Mobil Angkutan Swasta Dianggap Fasilitas Umum, Bawaslu Copoti Gambar Caleg Yang Menempel, Becak Bergambar Apa Bedanya?

Baca Juga

Tim Bawaslu saat copoti atribut di angkutan umum



Pasuruan, Pojok Kiri
   Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasuruan menganggap angkutan umum milik swasta adalah salah satu armada yang masuk kategori fasilitas umum. Oleh karenanya, dengan senjata Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, Peraturan KPU Nomor 23 Tahun 2018, Perda Nomor 2 Pasal 19 Tahun 2017, Perbub Nomor 62 Tahun 2017, Surat Edaran (SE) Bawaslu RI Nomor 1990 Tahun 2018 tentang pengawasan metode kampanye, Rabu (12/12) tim Bawaslu mencopoti gambar-gambar wajah yang diketahui sebagai calon legislatif yang menempel di mobil angkutan.
    Beberapa gambar yang menjadi sasaran pencopotan adalah gambar wajah Rusdi Sutejo dan Rohani Siswanto politikus Partai Gerindra yang menempel di mobil angkutan Bangil-Kalianyar.
    Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Nasrup saat dikonfirmasi Pojok Kiri (12/12) membenarkan ada penertiban atribut kampanye yang ditempel di mobil angkutan.
     Menurut Nasrup, penertiban yang dilakukan karena pemasangan atribut tidak boleh di fasilitas umum.
Becak bergambar, apa bedanya?

     "Gambar yang kami copot itu karena menempati fasilitas umum. Angkutan umum itu masuk jenis fasilitas umum, karena digunakan untuk sarana umum "kata Nasrup.
    Ada catatan terkait apa itu fasilitas umum. Sebagaimana penjelasan dalam kamus besar bahasa Indonesia, Fasiltas umum atau Fasum adalah fasilitas yang disediakan oleh pemerintah dan dibiayai oleh dana yang sebagian besar didapat dari pajak dan retribusi atau uang negara yang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat. Lantas adakah angkutan umum milik swasta itu masuk jenis fasilitas umum?
Becak bergambar, apa bedanya?

    Catatan ini sempat mendapat jawaban dari Nasrup sendiri. Menurut Nasrup, jika atribut dipasang di kendaraan pribadi atau dapat diartikan kendaraan yang bukan difasilitasi oleh negara tidak apa-apa. Lalu kenapa angkutan yang juga milik pribadi dijadikan sasaran? Jika demikian, bagaimana dengan becak-becak yang banyak berkeliaran dengan tempelan wajah para caleg? Adakah ini juga menempati fasilitas umum karena masuk jenis angkutan umum? Lalu kenapa tidak dicopoti, apa bedanya.
     Rusdi Sutejo yang fotonya dicopoti oleh Bawaslu karena nempel di angkutan umum sempat juga mempertanyakan hal itu. Apalagi menurut Rusdi, pada gambar yang ditempel itu tidak memajang lambang partai atau ajakan nyoblos. Namun Rusdi Sutejo mengaku patuh jika memang foto yang ia pasang dianggap salah.
    "Kita taat aturan, jika memang dianggap salah dan harus dibersihkan foto yang menempel di angkutan umum itu, ya kita ikuti, "ucap Rusdi Sutejo. (Lis)

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas