati sedihnya hidup di dalam penjara.
    Pria yang mungkin selama ini menyepelekan hukum karena selalu bebas setiap kali digerebek, kini sudah harus berfikir sejuta kali untuk kembali berjualan miras. Pasalnya, jaksa di Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan tak akan beri ampun pada pelaku pidana, apalagi perusak kesadaran dan membahayakan nyawa manusia, yakni berjualan miras oplosan
    Senin (03/12), Dina si Jaksa cantik yang menangani perkara Sochib menjebloskan pria penjual miras ini ke balik jeruji besi.
   Penahanan atas Sochib ini menurut Dina, karena dalam perbuatan yang dilakukannya, Ia melawan hukum sebagaimana di atur dalam Pasal 204 KUHP ayat (1).
    Dalam pasal 204 ayat (1) KUHP itu disebutkan Dina, barangsiapa menjual, menawarkan, menyerahkan atau membagi-bagikan barang yang diketahuinya membahayakan nyawa atau kesehatan orang, sedangkan sifat berbahaya itu tidak diberitahukannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
    "Pasal 204 ayat (1) KUHP ini memungkinkan kami untuk menahan tersangka. Sedang acuan kami secara KUHAP adalah Pasal 21 KUHAP, yang intinya agar tersangka tidak melarikan diri, tidak merusak atau merubah barang bukti, serta tidak mengulangi tindak pidana yang dilakukan, "terang Dina.
     Untuk diketahui, Sochib ditangkap Satreskrim Polres Pasuruan dalam kasus penjulan dan pengoplosan miras di tokonya kawasan Pogar, Bangil, Selasa, 19 Juni 2018 malam.
    Penangkapan oleh petugas ini bukan yang pertama. Kabarnya sudah 6 kali Sochib tertangkap, akan tetapi tidak pernah ditahan karena selalu dijerat pasal tipiring menggunakan Undang-Undang tentang pangan.
    Di tangan Kejari Kabupaten Pasuruan, Sochib tak bisa lagi sok gagah yakin tetap selalu bebas. Sebab JPU Dina dalam menangani penjual miras oplosan ndableg in, ia menerapkan Pasal 204 ayat (1) KUHP. Ia-pun menahan tersangka Sochib, dan membuatnya mikir sejuta kali untuk kembali berjualan miras. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas