RUNNING NEWS :
Loading...
Cari Kami di Google

Kusaeri LSM Sudah Bebas #Kata Kasatreskrim Perkara Masih Lanjut, Keluarganya Minta Penangguhan Penahanan

Baca Juga

Kuaseri

Pasuruan, Pojok Kiri
     Kusaeri (45) yang diketahui sebagai anggota LSM Barata, warga Jl. Karang Juwet RT 32 RW 5, Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan akhirnya bisa menikmati udara segar kembali. Ia sebelumnya ditangkap oleh tim Satreskrim Polres Pasuruan pada Kamis (27/09) lalu karena diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa (Kades) Karangasem, Wonorejo bernama Toyib di sebuah rumah makan di kawasan Dusun Cobansari, Desa Coban Blimbing, Kecamatan Wonorejo.
    Bebasnya Kusaeri ini menurut Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima YP saat dikonfirmasi Pojok Kiri, Minggu petang (02/12) lantaran pihak keluarga Kusaeri melakukan upaya permohonan penangguhan.
    "Minggu lalu keluarganya minta penangguhan, "ujarnya.
    Sempat beredar kabar bahwa perkara Kusaeri ini dinyatakan tidak cukup bukti untuk dilanjutkan sehingga muncul surat penghentian penyidikan (SP3). Namun oleh Kasatreskrim, hal ini dibantah.
    "Tidak benar, perkara masih lanjut, kita masih upayakan untuk pembuktian dari perbuatan pidana yang dilakukan, tidak benar kalau SP3, "ucapnya.
    Lepas dari itu, ada kabar juga jika batas waktu penahanan Kusaeri sudah habis, karena sudah terlampaui 60 hari dengan hitungan 20 hari penahanan pertama dan masa perpanjangan 40 hari tetapi berkas penyidikan belum juga dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa. Hal ini juga dibantah oleh Kasatreskrim.
   "Kalau sampai melewati batas penahanan, kita sendiri yang kena, "ujar Kasatreskrim.
   Namun jika dihitung masa penahanan Kusaeri sejak ditangkap tanggal 27 September hingga 02 Desember, maka dapat dihitung masa penahanan Kusaeri sebenarnya sudah lebih 60 hari.
    Kusaeri ditangkap pada Kamis (27/09) sekira pukul 11.30 WIB, untuk penetapan tersangka butuh waktu satu kali 24 jam, maka penetapan dapat dihitung dilakukan pada Jum'at (28/09) pukul 11.30 juga.
    Jika dihitung tanggal. Sejak 28 September hingga 02 Desember adalah 66 hari. Dengan catatan bulan Oktober 31 hari, dan November 30 hari Sedang sampai saat ini perkara belum dinyatakan P21 oleh jaksa.
    Hendi, jaksa yang menangani perkara ini kepada Pojok Kiri (02/12) membenarkan jika perkara Kusaeri ini berkas penyidikannya belum bisa diterima alias belum P21. Hal ini menurut dia lantaran penyidik belum bisa membuktikan unsur ancaman yang dilakukan pelaku sehingga muncul pemerasan.
   "Karena tidak bisa membuktikan unsur ancaman yang berakibat munculnya pemerasan, kita arahkan agar menemukan unsur penipuannya. Sebab Kusaeri mengaku, ia meminta uang itu karena disuruh orang lain dari LSM berbeda, dan yang menyuruh katanya menghubungi melalui telephon. Ternyata omongan Kusaeri benar, ada orang lain yang menelpon. Artinya unsur penipuan tidak terbukti. Kita masih tunggu penyidik untuk membuktikan kasus ini. Jika kita paksakan P21, nanti di persidangan juga susah untuk membuktikan, "kata Hendi.
    Lepas dari itu, Kini Kusaeri sudah bebas, seperti apa kelanjutannya tinggal menunggu  sejauhmana penyidik mampu membuktikan Kusaeri ini memeras, menipu atau tidak. (Lis)

KRIMINAL
PEMERINTAHAN
BIROKRASI
HUKUM
WISATA
SENI
BUDAYA

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas